Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Perlu kita ketahui bahwa seseorang tidak boleh sembarangan dalam menafsirkan al-Qur’an. Apalagi dengan motif tertentu, seperti kepentingan pribadi, hawa nafsu, apalagi agar tidak dikatakan bodoh. Orang semacam ini dikatakan dalam hadis Nabi Saw. yang diceritakan Ibnu Abbas “barang siapa yang menafsiri Alquran dengan akalnya, maka tempatnya adalah neraka”. (H.R. Tirmidzi). Dua Macam Tafsir Prihal menafsiri Alquran, para ulama membagi dua ...

Apa sih Munasabah itu? Menurut as-Suyuthi makna munasabah secara etimologi berarti al-Musyakalah (keserupaan) dan al-Muqarabah (kedekatan). Istilah ini diungkapkan dengan kata rabth (pertalian). Adapun beberapa pendapat mengenai pengertian dari munasabah, sebagai berikut: Menurut az-Zarkasi, Munasabah adalah suatu hal yang dapat dipahami. Tatkala dihadapkan dengan akal, maka akal itu pasti akan menerimanya. Menurut ibn al-Arabi, keterikatan ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga seolah-olah merupakan ...

Al-Qur’an turun sebagai petunjuk bagi umat manusia. Namun al-Qur’an tidak begitu saja bisa dipahami isinya oleh manusia. Maka, lahirlah penafsiran al-Qur’an oleh manusia sebagai upaya untuk memahami al-Qur’an. Sebagai upaya manusia, maka penafsiran al-Qur’an itu tidak hanya satu. Dalam hal ini, Prof. Dr. phil. Sahiron Syamsuddin, M.A. menawarkan sebuah pendekatan untuk memahami al-Qur’an yaitu pendekatan Ma’nā-Cum-Maghzā. Pendekatan ini merupakan upaya ...

Telah diketahui secara umum, terutama oleh seluruh kalangan ulama maupun para cendekiawan muslim, bahwa Syeikh Islam Ibnu Taymiyah merupakan salah satu ulama besar yang memiliki banyak kontribusi dalam peradaban Islam. Sebagaimana banyak yang menyebutkan bahwa beliau merupakan pembaharu di abad pertengahan. Hal tersebut tidak lepas transisi atau bergesernya kekuatan Islam setelah serbuan Mongol dari Dinasti Abbasiyah menuju Dinasti Mamluk. Selain ...

Qawaid Tafsir merupakan suatu landasan, aturan-aturan ataupun kaidah-kaidah bagi seorang mufassir. Agar penafsirannya tidak melenceng dan keluar dari aturan yang berlaku, sehingga penafsirannya dapat dikatakan sebagai penafsiran yang shahih dan benar. Selain itu Qawaid Tafsir juga merupakan salah satu ilmu baru dalam penulisannya. Namun penerapannya sudah ada dan bahkan telah dijalankan sejak masa Rasul, Sahabat sampai masa para tabi’in dan ...

Secara etimologis al-munasabah ( المناسبة) berasaldari mashdar an-nasabu  (انسب)yang berarti al-qarabah (الفرابة). Kata qaraba sendiri berarti dekat. Orang yang berasal dari nasab yang sama disebut qarabah(kerabat) karena kedekatannya. Dari nasab itulah dibentuk menjadi al-munasabah ( المناسبة) dalam arti al-muqabarah ( المقاربة), kedekatan satu sama lain. Sedangkan secara terminologis, munasabah itu sendiri mempunyai arti maksud mencari kedekatan, hubungan ataupun kaitan antara ...

Huruf مِنْ adalah salah satu kata depan yang ada dalam kaidah tafsir. Kata depan adalah semua kata yang dapat membantu menunjukkan benda atau kegiatan dalam keterangan waktu dan tempat. Dalam hal ini, kata depan dikatakan mirip dengan kata keterangan, seperti di atas, di depan, dan di bawah. Dilihat dari segi maknanya dalam kaidah tafsir, kata tersebut merujuk pada huruf jar ...

Terdapat beberapa teori tentang linguistik sebagai penyempurna teori-teori terdahulu. Salah satunya ialah teori tentang “Language as a social semiotics” yang memiliki arti bahasa sebagai semiotika sosial. Teori ini diciptakan oleh Michael Halliday, yang termuat dalam buku beliau yang berjudul “Languange social semiotic”. Hal unik yang terdapat dalam teori yang dikemukakan Michael Halliday ialah bahasa bukan hanya dipahami sebagai kajian tentang ...

Diskursus peneltian tafsir al-Qur’an secara umum adalah penelitian berbasis mendeskripsikan makna teks (konten) dalam al-Qur’an. Namun, seiring berkembangnya kajian-kajian dan peneltian tafsir al-Qur’an dengan piranti yang semakin kompleks, tidak hanya sekedar bagaimana mengurai maka teks dalam al-Qur’an; melainkan juga ada yang dinamakan teori dalam pendekatan studi al-Qur’an maupun tafsir. Salah satu teori yang digunakan sebagai pendekatan tafsir adalah epistemologi. Secara ...

Dalam memahami Al-Quran, sebagaimana ia adalah jawaban dari berbagai lini kehidupan, maka ia tidak dapat dipahami kecuali dengan memerhatikan konteks atau tantangan yang dihadapinya. Mengapa? Karena tanpa melirik latarbelakang diturunkannya sebuah ayat, kerancuan makna akan terjadi. Dalam ulûmul Qur’ân, permasalahan seputar konteks ayat dikenal dengan asbabun nuzul. Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba menerangkan pandangan dua kelompok ulama seputar patokan ...