Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Menjaga Kesehatan Mental Bagi Perempuan Perspektif Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Kesehatan mental merupakan aspek penting dari kesejahteraan manusia, termasuklah mental seorang perempuan. Kehidupan seorang perempuan sering kali dipenuhi dengan berbagai peran dan tanggung jawab, seperti ibu, istri, wanita karier, dan anggota masyarakat. Itulah sebabnya, kesehatan mental harus menjadi prioritas bagi perempuan untuk mencapai keseimbangan dan kesejahteraan dalam hidup mereka saat mereka menghadapi tekanan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari

Dilansir pada UNAIR News, sebuah studi oleh Homewood Health United Kingdom menemukan bahwa wanita berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan pria. Wanita hampir dua kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan pria.

Hal ini sejalan pula dengan yang dikatakan oleh Pakar Psikologi UNAIR Dr. Ike Herdiana, M.Psi bahwa ada banyak sekali yang menjadi pemicunya. Sebagai contoh di ranah domestik atau bahkan bagi yang telah menjadi ibu dibebankan mengasuh anak. Padahal suami-istri memiliki peran penting dalam mengasuh, bukan hanya satu dari yang lain. Semua pemicu terdengar seperti bukan masalah yang pelik, tapi inilah kenyataannya, bahwa perempuan rentan dengan serangan mental.

Kesehatan Mental dalam Al-Qur’an

Al-Quran memberikan panduan tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk bagaimana mengambil langkah menuju mental sehat. Salah satu ayat yang berkaitan dengan hal tersebut terdapat dalam Surat Ar-Ra’d: 11,

..اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Artinya: “… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri …”

Quraish Shihab menjelaskan ayat ini bahwa sesungguhnya Allah Swt. tidak akan mengubah keadaan suatu kaum; dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain, sebelum mereka mengubah diri mereka sendiri mengenai sikap mental dan pikiran mereka sendiri (dari susah menjadi bahagia atau dari kuat menjadi lemah).

Baca Juga  Benarkah Kekayaan Sejati Adalah Kekayaan Harta?

Paling tidak ayat ini menekankan bahwa perubahan dalam hidup dimulai dari diri sendiri. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi wanita untuk mengenali dan menangani emosi, perasaan, dan stres yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Dalam konteks kesehatan mental, ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap individu bertanggung jawab; untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyeimbangkan dan menjaga jiwa mereka.

***

Sedikit berbeda dengan yang jelaskan Al-Qurthubi dalam tafsirnya,

قَوْلُهُ تَعَالَى: (إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ) أَخْبَرَ اللهُ تَعَالَى فِي هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّهُ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يَقَعَ مِنْهُمْ تَغْيِيرٌ، إِمَّا مِنْهُمْ أَوْ مِنَ النَّاظِرِ لَهُمْ، أَوْ مِمَّنْ هُوَ مِنْهُمْ بِسَبَبٍ، كَمَا غَيَّرَ اللهُ بِالْمُنْهَزِمِينَ يَوْمَ أُحُدٍ بِسَبَبِ تَغْيِيرِ الرُّمَاةِ بِأَنْفُسِهِمْ، إِلَى غَيْرِ هَذَا مِنْ أَمْثِلَةِ الشَّرِيعَةِ، فَلَيْسَ مَعْنَى الْآيَةِ أَنَّهُ لَيْسَ يَنْزِلُ بِأَحَدٍ عُقُوبَةٌ إِلَّا بِأَنْ يَتَقَدَّمَ مِنْهُ ذَنْبٌ، بَلْ قَدْ تَنْزِلُ الْمَصَائِبُ بِذُنُوبِ الْغَيْرِ، كَمَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَقَدْ سُئِلَ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ- نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

Al-Qurthubi menafsirkan ayat ini bahwa kekalahan di Uhud dalam ayat ini bukan semata-mata karena perbuatan dosa seseorang, tetapi bencana terkadang disebabkan oleh dosa-dosa orang lain, seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad ketika ditanya oleh seseorang,

“Apakah kita akan binasa padahal sebagian dari kita adalah orang-orang yang benar?”

Nabi menjawab, “Ya, jika ada banyak pezina di dalamnya.”

Artinya, suatu kehancuran, kesedihan suatu kaum atau seseorang bahkan rusaknya mental seseorang tidak melulu disebabkan oleh internal atau dari dalam diri perempuan tersebut, melainkan juga beban yang diberikan oleh orang-orang sekitar, seperti peran ganda, diskriminasi gender, beban tugas, kekerasan dan trauma, isolasi sosial, ketidakadilan sosial-ekonomi, depresi pasca melahirkan, kesehatan reproduksi, konflik dalam hubungan dan lainnya, meskipun penyebab rusaknya kesehatan mental perempuan dapat berbeda untuk setiap orang.

Baca Juga  Wajah Kemajuan Peradaban Islam di Baghdad

Kesehatan Mental Perempuan

Ayat ini memang tidak secara spesifik menjelaskan perempuan secara khusus, melainkan suatu kaum atau golongan tertentu. Namun, ini dapat menjadi sebuah ilustrasi kondisi seorang perempuan. Terlebih ketika diketahui bahwa perempuan sangat rentan terkena serangan mental dan seringkali pula disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, hidup di bawah tekanan, dan dituntut sempurna dalam segala bidang (peran ganda).

Lingkungan memang seringkali menjadi alasan fundamental atas nyaman atau tidaknya seseorang, khususnya perempuan. Namun, setidaknya pembenahan yang baik adalah dimulai dari dalam diri. Beberapa hal kecil yang terbilang penting untuk memperbaiki mulai dari internal diri ialah seperti fokus pada hal-hal penting yang menjadi prioritas, berhubungan dengan kerabat atau teman yang dapat memberikan dukungan emosional, memperkuat ibadah, mengisi waktu luang dengan kegiatan kreatif, olahraga, serta memberikan hak tubuh untuk istirahat yang cukup.

Jika lingkungan tetap saja tidak mendukung dan semakin semena-mena, maka jangan takut untuk meminta dukungan dan bercerita kepada orang lain yang dianggap dapat memberikan solusi yang baik. Serta carilah lingkungan yang lebih positif untuk menjaga kewarasan. Sebab, seorang manusia khususnya perempuan berhak untuk dihormati dan dihargai, termasuk dalam hal kesehatan mental. Wallahu a’lam.

Editor: An-Najmi