Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Ada satu nama yang tidak akan luput dari perhatian para pengkaji studi Al-Qur’an di Indonesia. Dia adalah Howard M. Federspiel, seorang profesor di Institute of Islamic Studies, McGill University dan profesor ilmu politik di The Ohio State University, AS. Ia lahir pada 1932 di New York, AS dan memulai perjalanan intelektualnya di Universitas Capital sebelum akhirnya belajar di Institute of ...

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang ...

“Mereka itulah orang-orang yang telah membeli kehidupan dunia di Akhirat.” (pangkal ayat 86). Alangkah tepat ungkapan ini! Untuk merebut hidup dan kemegahan dunia yang fana, kedudukan pendeta-pendeta, ketinggian dalam pandangan masyarakat pengikut yang bodoh-bodoh, mereka lemparkan isi Taurat mereka oleh karena kalau dituruti isi Taurat pegangan itu sebenar-benarnya niscaya mereka terpaksa menerima al-Quran dan mengakui Nabi s.a.w. Kalau isi Taurat ...

“Sesungguhnya Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau lebih kecil darinya.” Orang-orang yang kafir atau munafik itu mencari-cari saja fasal yang akan mereka bantahkan, untuk membantah Nabi. Dalam wahyu Tuhan Allah membuat berbagai perumpamaan. Tuhan pernah mengumpamakan orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain, adalah laksana laba-laba membuat sarang. Sarang laba-laba adalah sangat rapuh. (Surah al-Ankabut ayat 41). ...

“Maka jika kamu tidak dapat membuat, dan sekali-kali kamu tidak akan dapat membuat, maka takutlah kamu kepada neraka yang menyalakannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (ayat 24). Kalau kamu sudah nyata tidak sanggup menandingi al-Quran, dan memang selamanya kamu tidak akan sanggup, baik susun kata atau makna yang terkandung di dalamnya, maka janganlah diteruskan juga ...

“Dan jika adalah kamu dalam keraguan dari hal apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami.” (pangkal ayat 23) Hamba kami yang Allah maksudkan ialah Nabi kita Muhammad s.a.w, satu ucapan kehormatan tertinggi dan pembelaan atas diri beliau. Dan yang kami turunkan itu adalah al-Quran. Di ayat kedua permulaan sekali, Tuhan telah menyatakan bahwa al-Kitab itu tidak ada lagi keraguan ...

Fikirkanlah olehmu hai manusia, akan Tuhanmu itu: Yang telah menjadikan untuk kamu akan bumi, jadi hamparan (pangkal ayat 22) Terbentang luas sehingga kamu bisa hidup makmur di atas hamparannya itu. “Dan langit sebagai bangunan” yang dapat dirasakan melihat awannya yang bergerak di waktu siang dan bintangnya yang gemerlap di waktu malam dan mataharinya yang memberikan sinar dan bulannya yang gemilang ...

Martabat dan tingkat yang dapat dicapai oleh orang yang beriman karena menerima petunjuk Tuhan sudah diterangkan, sebab-sebab orang menjadi kafir pun sudah dijelaskan. Orang yang pecah rohani dengan jasmaninya sehingga menjadi munafikpun sudah. Manusia mempergunakan akalnya sudahlah dapat mengerti jalan mana yang akan dia tempuh, jalan selamat atau jalan celaka. Sekarang dihentikan itu dahulu dan disuruhlah manusia supaya dengan fikiran ...

“Nyarislah kilat itu menyambar penglihatan mereka.” (pangkal ayat 20). Oleh karena mereka meraba-raba di dalam gelap, terutama kegelapan jiwa, maka kilat yang sambung-menyambung yang mereka takuti itu nyarislah membawa celaka mereka sendiri. Demikianlah, bagi orang mukmin kilat itu tidak apa-apa. Penglihatan mereka tahan melihat guruhnya dan melihat pancaran apinya yang hebat itu, tetapi si munafik menjadi kebingungan karena tidak tentu ...

“Perumpamaan mereka adalah laksana orang yang menyalakan api.” (pangkal ayat 17). Mengapa api mereka nyalakan? Ialah karena mereka mengharap mendapat terang dari cahaya api itu: “Maka tatkala api itu telah menerangi apa yang di sekelilingnya, dihilangkan Allahlah cahaya mereka.” Api telah mereka nyalakan dan telah menggejolak naik dan yang di sekelilingnya telah diberinya cahaya, tetapi mata mereka sendiri tidak melihat ...