Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 46: Siapakah Orang yang Khusyu’?

Mansukh
Sumber: unsplash.com

Dan siapakah orang yang bisa menjadi khusyu’?

“(Yaitu) orang-orang yang sungguh percaya, bahwasanya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwasanya kepadaNya mereka okan kembali.” (Ayat 46)

Untuk menambahkan khusyu’ hendaklah kita ingat, sampai menjadi keyakinan, bahwasanya kita ini datang ke dunia atas kehendak Tuhan dan akan kembali ke akhirat dan akan bertemu dengan Tuhan. Di hadapan Tuhan akan kita pertanggungjawabkan semua amal dan usaha kita selama di dunia. Maka dari sekarang hendaklah kita latih diri mendekati Tuhan. Ibaratnya ialah sebagai apa yang disebut di zaman sekarang dengan kalimat relasi (relation).

Datang tiba-tiba saja kita berhadapan dengan Tuhan, padahal ma’rifat terlebih dahulu tidak ada, dan hubungan kontak jarang sekali, tentu akan membuat bingung, karena tidak ada persiapan. Sampailah Imam Ghazali mengatakan bahwa jika kamu berdiri sembahyang hendaklah sebelum kamu takbir kamu inga tseakan-akan itulah sembahyangmu yang terakhir. Mungkin nanti engkau akan mati, sebab itu engkau khusyu’ kan hatimu menghadap Tuhan.

Inilah beberapa seruan kepada Bani Israil, untuk mengembalikan mereka kepada pangkalan agama yang sejati. Sebab inti agama yang mereka peluk selama ini itulah dia inti Islam dan marilah menjadi Islam. Kamulah yang lebih patut mula-mula menyambutnya.

Dalam ayat ini bertemu kalimat yazhunnuuna, yang kita artikan: “Mereka yang sungguh percaya”. Pokok ambilan kalimat ialah zhann (ظَن), yang menurut arti asalnya ialah berat fikiran kepada satu jurusan dan belum yakin benar. Hasil ijtihad di dalam seorang mujtahid menetapkan suatu hukum tidaklah ada yang yakin, melainkan zhann saja.

Kalau yazhunnuuna dalam ayat ini kita artikan: “Orang-orang yang telah berat sangkanya bahwa dia akan berjumpa dengan Tuhannya”, niscaya tidaklah kena maksud iman. Sebab seorang mu’min wajiblah yakin bahwa hari akan kiamat dan dia akan mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Tuhan. Di dalam ayat 4 dari pada Surat 2, al-Baqarah dijelaskan sifat-sifat orang yang takwa, yaitu orang yang yakin akan hari akhirat.

Baca Juga  Tafsir Al-Baqarah Ayat 221 (3): Larangan Menikahi Perempuan Musyrik

Oleh sebab itu maka kebanyakan Ulama Tafsir memberi arti Yazhunnuuna, dengan “mereka yang sungguh-sungguh percaya.” Bukan menurut artinya yang asal, yaitu “orang-orang yang berat sangkanya”.

Ibnu Jarir menegaskan dalam tafsirnya: “Orang Arab kadang-kadang menamai yakin itu dengan zhann, sebagaimana juga mereka pernah menamai gelap dengan sadafah dan terang dinamainya juga sadafah. Orang yang menyeru meminta tolong mereka namai shaarikh, dan orang tempat memohonkan pertolongan itu kadang-kadang mereka namai shaarikh juga. Dan ada lagi beberapa perumpamaan pemakaian nama-nama yang lain, yaitu menamai sesuatu keadaan dengan lawannya.” Sekian kata Ibnu Jarir.

Memang terdapat dua tiga kali di dalam al-Quran, kata zhann artinya yakin. Di antaranya terdapat dalam Surat 59, al-Haqqah ayat 20. Dan pemah juga terdapat dua ayat berdampingan, keduanya memakai kalimat zhann; ayat yang pertama berarti berat sangka saja. Dan ayat yang kedua berarti saya yakin. Yaitu jelas tertulis di dalam Surat 17, al-Isra’ ayat 101 dan 102, menerangkan dialog bertukar-kata di antara Fir’aun dengan Musa. Di ayat 101 Fir’aun menyatakan perasaannya bahwa dia menyangka Nabi Musa seorang fukang sihir. Sedang di ayat 102 Musa membalas, menyatakan bahwa dia yakin bahwa Fir’aunlah yang akan kena bencana kemurkaan Tuhan.

Sumber: Tafsir Al-Azhar Prof. HAMKA. Pustaka Nasional PTE LTD Singapura

Tanwir.id
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.