Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Membaca Al-Qur’an Layaknya Taman Bunga

Sumber: https://pngtree.com/freepng/beautiful-mushaf-logo-

Al-Qur’an Sebagai Taman Bunga

Sebelum membaca Al-Qur’an, mari kita pejamkan kedua mata sejenak. Kemudian kita bayangkan jika Al-Qur’an laksana taman bunga yang indah di musim semi. Setelah itu, tepat di tengah-tengah taman itu kita duduk di atas kursi kemudian menatap.

Betapa telah terpampang pemandangan indahnya. Warna-warni kelopak bunga memanjakan mata, menentramkan jiwa dan membuat akal berdecak kagum atas keelokan yang terhampar sejauh mata memandang. Rasanya ingin berlama-lama duduk di dalamnya.

Boleh jadi kita akan berkeliling mengitari taman, menyentuh bunga-bunganya, mencium wewangiannya kemudian mengabadikannya dalam sebuah foto selfie bersama, jepret sana jepret sini. Tak berhenti di situ, kita akan mengunggah foto itu di seluruh sosial media kita sembari bercerita kepada siapapun yang kita temui dengan penuh ketakjuban.

Para Pengkaji Al-Qur’an

Keindahan taman Al-Qur’an telah menghipnotis siapapun untuk masuk dan menikmati keindahannya. Berbagai kalangan berduyung-duyung untuk melihat dan menelitinya. Dari kalangan sastrawan memuji keindahan susunan bahasa bunga Al-Qur’an.

Adapun, para ilmuan meneliti secara biologis, struktur bunga, batang hingga akarnya. Ada lagi, golongan yang lebih tertarik meneliti secara medis, tanaman dan bunga yang berkhasiat untuk dijadikan obat. Yang lain tertarik meneliti aroma wewangian untuk akhirnya dijadikan parfum. Ada juga yang seperti lebah, hanya menghisap sari bunga untuk selanjutnya diolah menjadi madu.

Seperti inilah kira-kira gambaran para peneliti dan penafsir Al-Qur’an. Mereka melihat Al-Qur’an sesuai dengan kaca mata dan cara pandang mereka masing-masing; sesuai dengan keilmuan dan kepakaran dari ilmu yang mereka tekuni.

Namun, hal ini tidak akan mampu mengungkap seluruh aspek dan dimensi keindahan dan keagungan dari Al-Qur’an. Begitu luasnya dimensi Al-Qur’an kaena ia adalah kalam Allah jelmaan dari ilmu-Nya yang tidak terbatas dan ilmu-Nya adalah jelamaan dzat-Nya yang tidak terbatas.

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 102: Cerita Harut dan Marut (1)

Mari Mengunjungi Keindahan Al-Qur’an

Jika kita bosan, sedih, galau, butuh hiburan dan traveling maka kunjungilah taman indah Al-Qur’an. Karena kita akan menemukan keindahan, ketenangan, obat, penyembuh, petunjuk, penerang bahkan anugerah syukur yang mendalam. Datanglah ke taman Al-Qur’an, bacalah, nikmati, pelajari, hafalkan dan rasakan gelombang keagungannya.

Jika belum, lihatlah saja Al-Qur’an yang tersimpan di rak. Bersihkanlah, sapa ia tiap hari, tentu Pemiliknya sudah merasa senang, apalagi kalau kita pelajari dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Memang, langkah pertama adalah hal terberat dalam memulai segala sesuatu, jika Langkah pertama dilalui dengan segera Langkah berikutnya akan menyusul dengan senang hati.

Mari kita mengingat sabda Nabi terkait keagungan Al-Qur’an:

Bahwa Al-Qur’an, tidak ternilai keajaiban-keajaibannya dan tidak akan pernah usang keindahan-keindahannya”.

Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan untuk selalu mendekat dan menikmati keindahan taman Al-Qur’an. Sehingga, bunga-bunga Al-Qur’an juga dapat tumbuh subur dan indah di dalam hati kita, pikiran kita dan yang terpenting dalam perilaku kita sehari-hari. Kita hidup dalam taman Al-Qur’an dan selalu menebar wewangian yang harum semerbak kepada siapapun di seluruh alam semesta.

Wallahu’alam bishawab.