Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Refleksi Q.S Hud Ayat 112: Agar Tidak Plin-Plan Teguhkan Pendirian

Sumber: kompasiana.com

Plin-plan dikategorikan sifat  buruk yang terdapat dalam diri seseorang karena tidak memiliki pendirian. Sifat satu ini berbahaya dalam hubungan sosial dan memberi dampak negatif terhadap suatu kesepakatan negosiasi perorangan. Seseorang yang memiliki sifat plin-plan tidak bijak dalam mengambil keputusan. Logika mereka tumpul karena membesarkan ego, ia terkeco dengan hasrat sehingga gampang gonta-ganti keputusan. Hari ini perkataanya A lain hari B, keputusan hari ini A, karena dirasa tidak menguntungkan dan melihat orang lain berhasil dengan keputusan B, sehingga tertarik dan mengambil keputusan B, begitu seterusnya.

Kepribadian plin-plan cenderung mudah mengubah keputusan dan relatif tidak memiliki pendirian yang kuat. Tidak hanya itu sikap plin-plan adalah sikap yang kontradiktif antara perkataan dengan hatinya atau perkataan dengan perbuatanya, karena ia bingung, tanpa mempertimbangkan secara matang baik buruknya suatu keputusan yang diambil. Sehingga sifat plin-plan tergolong sebagian dari sifat-sifat orang munafik.

Korelasi sifat plin-plan dan munafik

Plin-plan dikategorikan munafik karena sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari “Tanda orang munafik itu ada tiga, apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji ingkar dan jika dipercaya menghianati”. Garis besarnya orang munafik yang tercantum dalam hadis nabi diatas adalah memiliki sifat kontradiktif dalam segala hal. Seperti seekor bunglon yang bisa berganti wajah disetiap situasi dan kondisi.

Munafik tidak hanya mengingkari Allah Swt. dan rasulnya secara batin, namun mengimani secara lahir. Munafik secara universal adalah setiap perbuatan yang tidak sesuai dengan sikap yang asli, kehendak hati, serta senang menampilkan amalan dhohiriyyahnya mengabaikan bathiniyyah yang menjadi sifat aslinya. Orang seperti ini menampik segala bentuk nasihat, karena merasa dirinya baik, benar dan karena kerasnya hati yang ia derita.

Baca Juga  Derivasi Makna Kata Kadzib dalam Al-Qur'an

 Termaktub dalam Q.S al-Munafiqun ayat 1 “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar seorang pendusta.

Didalam tafsir Jalalain Imam Jalaluddin as-Suyuti mengatakan dikatakan orang munafik karena khilaf (perbedaan) antara apa yang diucapkan dengan apa yang ada dalam hatinya, atau perbuatan yang bertentangan dengan apa yang telah diucapkan. (Jalaluddin as-Suyuti,Tafsir Jalalain, hal. 743).

Allah Swt. sangat mengecam terhadap orang munafik. Termaktub didalam Q.S an-Nisa ayat 145 Allah Swt. berfirman “Sesungguhnya orang-orang munafik ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat penolong bagi mereka. Bukan hanya Allah, manusia pun menolak keberadaan orang munafik. Mereka merugikan, seperti benalu yang keberadaanya merugikan tanaman perkebunan. Begitupun pertemanan dengan orang munafik adalah pertemanan toxic, interaksi dengan orang munafik akan menimbulkan kecurigaan dan ditakutkan menimbulkan fitnah karena bermuka dua.

Dampak Sifat Plin-Plan

Sifat plin-plan akan memberi dampak kepada diri sendiri dan orang lain. Orang plin-plan cenderung tidak percaya diri dalam segala hal karena keputusan yang diambil. Ragu-ragu, sulit menentukan pilihan dan pesimis serta selalu ikut-ikutan karena tidak memiliki pendirian. Dikutip dari Happines.com seorang Psikolog sekaligus Peneliti ternama di Serbia bernama Stanislava Puac Jovanovic mengatakan bahwa orang plin-plan sulit menentukan pilihan, sulit berpikir rasional dan menyulitkan diri sendiri jika tidak segera diatasi.  

Plin-Plan juga berdampak pada sosial kemasyarakatan. Mungkin kita geram terhadap orang yang plin-plan. Ketidak-jelasan keputusan diindikasikan memunculkan sikap karikatural seseorang terhadap orang plin-plan. Oleh karena itu orang plin-plan akan dikesampingkan oleh rekan kerja, teman sebaya bahkan keluarga.

Baca Juga  Analisis Lafal Al-Furqan dalam Al-Qur’an

Alquran sebagai kitab yang komprehensif memberi tips secara tersirat kepada seluruh umat manusia agar memiliki kepribadian yang saleh dan memiliki pendirian yang kuat. Tujuanya adalah agar umat manusia berjalan di muka bumi ini dengan telapak kaki kuat, tujuanya jelas, bertekad bulat dan memiliki ambisi untuk mewujudkan segala bentuk anugerah yang diberikan oleh Allah Swt.  

Refleksi Q.S Hud Ayat 112

فَاسۡتَقِمۡ كَمَاۤ اُمِرۡتَ وَمَنۡ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡا‌ ؕ اِنَّهٗ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِيۡرٌ

Maka tetaplah engkau (Muhammad) dijalan yang benar sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan

At-Thabari menafsirkan ayat ini, kata fastaqim mengisyaratkan teguhkanlah pendirianmu wahai Muhammad atas perintah Allah, Agama yang mengutusmu, dan kembalilah kamu terhadap apa yang diperintahkan Allah. Sufyan menambahkan teguhkanlah pendirianmu wahai muhammad terhadap Alquran. (Jami’ul Bayan, Juz 12 hal. 598).

Meneguhkan diri adalah perintah Allah. Terutama terhadap syariat Islam, maka prinsip harus kuat. Begitu juga dalam berbagai aspek kehidupan, seseorang harus memiliki pendirian dan prinsip yang tidak mudah goyah. Jangan gampang terbawa arus demi keinginan buta. Karena hal tersebut menandakan seseorang gampang terpengaruh dan tidak memiliki pendirian.

Ibnu Qayyim dalam tafsirnya mengeluarkan statment bahwa Istiqamah (konsisten, teguh pendirian) adalah lawan dari Tughyan (melewati batas atas segala sesuatu). Artinya teguh pendirian adalah konsisten dalam setiap perbuatan, dibarengi pengetahuan hukum dasar dan pemikiran secara rasional serta mempertimbangkan keputusan dengan matang agar tidak kecewa dikemudian hari.

Tips Mengatasi Plin-Plan

Tips mengatasi sifat plin-plan yang utama adalah belajar meneguhkan pendirian agar tidak ikut-ikutan dan meyakinkan diri dalam mengambil keputusan. Ayat ini juga dipertegas dengan hadis Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Sufyan bin Abdillah r.a beliau bertanya kepada Rasulullah Saw. “Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat tentang Islam satu perkara saja yang mana aku tidak pernah bertanya lagi kepada selainmu”. Rasulullah Saw. menjawab “Katakanlah, aku beriman kepada Allah lalu istiqamahlah”. (Sahih Muslim No. 38).

Baca Juga  Pengaruh Maksiat Terhadap Keimanan

Istiqamah memiliki multi makna. Selain konsisten dan terus-menerus istiqamah juga berarti teguh pendirian, tidak gampang goyah tetap dalam prinsip utama. Jumhurul Ulama dalam menfasirkan ayat ini memaparkan bahwa ayat tersebut adalah perintah Allah Swt. kepada Rasulullah Saw. agar selalu berpegang teguh kepada perintah Allah Swt. Kemudian kepada orang yang bertaubat agar tetap konsisten dalam pertaubatanya, yaitu berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengulangi perbuatan dosanya, dengan cara meneguhkan pendirian, memantapkan hati untuk kembali kepada Allah Swt. Allah Swt. maha tahu atas segala sesuatu yang dikerjalan hambanya.

Dari pemaparan diatas dapat ditarik benang merah bahwa meneguhkan pendirian adalah perintah Allah Swt. dan Rasulnya. Memiliki prinsip hidup yang hebat akan memudahkan seseorang dalam mengarungi kehidupan di dunia. Orang berpegang teguh pada pendirian dan prinsip yang nyata akan disegani oleh banyak orang. Apalagi hakikat manusia adalah pemimpin. Memiliki integritas, cerdas dalam mengambil keputusan dan berkepribadian unggul adalah suatu keniscayaan. Wallahuaalam

Editor: An-Najmi