Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Meraih Kesempurnaan Ibadah dengan Wudhu

Wudhu
Sumber: Istock.com

Wudhu merupakan nama dari suatu pekerjaan yang mencakup fardhu dan sunah. Dapat diartikan pula, wudhu adalah suatu ibadah wajib yang ditetapkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an dan ditetapkan oleh Rasul-Nya.  Wudhu memiliki 2 dasar pengertian, yaitu secara bahasa dan istilah.

Secara bahasa, wudhu adalah bersih atau indah. Sedangkan secara istilah, wudhu adalah suatu bentuk kegiatan menyucikan diri sebelum beribadah kepada Allah SWT dengan syarat dan rukun tertentu yang bertujuan untuk menghilangkan hadats kecil.

Wudhu dan Hukumnya

Pengertian wudhu secara bahasa menurut Al-Imam Ibnul Atsir Al-Jazariy rahimahullah (seorang ahli bahasa) menjelaskan bahwa jika dikatakan wadhu الْوَضُوْء, maka yang dimaksud adalah air yang digunakan untuk berwudhu.Bila dikatakan wudhu الْوُضُوْءُ, maka yang dimaksud disitu adalah perbuatannya.Jadi, wudhu adalah suatu perbuatan, sedangkan wadhu adalah air wudhu.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-syafi’i rahimahullah berkata bahwasanya wudhu terambil dari kata al-wadho’ah/ kesucian.Wudhu disebut demikian karena orang yang sholat membersihkan diri dengannya, yang hingga akhirnya menjadi orang yang suci.

Sedangkan pengertian wudhu secara istilah menurut Syaikh Sholih Ibnu Ghonim As-sadlan Hafizhohullah adalah:

ااسْتعْمَالُ مَاء طَهُوْر فى الْاَعْضَاء الْاَرْبَعةعَلَى صفَة مَخْصُوْصَةٍ : مَعْنَى الْوُضُوْء فِى الشّرْعِ

Makna wudhu adalah menggunakan air yang suci lagi menyucikan pada anggota-anggota badan yang empat (wajah, tangan, kepala, dan kaki) berdasarkan tata cara yang khusus menurut syariat.

Landasan hukum berwudhu terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6, yaitu sebagai berikut:

يَااَيُّهَا اللَّذِيْنَ اَمَنوْا اِذَا قُمْتُمْ اِلى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْابِرُؤُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى

 الْكَعْبَيْن (المائدة : 6)

Yang artinya: hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (Q.S Al-Maidah: 6)

Baca Juga  Masyarakat Tanpa Kelas, Sebuah Keniscayaan

Selain itu, terdapat juga dalam hadits rasulullah SAW:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاة اَحَدُكُمْ اِذَا اَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّا (رواه بخارى ومسلم)

Yang artinya: Allah tidak akan menerima shalat salah satu dari kalian jika kalian berhadats hingga kalian berwudhu. (H.R Bukhori dan Muslim)

لاَتُقْبَلُ صَلاَةَ بِغَيْر طَهُوْرٍ وَلاَ غِلَّةٍ وَلَا صَدَقَةٍ (رواه مسلم)

Yang artinya: tidak akan diterima sholat tanpa bersuci dan shodaqoh yang di dapatkan dari kecurangan (H.R Muslim)

Syarat Berwudhu

Di dalam berwudhu, tercakup beberapa sub bab pembahasan yang meliputi syarat wajib wudhu (rukun wudhu), syarat sah wudhu, sunnah wudhu, landasan hukum wudhu, tata cara berwudhu, perkara-perkara yang menyebabkan berwudhu dan perkara-perkara yang membatalkan wudhu. Berikut penjelasannya:

Syarat Wajib Wudhu

  1. Niat
  2. Membasuh muka
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku
  4. Membasuh sebagian kepala
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
  6. Tertib

Syarat Sah wudhu

  1. Menggunakan air yang suci lagi menyucikan
  2. Mengalirnya air pada anggota badan yang harus dibasuh
  3. Tidak terdapat sesuatu pada anggota badan yang bisa merubah sifat air dengan kuat. Contohnya yaitu pewarna
  4. Tidak terdapat sesuatu yang bisa menghalangi sampainya air ke anggota badan. Contohnya yaitu cat kuku

Sunah berwudhu

  1. Bersiwak sebelum berwudhu
  2. Membaca basmalah,
  3. Membasuh kedua telapak tangan secara bersamaan sampai pada pergelangan tangan
  4. Berkumur
  5. Memasukkan air ke dalam lubang hidung atau istinsyaq
  6. Mengeluarkan air dari rongga hidung atau istintsar
  7. Mengusap seluruh kepala
  8. Membasuh kedua daun telinga

Tata cara berwudhu

  • Niat

Niat adalah dengan pengertian lain yaitu suatu pengucapan dalam hati dan diimplementasikan dengan perbuatan, yang dalam setiap amalan-amalan secara syariat yang akan dikerjakan oleh manusia harus selalu ada. Niat diucapkan dari dalam hati, tidak cukup jika hanya dilafalkan dengan lisan. Dengan artian bahwa kita harus betul-betul sadar dan berkeinginan untuk melaksanakannya, sedangkan mengucapkannya dengan lisan hukumnya adalah sunnah untuk membantu kemantapan hati. Niat dalam berwudhu, yaitu:

Baca Juga  Ibnu Rusyd: Hubungan Akal dan Wahyu

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الاَصْغَرِ فَرْضًاللَّه تَعَالَى

Yang artinya: “saya berniat menjalankan kewajiban wudhu untuk menghilangkan hadats kecil karena Allah ta’ala

  • Membasuh muka.

Membasuh muka yang dilakukan pada orang yang berwudhu secara sempurna.Bagian wajah antara dua sisis kanan dan kiri (melebar), yaitu tepat diantara 2 daun telinga. Yang wajib dibasuh adalah keseluruhan bagian wajah yang tampak (bagian luar) dan segala apa yang tumbuh pada wajah, seperti bulu mata, alis, kumis, jenggot, dan lain-lainMembasuh kedua tangan hingga siku-siku

Membasuh kedua tangan dalam syariat islam dijelaskan dari mulai ujung jari sampai siku-siku itu harus dibasuh semua, yang disunahkan dibasuh tiga kali pada tiap-tiap tangan. Termasuk dari yang wajib dibasuh adalah apa yang tumbuh pada permukaan bagian fardhu, seperti bulu tangan dan kuku, meskipun panjang. Disamping itu juga dianjurkan untuk membasuh sedikit bagian tangan yang melewati siku agar yakin kesempurnaan basuhan pada siku.

  • Mengusap sebagian kepala.

Mengusap sebagian kepala dalam madzhab ImamSyafi’i yaitu mengusap bagian depan pada kepala, jika rambutnya panjang maka cukup dengan mengusap rambut yang letaknya pada kepala bagian depan, mengusap pada bagian kepala disunahkan sebanyak tiga kali usapan, sebagaimana yang dilakukan rasulullah SAW yang meletakkan kedua tangannya dan meletakkan ujung-ujung jari kanan dengan jari kirinya, kemudian mletakkan di ujung kepalanya dan menyempurnakannya ke belakang.

  • Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

Adapun yang dibasuh yaitu mulai dari telapak kaki sampai mata kaki.Akan tetapi, agar bisa terbasuh secara sempurna dan memenuhi sunah wudhu, maka hendaknya sebagian betis harus ikut terbasuh.Seperti halnya Rasulullah SAW, beliau membasuh kakinya tiga kali dan memasukkan jari-jari kaki kanannya dan beliau mulai dari jari kelingking kaki kanannya serta mengakhiri dengan jari kelingking kaki kirinya.

  • Tertib.
Baca Juga  Rukun Beragama dalam Al-Qur'an (2): Persaudaraan Mukmin

Tata cara berwudhu yang terakhir yaitu tertib. Tertib adalah menjalankan rukun-rukun berwudhu sesuai dengan urutannya, mulai dari niat hingga membasuh kaki.Tertib sangat berpengaruh pada sah atau tidaknya berwudhu, apabila tidak tertib sesuai urutan yang semestinya, maka ibadah bersuci yang dikerjakan pun hukumnya menjadi tidak sah, karena tertib merupakan salah satu bagian dari rukun wudhu.

Perkara-perkara yang membatalkan wudhu

  • keluarnya sesuatu baik dari qubul maupun dubur.
  • Hilangnya ingatan akal karena gila, pingsan serta tidur dengan berbaring.
  • Menyentuh farji dengan telapak tangan bagian dalam tanpa adanya penghalang.
  • Persentuhan kulit antara pria dan wanita lain (bukan mahram) yang telah menginjak usia baligh maupun dewasa tanpa penghalang.

Editor: An-Najmi Fikri R