Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Mengenal Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Karya Ibnu ‘Asyur

tahrir
Sumber: istockphoto.com

Nama lengkap Ibnu ‘Asyur adalah Muhammad al-Tahir ibn Muhammad ibn Muhammad al-Tahir ibn Muhammad ibn Muhammad al-Syazuli ibn Abd al-Qadir ibn Muhammad ibn ‘Asyur. Ibunya bernama Fatimah dan Ayahnya bernama Muhammad ibn ‘Asyur dan ibunya bernama Fatimah binti al-Syeikh al-Wazir Muhammad al-Aziz ibn Muhammad al-Habib ibn Muhammad al-Taib ibn Muhammad ibn Muhammad Bu’atur. Ibnu ‘Asyur lahir pada Jumadil awal tahun 1296 H atau bertepatan degan September 1879 M dan beliau wafat pada tahun 1393 H atau 1973 M di Tunissia baik lahir maupun wafat. Beliau adalah dalang utama lahirnya Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir.

Biografi Intelektual

Ibnu ‘Asyur hidup dalam keluarga dengan nuansa ilmiah dan beliau adalah seseorang yang jenius dan cinta kepada ilmu. Pada usia enam tahun, beliau sudah mulai belajar Al-Qur’an dan menghafal Matan al-Jurumiyyah dan mempelajari Bahasa Perancis. Kemudian pada usia 14 tahun beliau tercatat sebagai murid pada Universitas Az-Zaitunah pada tahun 1310 H/ 1893 M. Di sana beliau belajar ilmu syar’iah (fiqih dan ushul fiqih), Bahasa Arab, hadits, sejarah dan lain-lain. Di antara guru-guru yang pernah mengajar beliau adalah Syeikh Abd al-Qadir al-Tamimiy, Muhammad al-Nakhliy, Syeikh Muhammad Salih, Syeikh Muhammad al-Najar, Syeikh Muhammad Tahir Ja’far dan Syeikh Muhammad al- ‘Arabi al-Duri. Setelah belajar di universitas Az-Zaitunah selama tujuh tahun, beliau mendapat gelar sarjana pada tahun 1393 H/ 1973 M.

Kemudian setelah lulus dari universitas Az-Zaitunah, nampaknya belum memenuhi keinginan beliau dalam menuntut ilmu. Di waktu luangnya, Ibnu ‘Asyur membaca buku tafsir, menghafal hadits, syair Arab dari masa pra Islam hingga sesudahnya, membaca buku sejarah dan lain-lain. Ilmu yang diperolehnya dari Universitas Az-Zaitunah dan aktivitas keilmuwannya membentuk kepribadian dan intelektualitasnya yang tinggi. Di samping itu, perhatian dari ayah dan kakeknya yang menambahkan akhlak mulia kepada Ibnu ‘Asyur dan memberi pengaruh besar pada pribadinya sebagai ulama yang dihormati.

Baca Juga  Membincang Perlindungan HAM Terhadap Minoritas Seksual

Karya-Karya

Ibnu ‘Asyur merupakan seoran ulama yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan terutama ilmu agama, seperti ilmu usul fikih, ilmu kebahasaan dan lain-lain. Hal tersebut terbukti dari hasil karya-karya beliau baik berupa kitab-kitab maupun makalah-makalah. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang, di antara karya-karyanya adalah:

  • Bidang ilmu-ilmu syar’i
  • Kitab tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir
  • Maqasid al-Syari’ah al-Islamiyah, dll.
  • Bidang ilmu Bahasa Arab dan sastranya
  • Ushul al-Insya’ al-Khitabah
  • Fawaid al-Amali al-Tunissiyah ‘Ala Faraid, dll.
  • Bidang pemikiran Islam dan bidang-bidang lainnya
  • Usul al-Nizam al-Ijtima’I Fi al-Islam
  • Alaisa al-Subhu bi Qarib, dll.

Metode dan Corak Tafsir Ibnu ‘Asyur

Salah satu kitab tafsir yang telah ditulis oleh Ibnu ‘Asyur adalah kitab tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir yang mulai beliau tulis pada 1431 H/1923 M tepatnya dalam waktu 39 tahun. Meskipun diselingi dengan penulisan karya-karya lain, buku maupun makalah beliau tetap bersungguh-sugguh menyelesaikan penulisan tafsirnya. Ini berkat keikhlasan, tekad kuat untuk menulis tafsir yang menyatukan antara kemaslahatan dunia dan akhirat.

Mengkaji tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir yang ditulis oleh Ibnu Asyur tentu bisa dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari segi materi, kitab ini terdiri dari tiga puluh juz dan terbagi menjadi dua belas jilid. Sebuah tafsir kontemporer yang memiliki ciri khas tersendiri dalam memaparkan dan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Memiliki tampilan unik dan berbeda dengan kitab lain secara menyeluruh. Memiliki metode penyusunan yang konperhensif, yang tidak menghususkan satu jilid untuk satu juz saja melainkan secara acak. Kadang memuat dua juz bahkan sampai lima juz perjilidnya. Beliau memulai tafsirnya dengan sedikit materi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dasar memahami bagaimana seluk beluk gaya bahasa Al-Quran secara singkat. Memaparkan muqaddimahnya sampai kepada sepuluh bagian pembukaan, mulai dari penjelasan tafsir dan ta’wil, penjelasan fenomena tafsir bil ma’tsur dan bir-ra’yi, asbabun nuzul, sampai kepada i’jazuI Qur’an. Itupun sampai menghabiskan seratus halaman pertama untuk penjelasan sesingkat ini.

Baca Juga  Dinamika Sejarah Munculnya Tafsir Kontemporer

Sistematika penulisan tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir yaitu dimulai dengan menjelaskan nama surah dan nama-nama lain jika ada, menjelaskan keutamaannya, menjelaskan Makkiyyah atau Madaniyyah ayat, jumlah ayat dan lain-lain. Kemudian menjelaskan kandungan surah secara global dalam poin-poin yang berbeda-beda sesuai dengan tema dan masalah yang dibahas dan sesuai dengan susunannya dalam Al-Qur’an. Kemudian langkah akhir adalah menjelaskan kandungan ayat demi ayat atau beberapa ayat yang memiliki masalah atau tema yang sama, secara rinci. Dimulai dari pemaknaan kosa kata dengan I’rob dan pemaparan I’jaz lughohnya dan bila perlu meminta penjelasan dari syair-syair arab Jahiliyah sebahagi penguat kebahasaannya.

Kelebihan dan Kelemahan Tafsir Ibnu ‘Asyur

Kelebihan dalam tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir yang ditulis oleh Ibnu ‘Asyur adalah sebagai berikut:

  • Menuliskan poin-poin yang belum ada pada tafsir sebelumnya.
  • Keselarasan satu ayat dengan ayat lainnya.
  • Menjelaskan sisi-sisi i’jaznya secara mendetail dan termuat dalam satu kitab tersendiri.
  • Gaya bahasa dalam tafsirnya mudah dimengerti.

Sedangkan kelemahan dalam tafsir al-Tahrir wa at-Tanwir yang ditulis oleh Ibnu ‘Asyur adalah sebagai berikut:

  • Menitik beratkan pada makna-makna mufradat dalam bahasa Arab dengan membatasi dan meniliti dari orang lain dan kamus-kamus bahasa.
  • Meneruskan tafsir Abil Walid Ibnu Rusdi dalam kitab Al-Bayan.
  • Tidak mencantumkan asbabun nuzul secara jelas dalam menjelaskan ayat.

Editor: An-Najmi