Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Menelaah Makna Keadilan dalam Al-Qur’an

adil
Sumber: istockphoto.com

Al-Qur’an merupakan landasan normatif bagi umat islam dalam menuju kehidupan yang sejahtera di dunia maupun akhirat. Al-Quran tidak hanya mengajarkan tentang ibadah seorang manusia dengan Tuhannya, tapi juga mengajarkan nilai-nilai kebenaran yang universal. Salah satunya yang mencangkup ialah keadilan. Berikut penulis akan menguraikan  bagaimana makna-makna keadilan dalam Al-Qur’an tersebut.

Makna Kata Al-‘Adl

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata keadilan bermakna sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak. Dalam bahasa Arab keadilan atau al-‘adl adalah isim masdar dari kata kerja- يعدل – عدلا – وعدولا – وعدالةyang diartikan dengan berlaku adil, tidak memihak, menghukum dengan betul.

Adil adalah kata dasar dari keadilan.  kata “adil” ini diserap dari bahasa Arab عدل’ / adl. yang terdiri dari huruf-huruf ع’ / ain, د / dal dan ل / lam. Rangkaian huruf-huruf ini mengandung dua makna yang bertolak belakang yaitu, “lurus dan sama“ dan “bengkok dan berbeda”. Kata al-‘Adl dalam Lisan al-Arab karya Ibnu Manzur memiliki makna: meluruskan, lurus, berangkat, dan sesuatu yang ditegakkan pada jiwa dalam keadaan lurus. Jadi seorang yang adil adalah yang berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bahkan ukuran ganda. Persamaan itulah yang menjadilkan seorang yang adil tidak berpihak kepada yang salah.

Macam Makna Keadilan dalam Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an kata al-‘adl  disebutkan sebanyak 28 kali, lalu dengan banyak nya penyebutan itu apa saja makna keadilan yang ada dalam Al-Qur’an?

  • Adil dalam arti “sama”.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman di Q.S.  an-Nisa [4]: 58

إِنَّٱللَّهَيَأْمُرُكُمْأَنتُؤَدُّوا۟ٱلْأَمَٰنَٰتِإِلَىٰٓأَهْلِهَاوَإِذَاحَكَمْتُمبَيْنَٱلنَّاسِأَنتَحْكُمُوا۟بِٱلْعَدْلِۚإِنَّٱللَّهَنِعِمَّايَعِظُكُمبِهِۦٓۗإِنَّٱللَّهَكَانَسَمِيعًۢابَصِيرًا

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Dalam ayat ini mengutip pendapat Quraish Shihab bahwasanya hal ini menuntut kepada hakim supaya saat proses pengambilan keputusan bisa menempatkan pihak-pihak yang bersengketa didalam posisi yang sama.

  • Adil dalam arti “seimbang”.
Baca Juga  Review Buku “Kuliah Islam” Karya Prof. Muchtar Lintang

Sebagaimana dalam Al-Qur’anAllah berfirman di Q.S. al-Infithar [82]: 6-7

يَاأَيُّهَاالْإِنْسَانُمَاغَرَّكَبِرَبِّكَالْكَرِيم( ٦) الَّذِيخَلَقَكَفَسَوَّاكَفَعَدَلَكَ( ٧)

Artinya: Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6) . Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)museimbang (7).

Dalam ayat ini dijelaskan bahwasanya tubuh itu telah disusun menurut prinsip-prinsip keseimbangan. Sehingga apabila ada salah satu anggota tubuh yang berlebih atau berkurang, maka disitu tidak terjadi keseimbangan.

  • Kata adil dalam arti “Perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak itu kepada pemiliknya”. Dengan pengertian keadilan inilah yang menyetuskan adanya konsep keadilan sosial saat ini . Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. an-Nahl (16): 90

إِنَّٱللَّهَيَأْمُرُبِٱلْعَدْلِوَٱلْإِحْسَٰنِوَإِيتَآئِذِىٱلْقُرْبَىٰوَيَنْهَىٰعَنِٱلْفَحْشَآءِوَٱلْمُنكَرِوَٱلْبَغْىِۚيَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُونَ

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

  • Kata adil dalam Al-Qur’an dinisbahkan kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. al-Imran (3): 18

شَهِدَٱللَّهُأَنَّهُۥلَآإِلَٰهَإِلَّاهُوَوَٱلْمَلَٰٓئِكَةُوَأُو۟لُوا۟ٱلْعِلْمقَآئِمًۢابِٱلْقِسْطِۚلَآإِلَٰهَإِلَّاهُوَٱلْعَزِيزُٱلْحَكِيمُ

Artinya: Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Menurut pandangan Quraish Shihab ayat ini menegaskan bahwa manusia yang bermaksud meneladani sifat Allah ini, dituntut untuk menegakkan keadilan kepada keluarga, bapak, ibu, dan dirinya. Bahkan dalam hal ini kepada musuhnya sekalipun harus berbuat adil sebagaimana dalam Q.S. al-Maidah (5): 8

يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَءَامَنُوا۟كُونُوا۟قَوَّٰمِينَلِلَّهِشُهَدَآءَبِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَايَجْرِمَنَّكُمْشَنَـَٔانُقَوْمٍعَلَىٰٓأَلَّاتَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟هُوَأَقْرَبُلِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ٱللَّهَ ۚ إِنَّٱللَّهَخَبِيرٌۢبِمَاتَعْمَلُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah,karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Baca Juga  Akal dan Wahyu Itu Pasangan Serasi

Dari pemaparan macam-macam makna keadilan diatas. Semoga kita bisa menambah wawasan kita tentang kosa kata dalam Al-Qur’an dan juga bisa memupuk kecintaan kita untuk terus belajar Al-Qur’an. Wallahualam.

Editor: An-Najmi