Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kedua, pendapat jumhur itu juga didukung oleh Hadits-hadits yang secara pasti mengharamkan setiap yang memabukkan, di antaranya Hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh banyak perawi dari enam belas orang sahabat, seperti Umar, Ibnu Umar dan lainnya, seperti, “Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan khamar adalah haram” (HR al-Bukhari dan lain-lain). Dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah saw bersabda; “Apa yang membuat ...

(Pada awalnya) manusia itu adalah umat yang satu. Selanjutnya Allah mengutus Para Nabi (Rasul), sebagai pemberi peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena kedengkian di ...

Pelarangan mengkonsumsi terhadap hal-hal tersebut di atas sesuai dengan ilmu pengetahuan bahwa bangkai, darah, dan babi itu tidak cocok bagi kesehatan. Meskipun ayat ini menyatakan bahwa “yang diharamkan hanyalah bangkai…” dan seterusnya, bahwa yang haram terbatas pada empat jenis, tetapi ada barang haram dikonsumsi yang tidak disebut di sini, yaitu khamar, disebut dalam surah al-Maidah ayat 90. Larangan mengkonsumsi khamar ...

“(…dan memberikan harta yang dicintainya) memberi arti bahwa orang yang berbuat kebajikan adalah orang yang sangat senang dengan harta, orang yang selalu menginginkan harta itu selalu ada dalam kepemilikannya. Tapi ia rela memberikan harta itu kepada pihak-pihak yang lemah dan membutuhkan, seperti kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-peminta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya“. Oleh karena ...

(177) Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kita-kitab dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-peminta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menempati janji apabila berjanji, dan ...

Setelah Allah memberi ajaran sopan-santun kepada ummat yang beriman, supaya mereka memilih kata-kata yang baik, yang tidak bisa disalah-artikan, dilanjutkan lagi sekarang supaya mereka jangan meniru perangai-perangai Bani Israil yang suka banyak tanya, banyak soal, yang bukan semata-mata untuk menghilangkan keraguan ; “Atau apakah kamu hendak bertanya kepda Rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu?” (pangkal ayat 108). ...

“Tidakkah engkau ketahui?” (pangkal ayat 107). Gaya pertanyaan seperti ini adalah menguatkan kata, yang dinamai Istifham-Inkari. Tidakkah engkau tahu wahai utusanKu? Untuk menekankan perhatian kepada hal yang tengah dibicarakan. “Bahwasanya Allah itu, kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi.” Dia Yang Maha Kuasa mengatur semuanya. Maka jika perhatian telah ditumpahkan kepada Maha Kekuasaan yang meliputi semua langit dan bumi itu, menjadi kecillah ...

Kemudian daripada itu Tuhan memperingatkan kepada orang-orang yang beriman bahwasanya Rasul-rasul diutus Tuhan ganti-berganti, dan wahyu atau Kitab Suci diturunkan berturut-turut. Semuanya itu memakai ayat-ayat, atau tanda. Ayat diartikan juga mu’jizat. Ayat diartikan juga, syariat atau perintah Nabi berganti datang. Kitab berturut turun, zaman pun berganti. Tetapi pokok hukum, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, dan percaya akan Hari ...

“Tidaklah suka orang-orang kafir dari Ahlul-Kitab itu, dan tidak pula orang musyrikin, bahwa akan diturunkan kepada kamu barang suatu kebaikan dari pada Tuhan kamu.” (pangkal ayat 105). Mereka tidak senang jika pengajaran agama yang kamu terima dari Nabimu itu bertambah kembang dan kamu bertambah maju. Sedang al-Quran yang kamu terima itu, pimpinan dari Nabimu sendiri sudah terang akan membawa berbagai ...

Setelah demikian banyak kata dihadapkan kepada Bani Israil, sekarang dihadapkan tuntunan bagi orang yang Mu’min sendiri, pengikut setia daripada Rasul, agar mereka menjaga sopan santun. Karena salah satu sebab keruntuhan jiwa Bani Israil itu ialah kerusakan akhlak mereka terutama terhadap kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka. Di antara sopan santun itu ialah kesopanan memilih kata-kata yang akan diucapkan. Pilihlah kata-kata yang ...