Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 40: Da’wah Kepada Bani Israil

Mansukh
Sumber: unsplash.com

Sebagai telah kita maklumi pada keterangan-keterangan di atas selain dari persukuan Arab Bani Aus dan Bani Khazraj, maka ada pula penduduk Madinah dari pemeluk agama Yahudi. Mereka bukanlah bangsa Arab keturunan Qahthan atau Adnan. Tetapi mereka adalah keturunan dari Nabi Ya’kub alaihis-salam. Ya’kub putera dari Ishak dan Ishak putera dari lbrahim, semuanya adalah Rasul Allah.

Beliau beranak laki-laki 12 orang, di antaranya Nabi Yusuf a.s. Maka berkembang-biaklah anak keturunan Nabi Ya’kub yang 12 orang ini. Gelar kehormatan yang diberikan Tuhan kepada Nabi Ya’kub ialah Israil. II diujung itu ialah bahasa Ibrani yang artinya Allah. Israil kononnya berarti Amir pejuang bersama Allah.

Bani Israil menerima Taurat dari Musa. Lama-lama timbullah pada mereka kesan bahwasanya agama yang mereka pusakai dari nenek-moyang mereka itu yang dirumuskan dalam Taurat Nabi Musa dan Nabi-nabi yang lain sesudah Musa, adalah khusus buat mereka belaka. Di antara 12 suku Bani Israil itu, yang terbesar adalah keturunan suku anak yang kedua, yaitu Yahuda. Lama kelamaan menjadi kebiasaanlah mereka menyebut diri Yahudi dan agama mereka agama Yahudi, yang dibangsakan kepada Yahuda itu. Padahal yang lebih tepat, supaya semuanya tercakup ialah kalau disebutkan Bani Israil.

Maka selain dari da’wah untuk orang Arab, Qahthan dan Adnan, Nabi Muhammad s.a.w. diperintahkan Tuhan menyampaikan da’wah kepada Bani Israil. Persukuan mereka yang besar di Madinah ketika itu adalah Bani Nadhir, Bani Qainuqa’, Bani Quraizhah dan lain-lain persukuan yang kecil-kecil.

Dengan pindahnya Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah, rapatlah pergaulan dengan mereka. Apatah lagi ketika itu kegiatan perdagangan ada di tangan mereka. Mereka selalu bertemu di pasar. Dan telah dibuat perjanjian akan hidup berdampingan secara damai. Maka diperintahkan kepada Rasulullah supaya menyampaikan da’wah pula kepada mereka.

“Wahai Bani lsrail! lngatlah nikmatKu yang telah Aku kurniakan kepada kamu dan penuhilah janjimu agar Aku penuhi (pula) janjiKu, dan semata- mata kepadaKu sajalah kamu takut “ (ayat 40).

Dihadapkanlah seruan kepada mereka, karena patutlah mereka yang terlebih dahulu menerima kebenaran yang dibawa Muhammad s.a.w. mengingat nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Diantara bangsa-bangsa yang sezaman dengan mereka dahulunya, kepada merekalah dikhususkan Tuhan nikmat wahyu.

Baca Juga  Makna Kehidupan Bermasyarakat (1)

Sampai mereka dilepaskan dari perbudakan Fir’aun dan diberi tanah istimewa pusaka nenek-moyang mereka lbrahim dan Ishak, dan berpuluh-puluh banyaknya Nabi dan Rasul dibangkitkan dalam kalangan mereka. Patutlah mereka mengingat nikmat itu dan dari sebab itu patut pulalah mereka yang dahulu sekali menyatakan percaya pada Muhammad s.a.w.

Di samping itu disuruh mereka mengingat kembali janji khusus mereka dengan Allah. Meskipun kitab Taurat sudah tidak ada aslinya lagi, namun janji itu masih bertemu, yaitu bahwa mereka tidak akan mempersekutukan yang lain dengan Allah. Dan supaya beriman kepada Rasul-rasul Allah yang datang menegakkan kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa itu.

Dan dijanjikan pula kelak kemudian hari akan diutus pula seorang Rasul dari antara saudara mereka, yaitu Bani Ismail. Itulah Nabi Muhammad s.a.w. Sekarang Nabi itu telah datang membawa ajaran persis ajaran yang telah mereka janjikan dengan Allah itu pula, yaitu Tauhid mengesakan Tuhan. Patutlah mereka ingat janji itu kembali. Dan Tuhanpun telah berjanji pula dengan mereka, akan memberi mereka kemuliaan di antara manusia dan bangsa-bangsa.

Asal mereka tetap setia akan janji itu, Tuhanpun akan memenuhi janjiNya pula. Dan kata Tuhan selanjutnya, kepadaKu sajalah takut! Jangan takut kepada yang lain. Jangan segan menyatakan iman kepada Muhammad karena ancaman dari ketua-ketua mereka, rabbi-rabbi dan ahbar (pendeta-pendeta) mereka. Dan jangan segan menyatakan iman, karena takut akan kalah pengaruh.

Sumber: Tafsir Al-Azhar Prof. HAMKA. Pustaka Nasional PTE LTD Singapura

Tanwir.id
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.