Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Pada artikel sebelumnya, penulis telah menjelaskan mengenai ‘Paradigma Ma’na Cum Maghza sebagai pendekatan Tafsir ala Sahiron Syamsuddin’. Adapun dalam tulisan kali ini penulis akan memaparkan terkaitprinsip hermeneutika gramatikal Schleiermacher ketika direlevansikan dengan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza. Dalam pengembangan pendekatan tafsir Ma’na Cum Maghza ini, ternyata Sahiron tidak hanya merujuk kepada tokoh-tokoh Muslim; (seperti Fazlur Rahman, Abu Zayd, dan al-Talibi), ...

Dalam setiap keilmuan tentu kita akan mengenal yang namanya paradigma, pun demikian dalam keilmuan penafsiran Al-Qur’an. Setiap pendekatan tafsir yang ditawarkan mufassir tentu akan memiliki paradigma atau cara pandang tersendiri terhadap Al-Qur’an sebagai kitab suci yang hendak ditafsirkan, sehingga hal ini dapat mempengaruhi terhadap cara berfikir sang mufassir yang mana nantinya dapat menghasilkan pemikiran baru atau pandangan baru dalam pendekatan ...

Dalam sejarah kajian al-Qur’an dan tafsir, tercatat sebuah pendekatan yang melibatkan lebih banyak porsi tekstual dalam menafsirkan al-Qur’an, pedekatan ini lumrah disebut tekstualis. Sekilas, jika kita membaca judul buku yang ditulis oleh Jorge. J. E. Gracia, seorang professor dalam bidang filsafat di Departement of Philosophy, University at Buffalo di New York, yaitu “A Theory of Textuality : The Logic and ...

Tidak ada habisnya jikalau berbicara mengenai keindahan bahasa dalam Al-Qur’an. Banyak sekali kata-kata yang memiliki beragam makna yang mendalam dan mengandung nilai yang tinggi. Hal itu, sangat dibutuhkan perangkat ilmu untuk memahami kandungan isi Al-Qur’an agar tidak terjebak dengan tekstual ayatnya saja. Akan tetapi harus memahami kontekstual dan arti pesan ayat yang disampaikan. Khususnya berkaitan dengan mutarādif. Kaidah Mutarādif Menurut ...

Siapa sih yang tidak mengenal Ferdinand de Saussure dengan enam pandangannya tentang bahasa, pastinya orang-orang yang telah memahami filsafat atau bahkan hanya belajar filsafat mengetahui salah satu sosok tokoh filsafat ini, khususnya dalam filsafat bahasa. Sebelumnya penulis akan memaparkan biografi dari Saussure agar para pembaca baik yang belum mengetahui bahkan yang telah mengetahuinya menjadi tau dan semakin akrab terhadap sosok ...

Dalam mempelajari ‘ulum al-Qur’an, tentunya kita mengenal ayat yang beragam macamnya, terutama ayat mutasyabihat. Imam as-Suyuti dalam karangannya al-Itqan menjelaskan bahwa mutasyabihat adalah ayat yang maknanya tidak jelas, dan untuk memastikan pengertiannya tidak ditemukan dalil yang kuat. Hal yang termaktub tentang ayat mutasyabihat, salah satunya ayat tentang istawa. Di mana, ayat tersebut merupakan ayat yang menyebutkan perbuatan Allah, yaitu mengesakan ...

Siapa yang tidak mengenal sosok mufasir terkenal yaitu Ibnu Katsir. Ke-masyhuran ulama kelahiran kampung Mijdal, daerah Bushra, sebelah Timur Damaskus, Suriah pada Tahun 700 /1301 ini. Yang bernama lengkap, yaitu Imad al-Din Abu Fida Ismail bin al-Khatib bin Syihab al-Din Abu Hafsah Umar bin Katsir al-Syafi’I al-Dimasyqi,. Selain itu dua gelar kenamaanya, pertama, beliau sering disebut al-Bushrawi, yaitu Busra atau ...

Rekam jejak pendidikan Fazlur Rahman dipengaruhi oleh pemikiran barat, akan tetapi tetap berlatar belajang pendidikan di negaranya dan hidup dalam lingkungan keluarga yang menganut pemikiran tafsir konvensional. Penggabungan konvensional (belajar di kampung halamannya) dan metodologi kontemporer selama di Prancis sangat mewarnai pemikiran Rahman termasuk dalam hal intepretasinya terhadap al-Qur’an. Hermeneutika Rahman terhadap al-Qur’an mempunyai ciri khas tersendiri ketimbang beberapa tokoh ...

Abdurrahman Al-Sa’di, mufasir asal Arab Saudi yang berusaha menyusun kaidah-kaidah tafsir yang independen. Pemikirannya dia tumpahkan pada karyanya yang berjudul al-Qawaid al-Hisan li Tafsir al-Qur’an yang di dalamnya berisikan 71 kaidah tafsir. Sedikit berbeda dari kebanyakan buku kaidah tafsir pada umumnya, kaidah tafsir al-Sa’di dapat dipahami menjadi dua, yaitu kaidah sebagai alat pembacaan dan juga kaidah sebagai produk penafsiran. Berikut ...

Seperti telah diulas pada tulisan sebelumnya, M.Syahrur adalah cendekiawan muslim yang menolak adannya sinonimitas dalam Al-Qur’an. Penolakan ini, berimplikasi pada redefinisi term-term yang selama ini dianggap bersinonim, seperti Al-Kitab, Al-Furqon, Al-Qur’an dan lain sebagainya. Selain itu, juga berimplikasi pada pengklasifikasian Al-Qur’an. Oleh Syahrur, Al-Qur’an diklasifikasikan menjadi dua yaitu; Kitab ar-Risalah (muhkamat) dan Kitab an-Nubuwwah (mutasyabihat). Pengklasifikasian semacam ini oleh Syahrur ...