Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Pro dan Kontra Pemakaian Sorban Viral Terhadap Perempuan

Zunairah
Sumber: Islampos.com

Akhir-akhir ini beberapa pltaform di social media tak hentinya memperbincangkan mengenai gaya dalam pemakaian sorban, terutama terhadap kaum perempuan.Perlu kita ketahui bahwasannya, istilah sorban dalam bahasa Arab yaitu terkenal dengan sebutan “imamah”.Hal tersebut dapat dikatakan sebagai budaya dalam tradisi bangsa Arab yang kemudian ditranformasikan dalam sebuah agama.

Sorban dikenal sangat identik dan sering digunakan oleh kaum Adam, seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang menggunakan sorban tersebut dengan dililitkan dikepalanya. Sedangkan dalam tradisi yang terdapat di Indonesia, bahwasannya sorban hanya digunakan sebagai selendang. Namun hal ini tidak dapat menjadi sebuah acuan dalam pemakainan sorban, karena selain mengenakan sorban di kepala Nabi Muhammad SAW juga pernah mengenakan sorban tersebut sebagai selendangnya.

Hukum Menggunakan Sorban

Dalam islam, Jika hal tersebut dikaitkan dengan sunnah Nabi, maka pemakaian sorban tersebut dapat dikategorikan sebagaisunnah fi’liyah (sunah perbuatan Nabi). Banyak hadis yang menjelaskan bahwasannya memakai sorban merupakan salah satu perbuatan Nabi Muhammad SAW.berikut adalah salah satu hadis shahih yang menunjukan bahwa sorban merupakan salah satu perbuatan Nabi:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ الْغَسِيلِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ وَعَلَيْهِ عِصَابَةٌ دَسِمَةٌ

(١٩٧٠مسند أحمد)

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Ibnu Sulaiman bin Al Ghasil dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas: bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam”. (Musnad Ahmad 1970)

Hadis tersebut merupakan hadis shahih yang dapat diyakini ke- hujjahannya, sehingga dapat di amalkan dan menjadi salah satu sumber pedoman. Dari hadis tersebut juga semakin jelas menunjukan, bahwasannya tidak terdapat larangan dalam memakai sebuah sorban. Namun dalam hal ini,konsep pemakaian sorban hanya diperuntukan bagi kaum Adam. Mengapa demikian ? karena bagi kaum Adam sorban merupakan pengganti sebuah peci, walaupun tidak jarang dijumpai ketika seseorang sedang mengenakan sorban hanya sebatas disampirkan dipundaknya sebagai selendang. Banyak perdebatan yang terjadi mengenai hal ini terlebih lagi pemakaian sorban terhadap perempuan, mengingat dalam penggunaan sorban hanya diperkenankan bagi kaum Adam saja.

Baca Juga  Rekayasa Sosial yang Dibangun Rasulullah Ketika di Madinah

Pro dan Kontra

Kini sering dijumpai di berbagai social media seperti instagram, tiktok, youtube, dan lain-lain yang memperlihatkan gaya pemakaian sorban pada perempuan, mereka memakainya dengan cara melilitkan sorban tersebut di kepala mereka kemudian dengan menambah sedikit riasan agar terlihat seperti wanita Arab pada umumnya. Banyak yang mengasumsikan bahwa hal tersebut menyimpang dari ajaran agama islam, terlebih karena mereka memakai sorban dengan dililitkan dikepalanya maka akan terlihat seperti menyerupai seorang laki-laki dan hal tersebut sangat dilarang dalam ajaran Islam, bahkan tak jarang ulama yang berpendapat bahwa hal itu adalah haram. Karena salah satu penyerupaan yang diharamkan dalam islam adalah penyerupaan seorang perempuan menjadi laki-laki lalu begitupun sebaliknya yaitu seorang laki-laki yang menjelma menyerupai perempuan.

Namun, banyak para ulama pula yang mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja tidak menjadi sesuatu yang haram atau dilarang, jika konsep penggunaan sorban hanya sekedar berniat untuk bersenang-senang sementara,yang dalam artian adalah bukan untuk digunakansecara permanen atau bukan agar terlihat sebagai seorang laki-laki, karena hal tersebut bisa saja hanya untuk sekedar mencoba-coba,sehingga hal tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang haram untuk dilakukan. Berbeda dengan seorang perempuan yang benaar-benar ingin terlihat sebagai seorang laki-laki yang kemudian mulai merubah gaya penampilannya sehingga menyerupai laki-laki, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang haram.

Pada dasarnya pemakaian sorban memang hanya dikhususkan untuk laki-laki, karena sebagai pengganti dari peci. Sedangkan pemakaian kain sorban pada perempuan boleh jika digunakan hanya sebagai pengganti kerudung. Namun, semua yang dilakukan hendaknya berawal dari niat terlebih dahulu. Niat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, sebaliknya jika niat yang buruk maka akan menghasilkan sesuatu yang buruk pula. Maka dari itu, stigma buruk terkait pemakaian sorban terhadap perempuan juga dapat dilihat dari sisi positif yang ada, jika mempunyai niat yang benar.

Baca Juga  Tafsir Al-Azhar, Mengenal Allah Dengan Memperhatikan Alam