Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Misteri Ramadhan: Lima Keistimewaan yang Terlupakan

Keistimewaan

Puasa merupakan perjalanan rohaniah yang tertinggi. Bagi setiap umat Islam yang melakukan ibadah puasa, puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga maupun menahan pemenuhan nafsu biologis saja sebagaimana yang telah termaktub dalam rukun syari’at. Melainkan lebih dari pada itu, yakni menahan diri dari segala godaan duniawi yang telah dilarang oleh Allah. Memaksimalkan ibadah sebagaimana dengan mestinya. Sehingga kita menjadi orang yang semakin bertakwa .

Maka di sini, al-Qur’an menyebut orang yang berpuasa dengan sebutan la’allakum tattaqun”, agar semakin bertaqwa. Takwa dalam pengertian sebenarnya merupakan wiqayah (kewaspadaan) lahir dan batin untuk selalu takut dan tunduk kepada Allah. Yaitu tentunya dengan menjalankan segala perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya. Dan tentu lebih jauh lagi kita ingin dijaga dari siksa kubur dan neraka.

Namun sayang seribu kali saying. Berangkat dari fakta itu, kebanyakan dari kita menjalankan ibadah di bulan ramadhan hanya ala kadarnya saja. Bahkan masih ada diantara kita yang puasanya masih bolong-bolong, walaupun sudah masuk masa wajib untuk berpuasa.

Padahal bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat pas untuk memaksimalkan kegiatan beribadah. Bahkan dalam hadis dikatakan:

“Apabila umatku mengetahui apa-apa yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan menginginkan agar seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan ramadhan”.

Dari hadis tersebut, bagi orang yang mengetahui semua keisitimewaan di dalam bulan ramadhan, maka dia akan berkeinginan untuk berpuasa selama satu tahun penuh.

Maka di sini penulis ingin memperlhatkan kepada pembaca beberapa keistimewaan pada bulan ramadhan yang diharapkan kepada kita semua agar senantiasa bersemangat dalam memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan.

Lima Keistimewaan Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah Saw. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad menyebutkan lima keistimewaan yang merupakan anugerah khusus dari Allah SWT dalam bulan ramadhan. Beberapa keistimewaan ini tidak diberikan kepada orang yang berpuasa dari umat terdahulu.

Baca Juga  Pro dan Kontra: Bagaimana Hukum Vaksinasi Ketika Berpuasa?

Keistimewaan Pertama

Keistimewaan yang pertama diterangkan kepada kita bahwa bau mulut orang yang berpuasa dalam keadaan lapar sangat disukai oleh Allah daripada wangi kasturi, luar biasa bukan? Bahkan di antara pensyarah hadis menyimpulkan kalimat ini ke dalam delapan penafsiran yang termaktub dalam syarah al-Muwaththa. Namun dari yang saya dapatkan dalam buku Fadhail Amal ada tiga penafsiran yang paling rajih dari delapan penafsiran tersebut.

Penafsiran pertama; Allah memberikan pahala atas bau mulut orang yang berpuasa diakhirat kelak dengan wewangian yang lebih harum dari minyak kasturi. Penafsiran kedua; pada hari kiamat, ketika manusia dibangkitkan dari kuburnya, maka akan keluar dari mulut mereka yang berpuasa wangi-wangian yang lebih harum daripada minyak kasturi.

Penafsiran ketiga; merupakan bentuk kedekatan dan kecintaan Allah kepada mereka yang berpuasa. Karena seseorang yang mempunyai hubungan cinta dengan orang lain, betapapun tidak enak baunya, namun menurut-Nya bau tersebut lebih baik daripada bau manapun. Dalam hal ini mereka yang berpuasa berada dalam posisi yang dicintai oleh Allah.

Keistimewaan Kedua

Keistimewaan berikutnya yaitu ikan-ikan di laut akan beristighfar memohonkan ampunan untuk orang yang berpuasa. Maksud dari hadis ini merupakan suatu bentuk banyaknya makhluk hidup yang berdo’a untuknya. Biasanya, seseorang akan dicintai oleh orang-orang yang dekat dengannya, tetapi dalam konteks ini memiliki makna yang lebih luas. Cinta dari Allah begitu tersebar. Bukan hanya di sekitarnya, bahkan seluruh hewan ciptaannya pun mencintai mereka yang berpuasa.

Keistimewaan Ketiga

Bagi orang berpuasa, surga yang dihiasi diperuntukkan padanya. Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa sejak permulaan tahun, surga telah dihias untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan. Dalam hal ini menunjukkan bahwa semakin penting seseorang tersebut, maka semakin maksimal persiapan yang akan dilaksanakan.

Baca Juga  Kedudukan Hadis Daif dalam Muhammadiyah

Keistimewaan Keempat

Di saat ramadhan, setan-setan dibelenggu sehingga perbuatan maksiat akan berkurang. Saya sering mendapati pertanyaan dari mereka yang ragu akan hadis tersebut. Pada bulan ramadhan setan dibelenggu semua, namun kenapa masih banyak di antara kita yang terang-terangan melakukan maksiat?. Menurut saya itu bukanlah suatu fenomena yang aneh. Karena pada dasarnya walaupun secara umum kemaksiatan itu berawal dari godaan setan. Namun, itu juga bisa terjadi karna kebiasaan manusia yang selalu melakukan amalan setan. Sehingga lama kelamaan hal itu menjadi tabiat yang sulit dihilangkan.

Keistimewaan Kelima

Keistimewaan yang terakhir ialah Allah memberikan pengampunan bagi seluruh orang yang berpuasa pada malam terakhir di bulan ramadhan. Dalam artian lain, ini dikhususkan bahwa yang paling utama dalam bulan ramadhan adalah malam lailatul qadar. Para sahabat beranggapan bahwa karunia terbesar itu hanya diperuntukkan bagi malam lailatul qadar saja. Namun, di sini Rasul memberitahukan bahwa keutamaan pada akhir ramadhan diberikan sebagai karunia bagi orang yang berpuasa dengan baik hingga akhir ramadhan.

Penyunting: M. Bukhari Muslim