Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Review Artikel: Analisis Ayat Al-Qur’an yang Turun di Malam Hari

Sumber: https://en.shafaqna.com/

Menarik untuk diketahui secara mendasar, para ulama tafsir hanya melakukan penelitiannya terhadap penerjemahan atau penafsiran dari setiap ayat-ayat yang terdapat di dalam al-Qur’an. Jarang sekali kita temukan ulama yang membahas aspek turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Misalnya, waktu penurunan ayat dalam al-Qur’an apakah diturunkan pada waktu siang hari atau malam hari. Abu Qasim menjelaskan dalam kitabnya al-Tanbih, bahwa mereka tidak mendapati siapa ulama yang mengetahui turunnya ayat-ayat al-Qur’an di Mekah dan Madinah pada waktu siang dan malam, begitu juga yang disebutkan oleh Abu Bakar bin al-Arabi al-Ma’afari.

Tulisan ini adalah hasil review dari artikel karya Abdul Jalil yang berjudul, “Waktu Turunnya Ayat dalam Al-Qur’an: Analisis tentang Ayat-Ayat al-Qur’an yang Turun di Malam Hari.” Berikut uraian lengkapnya!

Konsep Malam Hari dalam al-Qur’an

Dapat kita pahami bahwa kata malam dalam al-Qur’an merupakan kebalikan dari siang. Adapun siang merupakan waktu dimana cahaya matahari menyebar menyinari bumi, jika dilihat dalam hukum Islam yaitu mencakup waktu antara fajar dan terbenamnya matahari. Melalui firman-Nya, Allah SWT menganalogikan siang itu dengan kata terang sedangkan gelap itu dikatakan malam hari. Dan kata malam disebutkan Allah dalam firman-Nya sebanyak 92 kali, sedangkan kata siang disebutkan sebanyak 57 kali. Pada konteks ini juga, Allah menjadikan malam itu sebagai waktu bagi manusia untuk beristirahat dari lelahnya aktivitas kehidupan yang dia jalani pada siang hari. Waktu siang Allah jadikan bagi manusia untuk bekerja, mendekatkan diri kepada Allah dan berzikir kepada Allah.

Ayat-ayat Malam dalam Kajian Ulumul Qur’an

Dapat dijelaskan bahwa kata malam yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah apa yang terjadi dan apa yang diturunkan oleh Allah pada malam hari kepada Nabi Muhammad saw., dan begitu juga kata siang hari ditujukan sebagai bentuk apa yang telah Allah turunkan pada waktu siang tersebut kepada Nabi Muhammad tanpa mensyaratkan Nabi harus berada pada tempat atau alamat tertentu untuk menurunkan wahyu kepadanya. Waktu turunnya suatu ayat al-Qur’an, ternyata sangat berpengaruh terhadap psikologis Nabi sebagai penerima wahyu. Taha ‘Abidin Taha memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat yang diturunkan pada malam hari, contohnya seperti:

Baca Juga  Tafsir Al-Furqan; Tafsir Indonesia Karya Ahmad Hassan

1. QS. Ali-Imran: 190.

Ayat yang dikatakan “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi ada perbedaan malam dan siang sebagai tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

2. QS. Al-Maidah: 67.

Al-Zarkasyi menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan pada waktu Rasulullah berperang bersama para sahabat. Lalu pada waktu malam Rasulullah menjaga mereka sampai pada akhirnya datanglah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah yang akan menjaga kita pada malam hari ini?” dan akhirnya datanglah Hudzaifah dan Sa’ad kepada Rasulullah dengan membawa al-Jahfi dan sebuah pedang, bahwa merekalah yang akan menjaga Rasulullah dan para sahabat pada waktu malam hari itu. Ketika pada saat itu Nabi sedang berada dalam sebuah tenda, kemudian Allah mewahyukan kepada Rasul-Nya, mengatakan bahwa Allah lah yang akan menjaga Rasulullah pada waktu malam itu, sehingga Rasul menyuruh para sahabatnya untuk pergi.

3. QS. Al-Qasas: 56.

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Thalib, Paman Nabi yang telah membela dan melindungi Nabi. Riwayat menyatakan bahwa Abu Thalib meninggal tidak dalam keadaan Islam, hingga akhirnya Nabi sedih melihat pamannya wafat.

4. QS. Al-Fath: 1.

Ayat ini membawa kabar gembira yang Allah berikan guna memberkahi Nabi dengan menurunkan suatu peristiwa yang besar yakni Fathul Makkah. Peristiwa ini membuat Nabi bahagia dan dapat menghilangkan segala bentuk kesedihan yang dirasakan oleh Nabi. Dikatakan bahwa, kebahagiaan ini lebih besar nilainya daripada dunia dan seisinya.

5. al-Mu’awwidhatan: QS. Al-Falaq dan An-Nas.

As-Suyuti mengatakan bahwa QS. Al-Falaq dan An-Nas turun pada waktu malam hari. Turunnya ayat tersebut berkenaan dengan kondisi Nabi yang sedang sakit karena terkena sihir oleh seorang Yahudi yang bernama Labid al-Mu’asim. Ketika ayat tersebut turun, Nabi sangat bahagia sehingga Nabi merutinkan pembacaan surah tersebut sebelum tidur.

Baca Juga  Ragam Pendapat Ulama tentang Al-Ahruf Al-Sab’ah

Cara Mengetahui Ayat-Ayat Turun di Malam Hari

Ayat-ayat diturunkan di malam hari biasanya menggunakan kalimat seperti: “Aku turunkan atas-Nya pada malam hari” atau “Aku telah menurunkannya di malam hari”. Kisah atau peristiwa itu terjadi di malam hari maka menggunakan narasi, “Maka ayat itu diturunkan” dan “Sampai ayat itu diturunkan”. Ayat-ayat yang diturunkan pada malam hari, biasanya berkaitan dengan perenungan terhadap ciptaan Allah. Hal ini dikarenakan malam dianggap sebagai waktu yang tepat untuk merenungkan hal tersebut (ciptaan-Nya). Malam merupakan waktu untuk menghidupkan jiwa dengan merenungkan semua keadaan baik sosial, budaya, dan lain sebagainya.

Korelasi Siang dan Malam dengan Kajian Ulumul Qur’an

Pentingnya mengetahui suatu ayat diturunkan pada waktu siang dan malam dapat berpengaruh pada konteks penafsirannya. Waktu turunnya ayat dapat dikategorikan dengan turunnya langsung karena suatu peristiwa, atau diberi jeda waktu setelahnya. Bila ayat tersebut langsung turun, maka antara peristiwa dan ayat yang diturunkan akan sama, misalnya peristiwanya terjadi pada siang hari lalu wahyu Allah langsung turun. Atau peristiwanya terjadi di malam hari dan wahyu-Nya turun di malam hari juga. Maka dapat dikatakan turunnya ayat tersebut menjawab peristiwa yang terjadi pada saat itu. Namun, jika berbeda jarak waktu antara peristiwa dan wahyu baik singkat maupun lama, baik dalam hitungan hari, bulan maupun tahun.

Para ulama menyebutkan hikmah dari perbedaan ini yaitu sebagai bukti bahwa Nabi mampu menyelesaikan permasalahan meskipun dalam waktu yang lama. Hikmah lain bahwa al-Qur’an merupakan firman Allah bukan rekayasa Nabi yang dapat beliau sampaikan sesuka hatinya. Adapun kaitannya dengan psikologi, dapat dipetik hikmah, bahwa sebelum menyampaikan sesuatu hendaklah memperhatikan kondisi psikologi lawan bicara, kesesuaian dalam memiliki topik bahasan serta waktu bicara yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari kita mesti memperhatikan waktu yang tepat dalam menyampaikan perkataan kepada lawan bicara, apakah topik ini cocok untuk disampaikan pada waktu siang hari atau malam hari.

Baca Juga  Menelusuri Jejak Referensi Rasm Mushaf Kuno (Part II)

Kesimpulan

Para ulama memiliki cara untuk mengetahui ayat-ayat malam dan siang dengan membaca dan memahami suatu ayat dan sebab turunnya. Para ulama membahas ayat malam karena ayat-ayat malam sebagian besar berkaitan dengan kondisi psikologi penerima wahyu, serta apa yang terjadi dan terpikir oleh Nabi dan para sahabat sebagai golongan pertama dalam menerima riwayat.

Penyunting: Ahmed Zaranggi