Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Abdurrahman Al-Sa’di, mufasir asal Arab Saudi yang berusaha menyusun kaidah-kaidah tafsir yang independen. Pemikirannya dia tumpahkan pada karyanya yang berjudul al-Qawaid al-Hisan li Tafsir al-Qur’an yang di dalamnya berisikan 71 kaidah tafsir. Sedikit berbeda dari kebanyakan buku kaidah tafsir pada umumnya, kaidah tafsir al-Sa’di dapat dipahami menjadi dua, yaitu kaidah sebagai alat pembacaan dan juga kaidah sebagai produk penafsiran. Berikut ...

Seperti telah diulas pada tulisan sebelumnya, M.Syahrur adalah cendekiawan muslim yang menolak adannya sinonimitas dalam Al-Qur’an. Penolakan ini, berimplikasi pada redefinisi term-term yang selama ini dianggap bersinonim, seperti Al-Kitab, Al-Furqon, Al-Qur’an dan lain sebagainya. Selain itu, juga berimplikasi pada pengklasifikasian Al-Qur’an. Oleh Syahrur, Al-Qur’an diklasifikasikan menjadi dua yaitu; Kitab ar-Risalah (muhkamat) dan Kitab an-Nubuwwah (mutasyabihat). Pengklasifikasian semacam ini oleh Syahrur ...

Ilmu asbabun nuzul menempati posisi yang sangat penting dalam kajian Al-Qur’an. Bahkan para ulama mengatakan, seseorang tidak mungkin dapat menafsirkan Al-Qur’an dengan baik sebelum ia mengetahui asbabun nuzul-nya. Di era klasik, asbabun nuzul hanya terbatas pada riwayat-riwayat yang terkait dengan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Namun, seiring berjalannya waktu, ilmu asbabun nuzul klasik dirasa banyak memiliki kekurangan serta belum bisa menjadi pisau ...

Pemahaman terhadap maksud ayat atau tema yang berdasarkan ayat al-Qur’an telah menjadi bangunan metodologi pemahaman dalam setiap disiplin ilmu. Keragaman ilmu keislaman, seperti fikih, ilmu kalam, tasawuf, tafsir, hadis, bahkan ekonomi islam dan pendidikan islam, memerlukan keajegan dalam bangunan teori berbasis kewahyuan. Penerapan metodologi tafsir dalam mengaitkan teori atau fenomena, memahami maksud ayat untuk dijadikan teori pada ilmu, juga konfirmasi ...

Bagi pengkaji al-Qur’an, tentu tidak asing terkait istilah semantik.  Kajian ini banyak dikaji kalangan cendekiawan, salahsatunya Toshihiko Izutsu. Izutsu memulai analisa data yang bersumber dari kitab suci, al-Qur’an. Titik keistimewaan pendekatannya terletak munculnya pendekatan baru, yakni pengungkapan khazanah Arab klasik bahkan mulai masa pra-Islam atau yang disebut dengan pra-Qur’anik hingga pasca-Qur’anik. Semantik Ala Izutsu Izutsu berusaha menelisik bagaimana kata yang ...

Secara istilah tarjih dapat diartikan dalam ilmu ushul fiqih sebagai menguatkan salah satu dalil atas yang lain.  Sehingga diketahui mana yang kuat lalu diamalkan yang lebih rajih (kuat) dan ditinggalkan yang dhaif (lemah). Namun pendefenisian tarjih berkembang dalam lingkup Muhammadiyah dan bergeser kepada makna yang lebih luas sebagai kegiatan ijtihad. Tarjih dapat diartikan dengan aktifitas intelektual dalam merespons berbagai masalah sosial ...

Israiliyat adalah sebuah kabar atau kisah yang bersumber dari kaum Yahudi dan Nasrani. Penuturan mereka tentang israiliyat merujuk kepada kitab-kitab terdahulu mereka seperti Zabur, Taurat dan Injil. Terkait hal ini, dalam khazanah tafsir al-Qur’an kisah-kisah tersebut kenapa dinamakan al-israiliyat; tidak lain karena penggunaan israiliyat sebagai metode untuk memahami al-Qur’an. (al-Dimyati, ilmu tafsir usuluh wa manahijuh, h. 256.) Israiliyat dalam Tafsir Al-Qur’an ...

Dalam dunia penafsiran al-Qur’an, dikenal dua model sistematika penulisan tafsir yang sudah umum digunakan. Keduanya itu adalah sistematika tafsir mushafi, yang sesuai dengan urutan surat dan ayat dalam al-Qur’an mushaf usmani, dan kemudian adalah sistematika tafsir maudhu’i, yang penyusunannya disesuaikan dengan tema-tema yang akan dibahas oleh mufassir. Selain kedua sistematika di atas, ada lagi satu sistematika yang memang masih agak ...

Kata-kata kerap kali berjalan berkelindan dengan peristiwa. Mereka tak muncul seketika dalam ruang hampa. Jalinan relasi teks-konteks selalu bersua di mana ia tercipta. Pun demikian dengan Kitabullah al-Qur’an. Beberapa ayat tertentu turun berkaitan dengan sesuatu. Meski tak seluruh ayat al-Qur’an yang turun memiliki kaitan dengan sebab rinci; namun bila kita cermati akan tampak ada pola tadriji yang turun sesuai konteks ...

Di antara keunikan al-Qur’an adalah keindahan bahasanya yang mengandung unsur-unsur kesusastraan yang tinggi. Sehingga tak satu pun yang dapat menandinginya. Dalam menafsirkan al-Qur’an, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang mufassir. Di antaranya adalah memiliki pengetahuan bahasa Arab dan kaidah-kaidah penafsiran. Salah satu unsur kaidah penafsiran al-Qur’an adalah kaidah: taqdim dan akhir. Pengertian Taqdim dan Takhir Kaidah taqdim dan ...