Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Tafsir QS. Adz-Dzariyat Ayat 15-18: Balasan Bagi Orang Bertaqwa

Bertaqwa
Sumber: istockphoto.com

Orang yang bertaqwa di dalam Islam adalah orang yang dengan sepenuhnya mengerjakan perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarangnya. Taqwa adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada keyakinan atau keimanan akan adanya Allah. Dalam Al-Qur’an kata taqwa seringkali dijumpai dalam perkataan al-muttaqin yang merujuk kepada orang-orang yang bertaqwa atau dalam perkataan Ibnu Abbas yakni orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya. 

Lalu balasan apa yang Allah berikan untuk mereka yang bertaqwa? Dan amalan apa yang mereka kerjakan untuk bisa berada di maqam taqwa dan mendapatkan balasan sebegitu agungnya? Mari kita bahas menurut QS. Adz-Dzariyat.

Tafsir Ayat 15-16: Balasan Bagi Orang Bertaqwa

  • Tinggal di taman surga

Orang-orang yang taqwa itu nantinya akan dikembalikan dan ditempatkan di dalam surga. Menurut Tafsir Jalalain yakni mereka berada di taman-taman surga dan di mata air-mata air yang mengalir di dalam surga. Menurut tafsir Ibnu Katsir, orang yang bertaqwa, mereka akan dipisahkan dengan orang-orang yang celaka. Mereka mengalami azab, pembalasan, dibakar di dalam neraka, dan dirantai dengan belenggu-belenggu.

  • Mendapatkan kenikmatan langsung dari Rabb-Nya

Orang-orang yang bertaqwa kelak akan mendapatkan kenikmatan yang agung yang diambil dari amalan-amalan yang dulu pernah mereka lakukan saat di dunia. Di dalam Al-Qur’an mendeskripsikan mereka bisa mendapatkan apa saja semisal dari kebun jeruk dengan kemewahan yang tak terkira, dinaungi dengan daun yang rindang. Gus Baha’ mendeskripsikan bahwa kenikmatan terbesar di surga adalah nikmat bertemu dengan Allah.

Langkah-Langkah Menuju Maqam Taqwa

Lalu bagaimana manusia bisa sampai pada maqam taqwa dan mendapatkan imbalan-imbalan yang agung yang diberikan oleh Allah? Berikut mari kita bahas secara singkat

  • Sedikit tidur di malam hari
Baca Juga  Hukum Wanita Haid Menyentuh Al-Qur’an Menurut Empat Mazhab

Mereka adalah orang yang senantiasa mengerjakan shalat di malam hari seperti shalat tahajud, tasbih, hajat, dll. Dalam ayat ini ada dua pendapat sehubungan dengan i’rab dalam penyebutan huruf ma. Pendapat pertama menyebutkan ma dalam ayat tersebut adalah ma masdariyah, yang artinya mereka sedikit tidur di malam hari yang kemudian pendapat ini diyakini oleh ibnu Jarir. Yakni mengerjakan shalat dengan keteguhan hati dan karenanya mereka tidak tidur di malam hari melainkan hanya sedikit.

Para sahabat sudah terbiasa melakukan hal seperti ini, mengutamakan beribadah daripada tidur mereka sendiri. Pendapat yang kedua adalah ma nafiyah yang berarti mereka sedikit menjalani malam harinya karena mereka tidak tidur. Untuk itu, Ibnu Abbas telah mengatakan bahwa tiada suatu malam pun yang mrereka lalui, melainkan mengambil sebagian (untuk megerjakan shalat di malam hari)

  • Memperbanyak istighfar menjelang subuh.

Berdasarkan pendapat pertama yang telah dijelaskan di atas, maka orang-orang tersebut setelah melakukan shalat kemudian melanjutkan dengan memperbanyak istighfar ketika menjelang subuh. Sehingga bacaan istighfar mereka kerjakan di waktu sahur. Dalam Tafsir Jalalain, mereka berdoa dengan mengucapkan, “allahumaghfir lanaa (ya Allah ampunilah kami)”.

Kesimpulan

Demikian tafsir QS. Adz-Dzariyat ayat 15-18 yang dapat kita simpulkan bahwa ternyata untuk sampai pada maqam taqwa, usaha kita adalah seperti membaca Al-Qur’an, beristighfar, mengerjakan shalat, puasa, dan amalan lainnya. Disamping itu Ustaz Adi hidayat memaparkan bahwa orang yang akan diangkat pada maqam taqwa adalah orang yang mengerjakan amalan-amalan tersebut dengan keadaan hatinya dalam ketaqwaan.

Artinya ikhlas karena Allah dan tidak ada campuran sama sekali paling tidak semisal mengharap pujian dari manusia lain dan hanya agar mendapatkan gelar kesalehan dari orang lain. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang yang selalu mengingat Allah dan termasuk pula golongan orang-orang yang bertaqwa. Amiin

Baca Juga  Berpuasa dari Sekarang, Untuk Membuka Pintu Surga

Penyunting: Bukhari