Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Mengenal 12 Sifat Allah dalam Q2:255 Ayatul Kursi (Ayat Kursi)

Allah
Sumber: freepik.com

Ayat Kursi adalah nama yang diberikan untuk surah al-Baqarah ayat 255. Berbagai riwayat menyatakan bahwa Ayat Kursi adalah ayat teragung dalam al-Qur’an. Dalam Ayat Kursi, setidaknya terdapat 50 kata dalam Ayat Kursi dan ada 12 nama/sifat Allah yang dijelaskan dalam ayat ini.

Seluruh sifat-sifat Allah yang dijelaskan dalam ayat kursi ini, mengandung makrifat Tauhid. Ayat yang diawali kalimat Allahu la ilaha illahuwa, merupakan konsep paling fundamental dari ajaran Islam Islam, yaitu pernyataan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Sifat-sifat Allah yang disebutkan dalam Ayat Kursi ini, memberikan penjelasan atas sifat-sifat tauhid tersebut.

12 Sifat Allah dalam Ayat Kursi ini disampaikan oleh Dr. Otong Sulaiman, dalam panel diskusi Kuliah Ilmiah Tafsir Falsafi dan Irfani, yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra. Webinar ini berlangsung via zoom dan streaming youtube (12/3/21).

12 Sifat Allah dalam Ayat Kursi

Sifat Pertama yaitu Allah.  Dr. Otong mengatakan bahwasanya nama Allah hanya dikhususkan untuk Zat Maha Pencipta. Sifat Allah yang lain seperti rahman, rahim, karim, khaliq, itu bisa dipakai.

“Selain sifat nama Allah yang lain bisa dipakai untuk nama manusia, akan tetapi nama Allah memiliki derajat spritual yang paling tinggi dibandingkan nama-nama yang lain. Karena itu nama Allah disebut juga al-ismu al a’zam (nama teragung)”, ujarnya.

Sifat kedua yaitu al-Hayyu (hidup). Dalam sifat al-Hayyu Allah, terdapat dua sifat di dalamnya yaitu ‘mengetahui’ dan ‘mampu’. Menurut Dr. Otong, di dalam sifat hayyun terdapat makna ‘hidup yang terus menerus’  artinya kedua sifat itu (mengetahui dan mampu) juga berlangsung terus menerus. Tidak ada satu pun zat lainnya yang memiliki pengetahuan dan kemampuan terus menerus.

Baca Juga  Biyanto: Karakter Muslim Moderat Itu Progresif

“Mengingat sifat al-Hayyu allah berati menyadari setiap kali melihat berbagai macam fenomena kehidupan, pengetahuan dan kemampuan, selayaknya dalam diri sadar bahwa Allah adalah Zat yang Maha Hidup”, katanya.

Sifat ketiga yaitu al-Qayyum (Pemelihara). Sifat berdiri dalam Ayat Kursi menjelaskan bahwa Allah mampu berdiri sendiri (qiwam) disertai dengan memberikan fasilitas kepada orang yang dibantunya itu agar mampu berdiri. Dr. Otong menjelaskan bahwa sifat Qoyyum (memelihara) yang dimiliki Allah adalah sifat tertinggi dari kemampuan berdiri dan mampu memberikan fasilitas kepada pihak lain untuk berdiri, serta memiliki kekuasaan mutlak atas sesuatu yang dibantunya itu.

Sifat keempat yaitu selalu terjaga. Sifat ini menunjukan Allah tidak pernah mengantuk (sinah) dan tidur (naum).  Allah yang maha memelihara terus-menerus adalah Zat yang selalu terjaga.

Sifat kelima yaitu pemilik langit dan bumi. Allah sebagai Maha Pemelihara, memberikan fasilitas kepada makhluk-Nya bumi dan langit untuk tinggal. Karena itu semua fasilitas yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah.

Sifat keenam adalah pemberi syafaat. Allah memberi pertolongan (syafaat) atas seizin-Nya. Syafaat ini ada yang diberikan pada saat hari penghitungan (syafaat tasyri’) dan ada pula syafaat yang Allah berikan di dunia (syafaat takwini). Keduanya mungkin terjadi setelah ada izin dari Allah.

Lanjutan Sifat-Sifat Allah dalam Ayat Kursi

Sifat ketujuh yaitu Maha Tau. Pada kalimat ‘tak ada yang mengetahui ilmu-Nya’ menunjukan pengetahuan Allah dihubungkan dengan pengetahuan manusia bersifat searah (monolog). Artinya Allah memiliki pengetahuan atas seluruh makhluk-nya, sebaliknya makhluk-makhluknya termasuk manusia, tidak memiliki pengetahuan atas Allah dan juga tidak memiliki pengetahuan yang hanya Allah saja ketahui.

Sifat kedelapan yakni Maha Berkehendak. Ayat ini memberikan pengecualian bahwa Allah berkehendak kepada makhluk-makhluk yang diberi sedikit pengetahuan Allah. Mereka adalah orang-orang yang dikehendaki Allah (illa bima sya’a). Merekalah para Nabi, wali dan orang-orang shaleh.

Baca Juga  Fathurrahman Kamal: Dua Orientasi Kehidupan Manusia

Sifa kesembilan Maha Luas kursi-Nya. Dalam ayat ini makna kursi dapat berarti keagungaan, ilmu, kerajaan dan singgasana. Sebagian para mufasir menjelaskan makna kursi dalam ayat ini, cenderung mengaitkannya dengan ilmu, yaitu bahwa Allah itu sangat luas, lebih luas daripada alam raya ini.

Sifat kesepuluh yaitu Maha Mampu (ya’udu). Artinya, segala kekuasaan dan kemampuan yang dimiliki Allah untuk mengatur segala urusan makhluk-Nya tidaklah menjadi beban yang membuat Allah kelelahan atau kepayahan. Justru penjagaan atas langit dan bumi, tak akan pernah membuat Allah kepayahan.

Sifat kesebelas adalah Maha Tinggi (al-‘Aliyyu). Dalam sifat ini menunjukan keluasan (banyaknya fasilitas) yang dimiliki Allah disertai dengan sifat ketinggian, tidak ada yang bisa dicapai oleh siapapun.

“Tidak ada yang bisa menganggu Allah, karena Allah adalah Zat yang Maha Tinggi. Sehingga dia tidak ada yang dapat menganggu Allah”, ujarnya.

Sifat kedua belas adalah Maha Agung. Allah tak mungkin bisa disamai oleh makhluk, Allah yang Maha Agung bermakna bahwa ketinggian ilmu dan kuasa-Nya itu tak bisa diketahui batasnya. Jangankan menyamai, mengetahui batas ilmu dan kuasa Allah saja tidak mampu.

“Allah yang tak hanya cuman diagungkan sehingga tak mungkin dipresepsikan oleh akal manusia”, tangkasnya.

Reporter: An-Najmi Fikri R

Tanwir.id
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.