Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Perlindungan Terhadap Anak dalam Al-Qur’an

Sumber: https://www.popmama.com

Kekerasan terhadap anak seringkali terjadi, sehingga hampir tiap hari muncul berita mengenai kasus-kasus tersebut. Baik itu melalui koran, televisi maupun internet. Kekerasan yang dilakukan terhadap anak sangat beragam. Mulai dari memukul, menyiksa bahkan sampai dengan menghilangkan nyawa anak.

Kekerasan tersebut terkadang dilakukan oleh guru, kadang dilakukan oleh tetangga. Bahkan dilakukan oleh pihak keluarga sendiri, dan tidak jarang juga dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

Motif kekerasan tersebut juga sangat beragam. Ada yang disengaja, ada yang tidak disengaja. Ada yang karena kesal terhadap tingkah lakunya, ada juga karena beban hidup dan ekonomi. Bahkan ada pula yang dikarenakan malu memilikinya karena merupakan hasil hubungan di luar nikah.

Kekerasan terhadap Anak disinggung Al-Qur’an

Al-Qur’an menceritakan bahwa salah satu perilaku umat terdahulu yang sangat keji dan tidak patut untuk dicontoh adalah kekerasan terhadap anak. Khususnya membunuh. Masyarakat Arab Jahiliyah misalnya mengubur hidup-hidup anak perempuan. Ini dilakukan dengan alasan bahwa perempuan tidak dapat diandalkan dalam berperang dan terkadang menjadi aib bagi keluarga dan suka mereka.

Perilaku masyarakat jahiliyah tersebut direkam oleh Al-Qur’an sebagai berikut “dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah.  ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS. An-Nahl: 58-59), dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,” (QS. At-Takwir: 8)

Kisah Fir’aun dalam Al-Qur’an

Jikalau pada masyarakat Arab Jahiliyah mereka mengubur anak-anak perempuan mereka. Maka jauh sebelum itu telah terjadi kekerasan dan pembunuhan terhadap bayi laki-laki pada masa Fir’aun. Alasannya karena Fir’aun mendapat berita bahwa akan ada bayi laki-laki yang kelak akan lahir dan setelah dewasa akan meruntuhkan kekuasaannya. Oleh sebab itu, untuk mengantisapasi hal tersebut, maka setiap ibu hamil yang melahirkan anak laki-laki segera dibunuh.

Baca Juga  Beberapa Karakteristik Paradigma Tafsir Kontemporer (2)

Kisah fir’aun tersebut disinggung dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya sebagai berikut. “dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah: 49)

Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an

Tujuan Al-Qur’an menceritakan perbuatan-perbuatan keji terhadap anak adalah untuk menunjukkan bahwa itu salah. Sehingga tidak patut untuk dicontoh. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mengandung ajaran tentang perlindungan terhadap anak.

Perlindungan terhadap anak tersebut dapat ditemukan dalam beberapa ayat yang menetapkan hak anak. Pertama, hak untuk hidup. Hal ini tergambar dalam ayat berikut “…dan janganlah kamu membunuh anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka.” (QS. Al-An’am: 151) “dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya.” (QS. Al-Isra: 33). Jadi, Al-Qur’an memelihara hak untuk hidup setiap manusia terkhusus dalam hal ini bagi anak-anak.

Kedua, hak untuk memperoleh nafkah. Hal ini berdasarkan ayat Al-Qur’an sebagai berikut “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah: 233). Dari ayat ini dipahami juga bahwa anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang, mendapatkan jaminan kesehatan dan sebagainya.

Ketiga, hak mendapat perlindungan dan pendidikan. Hal ini berdasarkan ayat berikut “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6).”

Kewajiban Melindungi Anak

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang tua harus memelihara dan memberikan perlindungan terhadap anak sekaligus memberikan pendidikan karena menurut pemahaman para ahli pendidikan Islam pemeliharaan dari api neraka tersebut melalui proses pendidikan, terutama pendidikan agama (Ibnul Qayyim dalam Tuhfatul Maudud: 415).

Baca Juga  Mengenal 3 Ragam Tanda Keberadaan Allah

Penyunting: Ahmed Zaranggi Ar Ridho