Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Proses Turunnya Hujan dalam Q.S Ar-Rum Ayat 48

hujan
Sumber: https://www.freepik.com/

Hujan merupakan salah satu proses dari siklus air atau siklus hidrologi. Hujan juga termasuk dari salah satu bentuk proses presipitasi. Ada 3 jenis hujan berdasarkan prosesnya, terutama yang terjadi di Indonesia, yaitu hujan frontal, hujan zenit, dan hujan ortografis.

Proses terjadinya hujan frontal yaitu terjadi karena adanya pertemuan antara angin musim panas. Angin musim panas mengandung uap air lembab dengan udara yang suhu rendah. Pertemuan uap air lembab dan udara bersuhu rendah terjadi di tempat yang mudah terjadinya proses kondensasi dan pembentukan awan.

Jenis hujan yang kedua yaitu hujan zenit atau hujan konveksi. Peristiwa hujan zenit terjadi di sekitar garis khatulistiwa. Proses hujan zenit atau hujan konveksi terjadi karena pertemuan angin pasat timur laut dengan pasat tenggara. Pertemuan keduanya membentuk gumpalan yang naik secara vertikal, proses ini terjadi karena panas dari matahari. Pada proses hujan konveksi, suhu sekitar turun dan massa pada awan semakin bertambah, dan hujan terjadi saat awan berada di titik jenuh.

Jenis yang ketiga yaitu hujan ortografis. Hujan ortografis merupakan hujan yang terjadi karena adanya uap air yang terbawa ke wilayah pegunungan sehingga uap air bertemu dengan udara yang bersuhu rendah. Maka akan terjadi pengembunan dan membentuk awan dan hujan akan turun ketika awan berada di titik jenuh. Hujan ortografis sering terjadi wilayah dengan dataran tinggi seperti pegunungan.

Proses hujan secara sains dan Ar-Rum ayat 48

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS Ar-Rum [30]: 48)

Potongan ayat 48 Surah Ar-rum “Dialah Allah Yang mengirimkan angin..” menjelaskan tahapan pertama proses hujan terjadi karena proses pertemuan angin yang dikirimkan oleh Allah. Proses pengiriman angin ini dibarengin dengan gelembung-gelembung udara yang berasal dari penguapan di lautan, daratan, sungai dan tanaman. Tahapan pertama pada proses hujan yaitu tahapan evaporasi.

Baca Juga  Unsur Hidrogen Di dalam Surat Asy-Syams

Gelembung-gelembung udara tadi pecah terus menerus dan terbentuklah partikel-partikel menuju ke atmosfer dibawa oleh angin karena energi panas dari matahari.  Partikel-partikel tadi membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya.

Saat terjadi angin di sekitar kita, dianjurkan untuk berdoa “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawanya.” (HR. Muslim 2122)

Potongan ayat 48 Surah Ar-Rum selanjutnya “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…” Tahapan kedua yang tertera pada Ar-Rum ayat 48 merupakan tahapan kondensasi dari proses terjadinya hujan.

Proses kondensasi merupakan awan-awan yang terbentuk karena uap air menuju atmosfer akan bergerak sesuai dengan kehendak Allah. Jika awan-awan tersebut bergerak ke arah dataran tinggi dan pegunungan maka awan tersebut menutupi daerah dataran tinggi jika terjadi hujan, termasuk hujan jenis ortografis.

Perubahan uap air menjadi awan-awan karena suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan memadat lalu membentuk menjadi awan. Angin akan menggerakkan awan yang membawa butir-butir air menuju tempat dengan suhu yang lebih rendah. Mengapa sering sekali hujan atau mendung terjadi di pegunungan, karena suhu di pegunungan lebih rendah dari dataran rendah.

Awan-awan akan bergabung menggumpal-gumpal menjadi awan besar berwarna kelabu. Pada keadaan jenuh, awan akan menjadi bintik-bintik air dan terjadi tahap presipitasi dalam bentuk hujan, hujan es atau salju.

Tahapan ketiga pada potongan ayat 48 Surah Ar-Rum “… lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…” tahapan berikutnya dalam sains dinamakan tahapan presipitasi, turunnya air. Curah air yang turun dapat dalam bentuk hujan, hujan es atau salju.

Baca Juga  Al-Quran: Kitab Suci yang Memotivasi Peradaban Umat Islam

Hujan adalah Rahmad Kebesaran Allah

Hujan yang turun, airnya akan mengalir ke sungai, samudera dan meresap ke tanah. Maka ketika hujan deras tiba dianjurkan untuk berdoa “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Yaa, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan”. (HR Bukhari).

Pada potongan terakhir ayat 48 Surah Ar-Rum “…maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” Hujan dapat membawa kabar gembira untuk hamba-hamba-Nya, maka ketika hujan tiba sebaiknya kita berdoa “Allahumma shoyyiban naafi’an” yang artinya “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat”. (HR. Bukhari no. 1032)

Hujan merupakan rahmat Allah yang dapat menggembirakan hamba-hamba-Nya ketika sampai di Bumi karena begitu besar manfaatnya. Tanpa hujan, bumi akan menjadi kering kerontang, tanpa bersyukur kita akan menjadi kufur.

Editor: An-Najmi Fikri R