Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Rasulullah Sebagai Role Model Pendidikan Karakter

Karakter
Sumber: istockphoto.com

Diakui oleh para pakar bahwa telah terjadi kemerosotan akhlak diberbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa maupun orang tua. Hampir tiap hari diberitakan kasus-kasus yang berkenaan dengan kemerosotan akhlak tersebut. Sehingga hal ini menjadikan pemerintah mengambil langkah untuk merubah orientasi dan kurikulum pendidikan dengan menjadikan akhlak atau karakter sebagai prioritas utama dalam pendidikan.

Istilah karakter sendiri diperkenalkan oleh pakar pendidikan Thomas Lickona. Beliau menulis beberapa buku mengenai karakter. Hal ini latarbelakangi oleh ditemukannya fakta-fakta bahwa perilaku anak dan remaja di Amerika yang semakin lama semakin mengkhawatirkan.

Pelopor Pendidikan Karakter

Istilah karakter yang diperkenalkan oleh Thomas Lickona tersebut sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Islam dengan sebutan Akhlak. bahkan akhlak ini lebih luas dan lebih dalam lagi maknanya dari pada istilah karakter yang diperkenalkan tersebut.

Pelopor pendidikan karakter dalam Islam adalah Rasullullah Muhammad SAW. Beliaulah orang yang membawa misi perbaikan terhadap karakter masyarakat. Hal ini sesuai dengan sabda beliau  yang artinya “Sesungguhnya Aku diutus untuk memperbaiki akhlak”. Sepertinya yang sering kita ketahui bahwa karakter masyarakat ketika itu yang terkenal dengan kejahiliahannya . Namun  dalam menjalankan misinya beliau merubah akhlak masyarakat tersebut menjadi lebih baik.

Keberhasilan beliau dalam menjalankan misi perbaikan akhlak masyarakat ketika dikarenakan beliau memiliki akhlak yang baik dan mulia. Hal ini diakui oleh al-Qur’an “ dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al-Qalam : 4)”.

Sebagai Role Model Pendidikan Karakter

Keberhasilan Rasulullah SAW tersebut patut untuk dijadikan contoh untuk pendidikan karakter dewasa ini.  Selain itu diri beliau sendiri juga pantas untuk menjadi role model bagi pendidikan. Karena akan sulit untuk mendidik generasi berkarakter sementara role model nya tidak ada.

Baca Juga  Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Perspektif Multikulturalisme

Rasalullah SAW sebagai role model pendidikan karakter sendiri, telah mendapatkan jaminan oleh Allah SWT melalui al-Qur’an yaitu “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)”.

Jaminan tersebut bukanlah subjektifitas dari al-Qur’an sendiri, melainkan sudah diakui oleh para pakar dan peneliti Barat yang menelusuri kisah kehidupan beliau seperti,  Thomas Carlyle, Marcus Dods, Nazmi Luke, Will Durant dan Michael Hart. Yang kesemua mereka merupakan para pakar dan ahli non-muslim (Quraish Shihab 1994 :37:).

Beberapa Karakter Rasulullah

Dalam pendidikan karakter, paling tidak ada 18 karakter-karakter yang diharapkan dapat dimiliki oleh anak bangsa yaitu religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, bersahabat/.komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Berikut ini akan diuraikan beberapa contoh yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW yang sejalan dengan pribadi yang harapkan oleh pemerintah dapat dimiliki oleh peserta didik atau anak bangsa.

Pertama, religious. Tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah SAW merupakan orang yang paling religious karena beliau merupakan orang yang diutus untu menyampaikan risalah agama, dan beliaulah yang pertama mengamalkan ajaran agama tersebut.

Kedua, jujur. Begitu banyak riwayat dalam kitab-kitab sirah nabawiyah yang menceritakan bahwa Rasulullah merupakan pribadi yang jujur semasa hidupnya dan diberi gelar al-amin.

Ketiga, toleransi. Fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika beliau menjadi pemimpin di Madinah, ada berbagai macam jenis suku dan agama yang ada disana.

Keempat, disiplin. Beliau merupakan orang yang paling disiplin. Hal ini dibuktikan dengan ibadah sholat lima waktu yang selalu dilakukan tepat waktu dan beliaulah sebagai imamnya.

Baca Juga  Tafsir Al-Qur’an di Masa Depan: Sebuah Catatan Reflektif

Kelima, kerja keras. Beliau merupakan seseorang yang pekerja keras. Sejak kecil beliau telah mengembala, kemudian dilanjutkan dengan berdagang dan setelah diangkat menjadi pemimpin beliau juga merupakan orang yang sangat pekerja keras. Bahkan beliau yang melarang orang untuk bermalas-malasan.

Role Model Pendidikan Karakter yang Diakui

Kesimpulannya adalah bahwa dalam pendidikan karakter sebenarya kita membutuhkan role model. Rasullah SAW telah mendapat jaminan dari Allah SWT melalui al-Qur’an dan juga sudah diakui oleh para peneliti Barat yang notabene beragama non-muslim sehingga beliau layak untuk menjadi role model pendidikan karakter tersebut.

Editor: An-Najmi Fikri R

Raja Muhammad Kadri
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu al-Quran Sumatera Barat