Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Setelah Allah memberi ajaran sopan-santun kepada ummat yang beriman, supaya mereka memilih kata-kata yang baik, yang tidak bisa disalah-artikan, dilanjutkan lagi sekarang supaya mereka jangan meniru perangai-perangai Bani Israil yang suka banyak tanya, banyak soal, yang bukan semata-mata untuk menghilangkan keraguan ; “Atau apakah kamu hendak bertanya kepda Rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu?” (pangkal ayat 108). ...

“Tidakkah engkau ketahui?” (pangkal ayat 107). Gaya pertanyaan seperti ini adalah menguatkan kata, yang dinamai Istifham-Inkari. Tidakkah engkau tahu wahai utusanKu? Untuk menekankan perhatian kepada hal yang tengah dibicarakan. “Bahwasanya Allah itu, kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi.” Dia Yang Maha Kuasa mengatur semuanya. Maka jika perhatian telah ditumpahkan kepada Maha Kekuasaan yang meliputi semua langit dan bumi itu, menjadi kecillah ...

Kemudian daripada itu Tuhan memperingatkan kepada orang-orang yang beriman bahwasanya Rasul-rasul diutus Tuhan ganti-berganti, dan wahyu atau Kitab Suci diturunkan berturut-turut. Semuanya itu memakai ayat-ayat, atau tanda. Ayat diartikan juga mu’jizat. Ayat diartikan juga, syariat atau perintah Nabi berganti datang. Kitab berturut turun, zaman pun berganti. Tetapi pokok hukum, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, dan percaya akan Hari ...

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١ “Maha Suci Dia, yang telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari Masjidil-Haram ke Masjid al-Aqsha, yang Kami berkati sekelilingnya,karena hendak Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (ayat 1) Ayat ini menegaskan ...

“Tidaklah suka orang-orang kafir dari Ahlul-Kitab itu, dan tidak pula orang musyrikin, bahwa akan diturunkan kepada kamu barang suatu kebaikan dari pada Tuhan kamu.” (pangkal ayat 105). Mereka tidak senang jika pengajaran agama yang kamu terima dari Nabimu itu bertambah kembang dan kamu bertambah maju. Sedang al-Quran yang kamu terima itu, pimpinan dari Nabimu sendiri sudah terang akan membawa berbagai ...

Status Surah Al-Kautsar Menurut pendapat yang masyhur dan jumhur, surah ini merupakan surah Makkiyyah. Namun, Hasan, Ikrimah dan Qatadah berkata, “Surah ini Madaniyyah”. Ini juga pendapat Ibnu Katsir. Surah ini dinamakan “al-Kautsar” karena dimulai dengan firman Allah Ta’ala kepada Nabi saw, (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ) yakni kebaikan yang baik dan permanen di dunia dan akhirat, di antaranya sungai al-Kautsar di surga. ...

Setelah demikian banyak kata dihadapkan kepada Bani Israil, sekarang dihadapkan tuntunan bagi orang yang Mu’min sendiri, pengikut setia daripada Rasul, agar mereka menjaga sopan santun. Karena salah satu sebab keruntuhan jiwa Bani Israil itu ialah kerusakan akhlak mereka terutama terhadap kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka. Di antara sopan santun itu ialah kesopanan memilih kata-kata yang akan diucapkan. Pilihlah kata-kata yang ...

“Padahal jikalau sekiranya mereka beriman dan bertakwa, sesungguhnya pahala dari sisi Allahlah yang lebih baik; jikalau adalah mereka mengetahui.” (ayat 103). Artinya, kalaulah mereka langsung saja percaya kepada kebenaran yang dibawa Nabi, dan hidup dengan bertakwa, tidak hanya berkeras kepala dan asyik dengan sihir, bahagia jualah yang akan mereka rasai, karena pahala dari Tuhan. Bukankah pahala dari Tuhan itu yang ...

[..] Ada pula satu riwayat lain yang lebih dahsyat. Dalam memberikan riwayat ini dibawa-bawa pula nama sahabat Rasulullah s.a.w. yang shalih, yaitu Sayidina Abdullah bin Umar. Kononnya malaikat-malaikat di Iangit mengomel-ngomel mengapa terlalu banyak anak Adam yang durhaka kepada Tuhan. Lalu Tuhan menjawab: “Kalau kamu sekalian bertempat di tempat anak Adam itu, kamupun akan mendurhakai Aku.” Malaikat menjawab: “Bagaimana kami ...

Tersebut di dalam Perjanjian Lama, dalam “Kitab Raja-raja I”, Fasal 11 dari ayat 1 sampai 10, bahwa Nabi kita Sulaiman alaihis salam di hari tuanya telah menyembah berhala, untuk menuruti kehendak isteri-isteri baginda yang banyak itu. Di situlah tersebut bahwa isteri baginda Sulaiman 700 dan gundiknya 300. Dikatakan pada ayat 3 bahwa segala isterinya itu menyesatkan baginda. Sehingga baginda dirikan ...