Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Khusyuk dan Khuduk dalam Salat

khusyuk salat
Sumber: https://telisik.id/

Nilai keutamaan salat ditimbang dari kadar khusyuk pelaku salat. Semakin khusyuk seseorang dalam salatnya, maka semakin tinggi nilanya di hadapan Allah. Satu dari tanda khusyuk adalah tunduknya seluruh anggota badan.

Menggapai salat khusyuk menjadi tujuan yang perlu dirawat. Menjalankan ibadah salat tanpa khusyuk bagaikan raga tanpa jiwa, kosong, kering dan tak bermakna. Tulisan ini menguraikan makna khusyuk dibandingkan dengan makna khuduk. Apakah keduanya bermakna tunduk dan pasrah di hadapan Allah? Berikut uraiannya!

Makna Khusyuk

Kata ini terambil dari bahasa Arab, khasyi’a-yakhsya’u-khusyu’an, berarti tenang dan diam. KBBI menyerap kata ini sebagai kata yang lenkat dengan peribadatan, dengan arti; penuh penyerahan dan kebulatan hati, sungguh-sungguh, dan penuh kerendahan hati.

Seseorang yang khusyuk mencurahkan perhatian kepada sesuatu yang dia khusyuk kepadanya sambil mengabaikan selainnya. Satu dari tanda khusyuk dalam salat adalah menundukkan pandangan ke tempat salat.

Khusyuk menggambarkan kondisi fisik dan hati. Sebagaimana dalam beberapa ayat Al-Qur’an berikut ini:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥

Artinya: “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45)

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢

Artinya: “Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,” (QS. Al-Mu’minun [23] :1-2)

Makna Khuduk

Khuduk juga terambil dari bahasa Arab, khadi’a-yakhda’u-khudu’an, berarti rendah hati dan ketundukan. KBBI menjelaskan kata khuduk berarti rendah hati. Kata ini berbeda dengan khusyuk. Jika khusyuk cenderung menundukkan pandangan dan suara, maka khuduk menjadikan jiwa tunduk, patuh dan berserah.

Kedua kata ini berebda tetapi saling terkait satu sama lain. Terlepas perbedaannya, poin yang mengikat keduanya adalah keseimbangan antara jiwa dan raga; hati dan anggota tubuh; rohani dan jasmani.

Sehingga dikatakan bahwa, apabila hati telah khusyuk maka anggota tubuh otomatis akan tunduk.

Kesimpulan

Kata khusyuk dan khuduk terambil dari bahasa Arab dan masuk dalam KBBI sebagai kata serapan. Keduanya menggambarkan keadaan dan kondisi pada ritual keagamaan yang transendental. Khusyuk mengambil porsi kondisi hati yang tenang dengan pandangan ke sesuatu yang besar. Sementara khuduk mengambil peran menenangkan jiwa agar rendah hati di hadapan keagungan-Nya.

Baca Juga  Ancaman Al-Qur'an atas Janji Politik dan Sumpah Politisi

Mencapai khusyuk tidak mungkin tanpa khuduk. Keduanya merupakan dua hal yang berkelindan. Memulai sesuatu dengan kehadiran hati, kemudian tampak pada ketenangan pandangan dan pendengaran. Sehingga meraih fokus, tawajuh kepada Allah dalam salat. Semoga menjadi bekal memahami khusyuk dan khuduk untuk meraih salat yang sempurna. Mukmin yang beruntung adalah mereka yang khusyuk dalam salat. Menjadikan salat dan sabar sebagai penolong, hanya ia yang khusyuk yang mampu menggapainya. Wallahu’alam. []

Tanwir.id
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.