Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Tafsir Ilmi Q.S Ar-rum Ayat 54: Perkembangan Fisik Manusia

Sumber: istockphoto.com

Al-qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah melalui perantara Malaikat Jibril, diutusnya untuk memberikan Wahyu kepada Nabi Muhammad sebagai pedoman hidup. Petunjuk yang dibawanya dapat menjadi sumber seluruh isi yang terdapat dalam alam ini, baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Al-qur’an secara tegas mengemukakan bahwa penciptaan yang ada di muka bumi ini berasal dari sosok manusia. Manusialah awal diciptakan dari tanah sementara generasi selanjutnya diciptakan dari sari pati yaitu air yang hina (air mani). Kemudian Allah menciptakan kamu menjadi manusia yang sempurna. Penciptaan manusia sendiri yang disebut tahapan perkembangan fisiknya terbagi menjadi tiga fase.

Allah menciptakan manusia dari keadaan yang lemah yaitu ketika masih kecil masa kanak-kanak, kemudian dijadikan menjadi keadaan yang kuat untuk bertindak, menginjak masa remaja sampai dewasa. Setelah manusia dijadikan dalam keadaan kuat maka Allah mengembalikan manusia dalam keadaan yang lemah dan beruban. Diciptakan kelemahan bagi kamu dengan penuaan dan lanjut usia. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki seperti adanya kelemahan, kekuatan, masa muda, dan masa tua, karena Allah Maha Kuasa.

Perkembangan Fisik Manusia

Perkembangan perihal berkembang secara etimologi yang berarti menjadi bertambah sempurna, baik pribadi, pikiran dan pengetahuan seseorang. Sedangkan secara terminologi perkembangan dapat diartikan sebagai suatu perubahan yang progresif dan kontinu dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Perkembangan dapat juga diartikan sebagai perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya. Perkembangan manusia merupakan suatu studi ilmiah tentang pola perubahan dan stabilitas di sepanjang rentang kehidupan manusia.

Fisik atau tubuh manusia merupakan sistem organ yang kompleks dan terbentuk pada periode prenatal. Perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan emosi: otot dan emosi; yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik. Kelenjar endokrin yang menyebabkan munculnya pola tingkah laku baru, seperti pada usia remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis: struktur fisik atau tubuh yang meliputi tinggi, berat, dan proporsi.

Baca Juga  Proses Turunnya Hujan dalam Q.S Ar-Rum Ayat 48

Makna Dhai’if dalam Q.S Ar-rum ayat 54

Kata Dha’if secara umum yang terdapat dalam Al-qur’an bermakna salah satu sifat yang ada pada diri manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Dha’if  bermakna lemah, merupakan kata sifat yang berarti tidak bertenaga, lemah, tidak keras hati, dan tidak tegas. Maksud dari kata lemah disini adalah lemah yang mencakup berbagai hal dalam diri seseorang, seperti halnya lemah dalam fisik, lemah ilmu, lemah dalam berfikir, lemah iman, dan sebagainya.

Adapun pengertian makna Dhai’if dari surah Ar-rum ayat 54 sebagai berikut:

اللهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْر

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan kamu sesudah lemah menjadi kuat, kemudian Dia menjadikanmu sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang maha mengetahui lagi Maha Kuasa“.

Ayat di atas menjelaskan tentang fase-fase perkembangan fisik manusia. Di situ tertera makna dari lafaz ضَعِيْفٌ yang berarti lemah terhadap fisik. Fase perkembangan fisik manusia sendiri terbagi menjadi tiga fase. Yang pertama, manusia dilahirkan dalam keadaan lemah, tidak berdaya, sehingga segala sesuatu yang harus dilakukan dengan adanya bantuan dari orang lain. Kemudian setelah lemah maka dijadikannya manusia menjadi kuat, pada fase ini manusia diberi beban tanggung jawab, dan mampu melakukan pekerjaan yang relatif berat. Setelah melalui fase kuat kemudian dijadikannya manusia dalam keadaan lemah kembali. Ditandai dengan adanya penuaan, pikun, dan beberapa saraf yang tidak berfungsi kembali.

Fase Perkembangan Fisik Manusia

Adapun perkembangan fisik manusia yang melewati beberapa fase di antaranya:

  1. Fase pertumbuhan manusia dalam keadaan lemah
Baca Juga  Sindiran Al-Quran Untuk Orang yang Lalai Terhadap Fenomena Alam

Perkembangan manusia diawali dengan masa pra-natal dimana masa ini terjadinya pembuahan hingga terbentuknya janin di dalam rahim. Ketika janin telah berumur 40 hari maka ditiuplah ruh ke dalam janin dengan adanya tanda pergerakan janin di dalam rahim. Pada masa pranatal ini, bayi telah mampu mengalami perkembangan keberagamaan. Menurut Islam, pendidikan anak secara aktif harus sudah dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibunya. Setelah sembilan bulan di dalam rahim, maka lahirlah seorang bayi dengan keadaan lemah, dimana segala sesuatu yang dibutuhkan harus melibatkan orang tua. Mulai dari belajar makan, berbicara, dan berjalan membutuhkan bantuan dari orang tua.

2. Fase pertumbuhan manusia dalam keadaan kuat

Pada fase ini terjadinya transisi perkembangan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Sebelum memasuki masa dewasa makan akan melalui masa remaja bermula pada perubahan fisik, perubahan berat badan dan tinggi, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual. Serta cara berfikir yang logis, abstrak, dan idealitas. Menginjak usia 20 tahun, inilah masa pembentukan jati diri, kemandirian pribadi dan ekonomi, belajar hidup dengan bersosial, mulai berkeluarga. Dan pada fase ini pertumbuhan fisik manusia pada puncak tertinggi dimana seseorang mampu mengerjakan pekerjaan berat dan bertanggung jawab kepada keluarga.

***

3. Fase pertumbuhan manusia dalam keadaan lemah

Setelah pencapaian kondisi puncak, terjadi kemunduran fisik secara perlahan yang disertai mulai bermunculan berbagai keluhan fisik. Sejalan dengan perubahan sel dan jaringan tubuh, anggota tubuh juga berubah mengikuti pertambahan usia. Tahapan usia lanjut adalah fase dimana terjadi penuaan dan penurunan secara fisik, yang penurunannya lebih jelas dan dapat dilihat langsung dari pada tahap usia baya.

Baca Juga  Tujuan Hidup Manusia Menurut Al-Quran

Penuaan merupakan perubahan kumulatif pada makhluk hidup, termasuk tubuh, jaringan dan sel, yang mengalami penurunan kapasitas fungsional. Penuaan dihubungkan dengan perubahan degeneratif pada kulit, tulang, jantung, pembuluh darah, paru-paru, saraf dan jaringan tubuh lainnya. Dengan adanya penurunan kualitas fisik manusia lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Penurunan ini terutama pada penurunan kemampuan otak dalam berfikir.

Penyunting: An-Najmi

Al-fitri Fa’qotus Zuhrun Nafis
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah Lamongan, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir