Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Tafsir Ilmi: Konsep Radiasi dalam Al-Qur’an

Radiasi
Gambar: Dok.Penulis

Radiasi adalah suatu istilah yang hampir selalu memberikan kesan yang buruk di benak banyak orang. Radiasi sendiri memiliki banyak pengertian. Salah satunya, pengertian menurut Kementerian Kesehatan, yang menyebutkan bahwa radiasi adalah energi yang terpancar dan berasal dari suatu materi atau atom. Energi ini sendiri mengambil dua bentuk yaitu partikel atau gelombang.

Radiasi dalam Al-Qur’an

Terkait radiasi ini, Al-Qur’an telah menyinggungnya secara tersirat, terdapat dalam surah al-Mulk ayat 5 yang berbunyi:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”

Penafsiran HAMKA

Dalam Tafsir Al-Azhar, HAMKA menafsirkan bahwa Allah Swt menjelaskan bahwa langit dunia itu, yaitu langit yang terdekat kepada kita itu dihiasi dengan pelita-pelita yaitu bintang-bintang. Selain dari bintang-bintang yang diumpamakan laksana pelita itu, Allah Swt juga menjadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar setan. Dalam tafsir ini dijelaskan bintang-bintang yang jatuh yakni meteor itu sebagai pemanah untuk para syaitan.

Penafsiran Ibnu Katsir

Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah Swt telah menghiasi langit dekat dengan bintang-bintang, yaitu bintang-bintang yang menghiasi langit, baik yang beredar maupun yang tetap. Dan telah menjadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan. Karena sesungguhnya bintang-bintang yang ada di langit tidaklah digunakan untuk melempari setan-setan, melainkan yang dipakai ialah nyala api yang lebih kecil daripada bintang-bintang itu sendiri, atau barangkali nyala api itu bersumber darinya.

Allah telah menyediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. Artinya, Allah jadikan kehinaan itu untuk setan-setan di dunia, dan sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala di negeri akhirat. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya dalam surah Ash-Shaffat: 6-10 yang artinya:

Baca Juga  Ekosistem dalam Prespektif Sains dan Al-Quran

Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (Ash-Shaffat: 6-10)

Qatadah mengatakan bahwa sesungguhnya bintang-bintang ini diciptakan untuk tiga hal. Yaitu Allah menciptakannya untuk perhiasan bagi langit, dan sebagai pelempar setan, serta sebagai tanda-tanda untuk dijadikan petunjuk arah. Maka barang siapa yang mempunyai takwilan lain selain dari yang telah disebutkan, berarti dia mengemukakan pendapatnya sendiri. Memasuki bagian yang bukan bagiannya, keliru dalam berpendapat. Serta memaksakan dirinya terhadap apa yang tiada pengetahuan baginya tentang hal itu. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.

Penjelasan Sains tentang Radiasi

Dalam surah al-Mulk ayat 5 menegaskan bahwa bintang dapat mengeluarkan cahaya, yang berfungsi sebagai penerang. Tetapi sekaligus mengeluarkan api sebagai pelempar setan. Sejatinya, karakter-karakter bintang yang disebut diatas, adalah petunjuk saintis awal tentang radiasi bintang.

Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Apa yang membuat radiasi adalah bahwa energi memancarkan (yaitu, bergerak ke luar dalam garis lurus ke segala arah) dari suatu sumber.

Energi yang dihasilkan oleh bintang dari fusi nuklir memancar ke ruang angkasa dalam bentuk radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel. Radiasi partikel yang dipancarkan bintang terwujud dalam bentuk angin bintang. Kemudian mengalirkan proton bebas, partikel alfa bermuatan listrik, dan partikel beta dari lapisan luar bintang.

Baca Juga  Tafsir Surat Al-Baqarah 63-66

Terdapat juga aliran tetap neutrino yang berasal dari inti bintang, walaupun neutrino-neutrino ini hampir tidak bermassa. Bintang bersinar sangat terang akibat produksi energi pada intinya, yang menggabungkan dua atau lebih inti atom dan membentuk inti atom tunggal unsur yang lebih berat serta melepaskan foton sinar gamma dalam prosesnya.

Begitu energi ini mencapai lapisan luar bintang, energi ini berubah ke dalam bentuk lain energi elektromagnetik yang berfrekuensi lebih rendah. Misalnya cahaya tampak. Warna bintang, yang ditentukan oleh frekuensi cahaya tampaknya yang paling kuat, tergantung pada suhu lapisan luar bintang, termasuk fotosfernya.

Selain cahaya tampak, bintang juga memancarkan bentuk-bentuk lain radiasi elektromagnetik yang tidak kasat mata. Sebenarnya radiasi elektromagnetik bintang meliputi keseluruhan spektrum elektromagnetik. Dari yang terpanjang gelombangnya yaitu gelombang radio, ke inframerah, cahaya tampak, ultraungu, hingga sinar X dan sinar gama yang panjang gelombangnya paling pendek.

Penutup

Jika dilihat dari jumlah keseluruhan energi yang dipancarkan oleh sebuah bintang, tidak semua komponen radiasi elektromagnetik bintang memiliki jumlah yang signifikan. Namun seluruh frekuensi tersebut memberikan wawasan tentang fisik bintang.

Dengan menggunakan spektrum bintang, astronom dapat menentukan suhu permukaan, gravitasi permukaan, metalisitas, dan kecepatan rotasi sebuah bintang. Jika jarak sebuah bintang diketahui, misalnya dengan mengukur paralaksnya, maka luminositasnya dapat dihitung. Massa, jari-jari, gravitasi permukaan dan periode rotasi dapat diperkirakan dengan berdasarkan model bintang.

Penyunting: Bukhari