Tanwir.ID Kanal Tafsir Berkemajuan

Setidaknya di Indonesia sudah banyak Al-Qur’an dengan terjemah bahasa daerah. Dari tahun 2011 sampai 2015 Kemenag RI menyelenggarakan program penerjemah Al-Qur’an ke dalam sembilan bahasa daerah, bekerjasama dengan perguruan tinggi setempat. Seperti Al-Qur’an terjemah bahasa Makassar (Sulawesi Selatan), kerjasama dengan UIN Alauddin, bahasa Kaili (Sulawesi Tengah) kerjasama dengan IAIN Palu, bahasa Sasak (Nusa Tenggara Barat) kerjasama dengan UIN Mataram, bahasa ...

Tidak ada yang hadir begitu saja, tanpa penyebab yang menjadi pendahuluan dan tanpa tujuan yang menjadi haluan. Demikian pula dengan Al-Qur’an dan Terjemahannya: Edisi Penyempurnaan 2019. Dokumen resmi yang menggambarkan apa pendahuluan dan apa haluan terjemahan Al-Qur’an tersebut tercantum pada “Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia” oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di halaman ii dan “Pengantar Kepala Lajanah Penshihan ...

Istilah pluralisme dalam filsafat berawal dari perdebatan awal dan sangat klasik dalam filsafat yang memperdebatkan jawaban pertanyaan: Berapa dasar dari alam semesta yang tampak banyak dan beragam ini? Jawaban yang muncul ada tiga. Pertama, dasarnya hanya satu dan disebut monisme. Maksudnya, dari satu menjadi dua dan menjadi banyak dan beragam. Kedua, dasarnya ada dua karena satu tidak mungkin menghasilkan apa-apa. ...

Kata ummah sudah berkesan jamak karena makna kata tersebut mencakup bukan hanya satu individu, tetapi sekelompok orang. Bahkan ketika disebut umat manusia, maka itu berarti mencakup semua manusia dari manusia pertama hingga manusia terakhir di muka bumi, bukan hanya sekelompok manusia. Hal itu sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an dalam potongan QS. Al-An’am/6: 38: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi ...

Jika kita coba menilik sejarah sejenak, sesungguhnya penafsiran ayat-ayat al-Quran telah berlangsung sejak masa Rasulullah. Hanya saja, penafsiran pada masa Rasulullah sangat terbatas, karena para sahabat memiliki pemahaman yang baik serta benar terhadap kalam-kalam Allah, sehingga pada masa tersebut penafsiran terhadap al-Quran tidak perlu terlalu rinci. Apabila ada sesuatu yang mengganjal, kurang dipahami, atau sulit dimengerti, para sahabat bisa langsung ...

Tradisi literasi menulis erat kaitannya dengan berkembangnya suatu peradaban. Begitu pula peradaban Islam yang sebagian dibangun oleh tradisi menulis. Peradaban Islam yang sampai sekarang ini berkembang, karena kontribusi para ulama dan intelektual Muslim yang menghidupkan tradisi menulis. Sebut saja Imam Bukhari, Ibnu Taimiyah, Imam Ghazali, Fakhruddin Ar-Razi dan para intelektual muslim lainnya yang telah melahirkan puluhan kitab berjilid tebal. Seberapa ...

Kajian mengenai minoritas terus bergulir seiring dengan maraknya tindakan intoleransi terhadap mereka yang berbeda. Di antara kasus intoleransi yang baru-baru terjadi ialah penyerangan terhadap penghayat kepercayaan Sunda Wiwitan di Cigugur (2020), terhadap pihak yang diduga Syi’ah di Solo (2020) dan pelarangan terhadap Syi’ah yang hendak menyelenggarakan kegiatan keagamaannya di Hari Asyura kemarin. Pola Umum Kajian Minoritas Kajian mengenai minoritas hadir ...

“Dalam gereja mereka, Tuhan adalah pengasih dan sumber segala kasih. Sedang di masjid atau langgar-langgar, dalam ucapan dai-dai kita, Tuhan tidak lebih mulia dari hantu yang menakutkan dengan neraka di tangan kanannya dan pecut api di tangan kirinya” (Ahmad Wahib) Kita telah memulai catatan ini dengan kalimat Ahmad Wahib diatas. Ia mengkritik cara ber-Islam orang di zamannya, tetapi kritik itu ...

Dalam khutbahnya yang dapat di temui di channel @TablighOfficial, Ustadz Fathurrahman Kamal mengajak kita semua untuk menjadikan Al Quran sebagai paradigma. Menjadi jalan operasional di dalam kehidupan, bagaimana caranya? Pertama, kita harus mengembalikan posisi Al Quran ke titik episentrum dan kebudayaan kita, dan mengakhiri segala bentuk tindakan yang mengisolasi Al Quran. Kita tidak perlu menunggu waktu untuk mengamalkan 30 juz ...

Rasisme meletakkan ukuran ras dan warna kulit sebagai sesuatu yang penting dalam mengenali orang lain. Pandangan ini meletakkan strata sosial, suku, bangsa, dan adat istiadat sebagai alat ukur untuk mengenali siapa yang mulia dan siapa yang hina. Definisi di atas disampaikan oleh Ustadz Fathurrahman Kamal dalam kajian di Imania TV. Islam, sebagai agama yang bersumber kepada Allah, merujuk ke Dalam ...