Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Melihat Kemajuan Peradaban Islam di Andalusia (1)

andalusia
Sumber: Penulis

Kejayaan Islam di Andalusia dapat dilihat dari berbagai sisi, di antaranya dari sisi ilmu pengetahuan, sastra, musik, dan fisik. Dari sisi ilmu pengetahuan, musik, dan sastra kemajuan peradaban dapat dilihat dari banyaknya ilmuwan atau tokoh-tokoh yang berkarya di wilayah ini. Di antara yang dapat disebutkan adalah Muhammad ibn as-Sayiqh (Ibn Bajah), Ibn Tufail, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Tufail, Ibn Maimun, Ibn Arabi, Ibn Rusyd, Ibn Saffat dan al-Kimmy, ar-Razi, Abbas ibn Farmas, Ibn Yahya an-Naqqosh, Zahrawi, al-Qali, Zaryab, Ibn Qutyah, Ibn alKhathib, Ibn Hayyan, Ibn Hazin, dan lain sebagainya.Ilmuwan-ilmuwan hebat dapat dengan mudah ditemukan di Spanyol Islam.

Lahir Para Pelopor Penemu

Mereka melakukan berbagai penelitian ilmiah sehingga dapat menghasilkan karya-karya atau buku-buku yang berguna bagi orang-orang setelahnya. Mereka juga berhasil menciptakan berbagai penemuan baru yang sangat bermanfaat bagi ilmuwan sesudah mereka.

Ilmuwan-ilmuwan itu menjadi perintis, pelopor, dan pionir bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Tidak hanya itu, mereka menancapkan pengaruh besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan Eropa. Ilmu matematika, fisika, kedokteran, astronomi, sejarah, botani, filsafat, dan hukum adalah ilmu-ilmu yang berkembang luas di Spanyol Islam.

Pengetahuan mengenai irigasi, keterampilan pertahanan dan membuat kapal, teknologi penenunan, pembuatan roda, dan lain sebagainya menjadi sempurna di tangan peradaban Spanyol Islam. Perempuan-perempuan juga didorong atau dianjurkan untuk serius belajar dan mencari ilmu. Hasilnya, pada masa kejayaannya di Spanyol Islam doktor-doktor perempuan merupakan hal yang biasa di Kordova. Artinya doktor-doktor perempuan dengan mudah dapat ditemukan di kota Kordova yang pada saat itu menjadi pusat pemerintahan Emirat Umayyah di Spanyol.

Kemajuan dalam Bidang Arsitektur

Sementara itu, di bidang fisik kemajuan peradaban Islam meninggalkan jejak yang dapat dilihat sampai saat ini. Penguasa Umayyah membangun taman-taman indah yang sisa-sisanya masih dapat dilihat sampai sekarang. Di antaranya yang terkenal adalah taman Generalife (dari bahasa Arab, jannah al-arif, Surga Sang Pengawas). Taman ini termasyhur karena tempat berteduhnya luas, air terjun dan tiupan anginnya lembut. Arsitektur taman ini dibuat berjenjang-jenjang seperti ampiteater. Sungai-sungai kecil berbentuk jeram-jeram kecil menghiasi keindahan taman ini.

Baca Juga  Al-Qur’an Selalu Relevan (2): Integral Sains dan Agama

Selain bangunan-bangunan tersebut, penguasa Spanyol-Islam seperti Abdurrahman III juga membangun istana yang megah. Kemegahan dan kemewahan istana khalifah pada masa itu tidak ada tandingannya di seluruh Eropa sehingga menjadikannya satu-satu istana yang termegah dan termewah di seluruh daratan Eropa. Di istana ini terdapat ruangan-rungan khusus untuk para duta negara asing seperti duta dari Byzantium, Jerman, Italia, dan Prancis.

Di dalam istana terdapat 400 kamar dan barisan rumah-rumah yang dapat menampung ribuan budak dan pengawal. Kemegahan dan kemewahan istana ini dikarenakan ia dihiasi oleh marmer yang didatangkan langsung dari Numidia dan Kartago. Selain itu, istana ini juga dihiasi dengan tiangtiang dan kolam-kolam dengan patung emas yang diperoleh dari Konstantinopel. Istana megah dan mewah ini dibangun selama bertahun-tahun dan memperkerjakan sekitar 10.000 pekerja dan 1.500 hewan pengangkut. Istana ini bernama Istana al-Zahra. Hingga saat ini sisa-sisa kemegahan dan kemewahan istana al-Zahra masih bisa dilihat.

Tata Pusat Kota yang Mendapat Pujian Dunia

Sementara itu kota Kordova yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan Emirat Umayyah selain dihiasi oleh masjid megah, jembatan besar, dan istana mewah, juga dipenuhi dengan 300 tempat pemandian umum, 73 perpustakaan, toko buku, dan 700 masjid. Dengan keadaan yang demikian itu, kota Kordova berhasil memperoleh popularitas dan pujian dunia internasional.

Kota ini dihubungkan oleh bermil-mil jalan yang rata dan disinari lampu-lampu dari rumah-rumah di kedua sisinya. Padahal, di kota London tujuh abad setelah periode ini hanya memiliki satu lampu umum, dan di Paris beberapa abad setelah periode kejayaan Spanyol-Islam jalan-jalannya masih dipenuhi dengan kubangan lumpur. Sementara itu, pada saat Oxford University masih menganggap mandi berendam sebagai kebiasaan para penyembah berhala, kalangan ilmuwan Kordova sejak lama terbiasa berendam di pemandian-pemandian mewah.Masjid Kordova juga menjadi salah satu bukti fenomenal keberhasilan pembangunan fisik peradaban Islam di Spanyol.

Baca Juga  Buletin Jum'at: Spirit Kemanusiaan Ibadah Puasa

Masjid ini dibangun oleh Abdurrahman ad-Dakhil, keturunan Dinasti Umayyah yang berhasil meloloskan diri dari pembantaian Dinasti Abbasiyah. Arsitektur masjid ini menandingi kemegahan masjid di Yerussalem dan Mekkah. Masjid ini dibangun dengan tiang-tiang yang banyak dan pelataran yang luas. Pada tahun 1236, Masjid Kordova dirubah Ferdinand III menjadi katedral pada saat dia berhasil merebut kota ini.

Masjid Kordova tetap menjadi katedral sampai sekarang. Bangunan ini diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan peradaban dunia. Pada awal tahun 2000-an kaum muslim Spanyol berusaha melobi Gereja Katolik Roma agar diizinkan melakukan salat di dalamnya. Usaha itu dilakukan karena muslim Spanyol mengetahui sejarah tempat itu sehingga mereka menginginkan hak mereka yang diambil oleh pihak Katolik. Akan tetapi usaha ini ditolak keras oleh Katolik Spanyol dan Vatikan sehingga sampai sekarang ia tetap menjadi katedral umat Katolik. Selain bangunan Masjid Kordova, peradaban Spanyol-Islam juga berhasil membangun bangunan fenomenal lainnya.

Editor: An-Najmi Fikri R

Salman Akif
Mahasiswa Fakultas Hukum Islam, Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo