Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Dalam ajaran Islam, toleransi agama adalah hal yang penting untuk dikaji. Karena apabila terjadi salah konsep akan mengakibatkan gagal paham terhadap nilai-nilai keimanan. Di dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan toleransi dalam hubungan beragama di dalam Q.S al-Kafirun ayat 1-6 yang berbunyi: “Katakanlah! Hai orang-orang kafir. Aku tidaklah menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pula menyembah apa yang aku sembah. ...

Sebagai kitab suci, Al-Qur’an tidaklah diwahyukan tanpa maksud dan makna, layaknya kertas kosong tanpa pesan menyertainya. Tetapi Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber-pedoman bagi kehidupan umat manusia. Kandungan makna petunjuknya begitu luas dan mendalam, sehingga memunculkan berbagai macam corak penafsiran. Seperti corak penafsiran falsafi, teologi, fiqh, linguistik maupun sufistik. Termasuk akan diuraikan sufistik Hamka. Keragaman corak tersebut, bisa karena kecenderungan, interest dan ...

Ada satu nama yang tidak akan luput dari perhatian para pengkaji studi Al-Qur’an di Indonesia. Dia adalah Howard M. Federspiel, seorang profesor di Institute of Islamic Studies, McGill University dan profesor ilmu politik di The Ohio State University, AS. Ia lahir pada 1932 di New York, AS dan memulai perjalanan intelektualnya di Universitas Capital sebelum akhirnya belajar di Institute of ...

Di dunia ini, kita sebagai manusia dan makhluk yang memiliki akal dan pemikiran yang begitu luas. Seperti halnya kita memikirkan bahwa alam semesta ini tidak akan bisa seperti yang kita rasakan pada saat ini jika tidak ada yang memimpin dan menciptakannya. Seperti halnya kita mengenal pohon yang selalu menggugurkan daunnya pada saat yang sudah ditentukan, seperti malam dan siang yang ...

Surah Ali Imran ayat ke 104 adalah salah satu ayat dalam al Quran yang cukup banyak diketahui dan dihafal oleh umat Islam. Ayat ini cukup dikenal sebagai ayat dakwah karena banyak gerakan dakwah Islam yang menjadikan ayat ini sebagai landasan utama pergerakan mereka. Lantas apa isi kandungan dari ayat ini? Perintah Menjaga Nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ ...

Setelah Allah memberi ajaran sopan-santun kepada ummat yang beriman, supaya mereka memilih kata-kata yang baik, yang tidak bisa disalah-artikan, dilanjutkan lagi sekarang supaya mereka jangan meniru perangai-perangai Bani Israil yang suka banyak tanya, banyak soal, yang bukan semata-mata untuk menghilangkan keraguan ; “Atau apakah kamu hendak bertanya kepda Rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu?” (pangkal ayat 108). ...

“Tidakkah engkau ketahui?” (pangkal ayat 107). Gaya pertanyaan seperti ini adalah menguatkan kata, yang dinamai Istifham-Inkari. Tidakkah engkau tahu wahai utusanKu? Untuk menekankan perhatian kepada hal yang tengah dibicarakan. “Bahwasanya Allah itu, kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi.” Dia Yang Maha Kuasa mengatur semuanya. Maka jika perhatian telah ditumpahkan kepada Maha Kekuasaan yang meliputi semua langit dan bumi itu, menjadi kecillah ...

Kemudian daripada itu Tuhan memperingatkan kepada orang-orang yang beriman bahwasanya Rasul-rasul diutus Tuhan ganti-berganti, dan wahyu atau Kitab Suci diturunkan berturut-turut. Semuanya itu memakai ayat-ayat, atau tanda. Ayat diartikan juga mu’jizat. Ayat diartikan juga, syariat atau perintah Nabi berganti datang. Kitab berturut turun, zaman pun berganti. Tetapi pokok hukum, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, dan percaya akan Hari ...

“Tidaklah suka orang-orang kafir dari Ahlul-Kitab itu, dan tidak pula orang musyrikin, bahwa akan diturunkan kepada kamu barang suatu kebaikan dari pada Tuhan kamu.” (pangkal ayat 105). Mereka tidak senang jika pengajaran agama yang kamu terima dari Nabimu itu bertambah kembang dan kamu bertambah maju. Sedang al-Quran yang kamu terima itu, pimpinan dari Nabimu sendiri sudah terang akan membawa berbagai ...

Setelah demikian banyak kata dihadapkan kepada Bani Israil, sekarang dihadapkan tuntunan bagi orang yang Mu’min sendiri, pengikut setia daripada Rasul, agar mereka menjaga sopan santun. Karena salah satu sebab keruntuhan jiwa Bani Israil itu ialah kerusakan akhlak mereka terutama terhadap kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul mereka. Di antara sopan santun itu ialah kesopanan memilih kata-kata yang akan diucapkan. Pilihlah kata-kata yang ...