Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Munasabah Al-Qur’an: Harmoni Pesan Kalam Ilahi

harmoni pesan
Sumber: https://www.shutterstock.com

Mukjizat terbesar yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw tidak lain adalah Al-Qur’an. Ayat- ayat di dalamnya merupakan pernyataan yang sempurna dan tidak dapat dipatahkan kebenarannya. Sehingga, mustahil sekali jika di dalamnya tedapat kontradiksi, tidak beraturan, bahkan saling bertentangan antara satu ayat dengan ayat lainnya. Harmoni pesan kalam ilahi menjadi hal penting untuk dijadikan permeungan pengkaji Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an hanya ada hal-hal baik saja, seperti kebenaran dari semua kandungan, keindahan kata yang tak terkalahkan, susunan yang teratur dan serasi, hingga keterkaitan antara bagian satu dengan lainnya. 

Dalam Ulumul Qur’an terdapat pembahasan yang mencakup keterkaitan ayat maupun surah dalam Al-Qur’an, yang biasa disebut dengan munasabah Al-Qur’an. Adanya keterkaitan ini pasti memiliki pesan yang sangat mendalam. Karena sejatinya, Allah meciptakan sesuatu selalu terdapat pesan dibaliknya. Sebelum mengetahui pesan tersebut, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu makna dari munasabah itu sendiri.

Makna Munasabah

Munasabah sering disebut dengan Ilmu Tanasub al-ayat wa al-suwar. Kata ini berasal dari kata nasaba-yunasibu-munasabatan yang artinya qarib atau dekat. Munasabah diartikan sebagai al-muqarabah (saling terkait) dan al-musyakala (keserupaan). Apabila dikatakan fulan yubanasib bi fulan, maka dapar diartikan terdapat kemiripan antara kedua fulan sehingga sulit untuk membedakan keduanya. Sedangkan para ulama tafsir mengartikan munasabah adalah adanya hubungan antara kalimat dalam satu ayat yang sama atau antara ayat dan ayat dalam surah yang sama maupun berbeda.(Al-Suyuti:Al-Itqan)

Munasabah sendiri memiliki beberapa macam seperti, keterkaitan surah dengan surah sebelumnya atau sesudahnya, ayat dengan ayat sebelumnya atau setelahnya pada surah yang sama maupun berbeda. Keterkaitan nama surah dengan isinya, dan sebagainya.

Dari banyaknya ayat munasabah dalam Al-Qur’an terdapat salah satu contoh pada surah Al-Ma’un, pada ayat

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 39: Penghuni Neraka yang Kekal

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ

Celakalah orang-orang yang melaksanakan shalat,”(Q.S. Al-Ma’un[106]:4)

Ketika seseorang hanya membaca potongan ayat tersebut yang mengatakan “Maka celakalah orang-orang yang melaksanakan shalat” hal ini menjadikan seseorang bertanya-tanya mengapa orang yang shalat mendapatkan celaka?, sedangkan dirinya telah berusaha untuk menunaikan kewajiban yang telah ditetapkan. Bisa jadi pula menjadikan seseorang beranggapan yang tidak-tidak.

***

Maka dari sinilah peran munasabah dibutuhkan. Dengan melihat korelasi di antara ayat-ayat baik sebelum maupun sesudahnya, untuk mendapatkan pemahaman yang  baik dan benar dalam menafsirkan suatu ayat.  Jika bacaan di atas dilanjutkan, maka akan menjumpai redaksi ayat yang menjelaskan lebih lanjut dari sebelumnya

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ) ٥(  الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ) ٦ ( وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ) ٧(

 “(yaitu) yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan”.(Q.S. Al-Ma’un [106]:5-7)

Nah, setelah potongan ayat tersebut dituntaskan, maka terlihat jelas maksud dari potongan ayat diatas, dan ternyata orang yang celaka dalam shalatnya ialah orang yang lalai, berbuat riya’ dan enggan membantu orang lain sebagaimana yang telah dijelaskan pada redaksi ayat di atas..

Harmoni Pesan Kalam Ilahi

Dari penjabaran contoh di atas, jika tidak ada ilmu munasabah apakah dapat secara mudah memahami makna yang ada dalam Al-Qur’an? Maka dari itu, dalam penafsiran, munasabah sangat penting untuk dipahami.  Dan para ulama tafsir-pun banyak yang menorehkan perhatiannya dibidang tersebut.

Setelah mengetahui bahwa ayat Al-Qur’an  memiliki keterkaitan satu sama lain. tidak dapat diragukan pula bahwa Al-Qur’an mengandung mukjizat dari sisi manapun. Dari munasabah ini, dapat diketahui bahwa Al-Qur’an mengandung susunan kalimat dan keserasian dengan berdasarkan prinsip kesatuan. Al-Qur’an ialah sebuah mukjizat. Tak ada yang bisa menandingi kalimat-kalimat yang ada di dalamnya. 

Baca Juga  Memanfaatkan Masa Muda dalam QS. At-Tin Ayat 4-6

Adanya munasabah ini menjadikan kita memahami mengapa Allah tidak menjadikannya satu ayat saja dalam satu tema? Mengapa Allah membuat makna tersirat pada Al-Qur’an? Mengapa harus ada munasabah? Dan masih banyak lagi.

Jawaban dari semua itu adalah tidak lain karena Allah menginginkan hambanya agar senantiasa terus menerus berinteraksi dengan Al-Qur’an, agar semakin mendalam untuk memahami Al-Qur’an, agar manusia terus menerus menambah pengetahuannya, serta agar manusia senantiasa merasa takjub atas apa yang telah dikehendaki oleh Allah Swt. Allahuakbar Sungguh luar biasa apa yang telah dikehendaki-Nya.