Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Wahbah Az-Zuhaili (1): Sang Mufasir Inklusif Sekaligus Fakih

wahbah
Sumber: Dakwatuna.com

Nama lengkap Wahbah Az-Zuhaili adalah Wahbah bin Mustafa Az-Zuhaili. Ia lahir pada tahun 1931 M (1351 H) di Damaskus, Suriah. Ia adalah putera dari sepasang kekasih yang dikenal sebagai orang yang disegani oleh masyarakat ditempatnya saat itu karena keteguhannya dalam menjalankan syariat Islam. Sang ayah yang bernama syaikh Mustafa Az-Zuhaili sebagai seorang petani yang alim, hapal Al-Qur’an dan ahli ibadah. Lalu, sang ibu yang bernama Fatimah binti Mustafa Sa’adah sebagai seorang perempuan yang terlekati sikap wara’ dalam menjalankan syariat Islam.

Sekilas Biografi

Wahbah Az-Zuhaili adalah seorang ulama dunia abad ke-20 yang sudah diakui karena keilmuannya yang luar biasa, terkhusus di dalam bidang tafsir. Selain itu, Wahbah pun dikenal mumpuni pada keilmuan lainnya seperti di bidang fikih. Ia menjadi ulama terkemuka yang sangat fokus dalam mengembangkan keilmuannya, hingga menggunakan seluruh masa dalam hidupnya hanya untuk memberikan kontribusi elite keilmuannya terhadap perkembangan keilmuan Islam.

Wahbah Az-Zuhaili dikenal sebagai seorang yang memiliki perangai yang sangat terpuji. Ia adalah seorang yang sederhana dan penuh dengan ketawadhuan. Wahbah pun dikenal bermazhab Hanafi. Namun, hal tersebut tidak membuat dirinya bersifat eksklusif, justru ia lebih mengedepankan nilai-nilai inklusifitas, persaudaraan dan perdamaian. 

Jejak Intelektual

Wahbah Az-Zuhaili menyelami dasar-dasar ilmu agama dengan telaten, yakni melalui pendidikan dasar di kampung halamannya hingga pada tahun 1946 M. Lalu, setelah itu ia mengenyam pendidikan menengahnya, yakni jurusan syariah di Damsyiq hingga pada tahun 1952 M. Sehingga, perjalanan pendidikan sebelumnya menjadi jembatan bagi Wahbah hingga dapat meneruskan pendidikannya pada Fakultas Syariah dan Bahasa Arab di Universitas Al-Azhar serta Fakultas Syariah di Universitas ‘Ain Syam secara bersamaan (1956-1957 M).

Baca Juga  Hubungan Istimewa HAMKA dan "Al-Azhar"

Setelah itu, Wahbah mendapat tiga ijazah pendidikan elitenya. Lalu, ia melanjutkan pendidikan selanjutnya pada tingkat pasca sarjana di Universitas Al-Azhar hingga mendapatkan gelar magister dengan tesis yang berjudul Az-Zira’i fi As-Siyasah As-Syari’ah wal Fiqh Al-Islami (1957 M). Kemudian, setelah itu ia melanjutkan pendidikannya kembali untuk meraih gelar doktor di Universitas Al-Azhar dengan disertasinya yang berjudul Athar Al-Harb fi Al-Fiqh Al-Islami Dirasatan wal Muqaranatan (1963 M).

Selanjutnya, Wahbah Az-Zuhaili mengemban amanah menjadi pendidik di Universitas Damaskus. Pertama ia menjadi dosen di Fakultas Syariah. Lalu, ia diangkat menjadi ketua jurusan Fiqh Islam wal Madhahabih di Fakultas yang sama. Kemudian, ia pun diangkat menjadi dekan Fakultas yang sama. Ia mengabdi di Universitas Damaskus selama tujuh tahun, hingga dikenal sebagai pakar dalam bidang tafsir, fikih, dan keilmuan Islam lainnya.

Wahbah Az-Zuhaili berguru pada para ulama terkemuka tentang beragam keilmuan Islam, seperti ilmu fikih As-Syafi’i dari Muhammad Hashim Al-Khatib, ilmu fikih dari Abdul Razaq Al-Hamasi, ilmu hadis dari Mahmud Yassin, ilmu faraid dari Judat Al-Mardini, ilmu tafsir dari Hassan Habnakah Al-Midani, ilmu bahasa arab dari Muhammad Shaleh Farfur, ilmu ushul fikih dan musthalah hadis dari Muhammad Lutfi Al-Fayumi, serta ilmu akidah dan kalam dari Mahmud Al-Rankusi. Lalu, Wahbah Az-Zuhaili ketika di Mesir berguru pada Muhammad Abu Zuhrah, Mahmud Syaltut, Abdul Rahman Taj, Isa Manun, Ali Muhammad Khafif, Jad Al-Rabb Ramadhan, dan Muhammad Hafizh Ghanim.

Karya Tafsir

Wahbah Az-Zuhaili adalah ulama yang sudah berkelana ke beberapa negara di dunia. Ia banyak dikenal dengan karya fenomenalnya di bidang fikih dan tafsir yakni kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu dan Tafsir Al-Munir. Hingga pada akhirnya, seiring berjalannya masa, beliau berpulang ke hadirat-Nya pada 8 Agustus (2015 M) di Damaskus, Suriah. Lahul Fatihah…

Baca Juga  Dawam Rahardjo dan Keberaniannya Menafsirkan Al-Quran

Wallahu a’lam.

Editor: An-Najmi Fikri R

Muhamad Yoga Firdaus
Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Sunan Gunung Djati Bandung