Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Masyarakat Tanpa Kelas, Sebuah Keniscayaan

karl marx
Sumber: Penulis

Pergulatan ideologi-ideologi besar dunia sampai saat ini belum menemukan ujung atas solusi yang dihadapi oleh rakyat. Setidaknya ideologi besar ini telah merubah seluruh tatanan kehidupan sosial, ekonomi, politik bahkan agama dalam peradaban manusia. Walaupun masing-masing negara sudah memiliki ideologi yang kemudian dijadikan sebagai pandangan hidup masyarakat di sebuah negara tersebut.

Misalkan Rusia dengan sosialis komunisnya berhasil merubah masyarakatnya dari menumbangkan kapitalisme. Di China dengan komunisnya menyebabkan semua hak dimiliki oleh negara dan diberikan untuk kemaslahatan masyarakatnya. Jerman dengan sosiallismenya yang ingin menghilangkan masyarakat tanpa sekat-sekat kelas.  Indonesia dengan ideologi pancasila yang dirumuskan oleh para tokoh pendiri bangsa, yang kemudian memiliki cita-cita untuk mensejahterakan masyarakat umum berasaskan pancasila, namun dalam praktiknya saat ini lebih ke kapitalisme.

Muhammad SAW dan Karl Marx

Melihat sejarah perkembangan dari pemikiran kebangsaan Indonesia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Munir Che Anam dalam bukunya yang berjudul Muhammad SAW dan Karl Marx tentang masyarakat tanpa kelas banyak kemudian tokoh bangsa ini mempraktekkan pemikiran mereka. Islam selain sebagai agama ia juga dijadikan sebagai ideologi atau pandangan hidup para penganutnya.

Kemudian Indonesia dijadikan sebagai sosialisme Islam yang pertama kali di perkenalkan oleh HOS Tjokroaminoto yang kemudian bergandengan bersama Agus Salim melakukan pembelaan sosialisme Islam  terhadap kapitalisme. Selain itu Moh. Hatta, Tan Malaka serta Soekarno mencita-citakan terbentuknya masyarakat tanpa kelas di Indonesia akibat dari penjajahan Belanda. Walaupun akhirnya Soekarno di kemudian hari merumuskan satu gagasan yang disebut Marhaenisme, yang pada dasarnya ingin membedakan perlawanan tanpa kelas yang dibentuk oleh Karl Marx.

Pergulatan ideologi di Indonesia kemudian mencapai puncaknya ketika dilakukannya pemberontakan 30 S PKI di Madiun. PKI yang bercita-cita ingin mengikuti jejak Lenin di Rusia berhasil melakukan revolusi kepada pemerintahan Rusia, dan menciptakan masyarakat tanpa kelas di Rusia.

Baca Juga  Tauhid Sosial: Kesatuan antara Iman dan Amal Shaleh

Pada dasarnya kemunculan berbagai ideologi di Indonesia itu diakibatkan karena banyaknya kesenjangan antara masyarakat dan penguasa yang dipengaruhi oleh paham kapitalisme sehingga terdapat kelas-kelas masyarakat. Di Indonesia menurut Munir Che Anam pada awalnya menjadikan sosialisme Islam sebagai dasar gerakan mereka dalam menghapuskan kelas-kelas di masyarakat. Terinspirasinya para tokoh bangsa ini,  dari pemikiran dua tokoh yaitu  Muhammad SAW dan Karl Marx. Walaupun pada masa pemerintahan orde baru pemikiran Karl Marx di haramkan oleh Soeharto dan memberlakukan asas tunggal pancasila di tahuan 80 an.  Para tokoh bangsa ini melakukan untuk melawan penjajah Belanda dalam memperlakukan masyarakat sebagai budak, buruh yang tidak di berikan upah dan sebagainya. 

Tidak sesuai dengan Fakta

Faktanya praktek yang teerjadi di Indonesia adalah kapitalisme yang di mana orang kaya akan semakin kaya dan miskin akan semakin miskin. Walaupun sebenarnya asas ideologi yang dianut adalah  pancasila. Inilah yang kemudian disebutkan dalam buku Munir Che Anam para tokoh bangsa ini mencoba mempraktekkan pemikiran kedua tokoh hebat tersebut dengan sosialisme Islam. Tentunya sebagai mayotitas Islam maka dijadikan sebagai rujukan adalah Islam. HOS Tjokroaminoto dengan sosialisme Islam yang ia ajarkan melalui syarikat Islam ia mengajarkan arti persamaan dalam kehidupan manusia.

Jika meminjam konsep Islam maka manusia di mata Tuhan semuanya sama, maka tidak dibenarkan jika saling mengeksploitasi sesama manusia dengan kepentingan pribadi maupun kelompok. Para tokoh bangsa ini menginginkan agar masyarakat Indonesia tidak terkontaminasi dengan kapitalisme, karena ini akan menyebabkan kesenjangan ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Ironinya saat ini banyak orang yang mengharapkan persamaan dalam hak serta kepemilikan akan tanah sendiri dan sebagainya. Pancasila sebagai ideologi resmi negara ini, pada dasarnya tidak membenarkan segala sesuatu yang menyengsarakan rakyat serta mengambil hak-hak rakyat. Namun pada praktiknya sistem kapitalisme yang sedang di pertontonkan. Di mana kelas buruh dengan upah yang minim, kelas petani yang harga hasil pertanian di bawah harga, kelas borjuis yang menguasai perekonomian yang diperuntukkan untuk kemaslahatan pribadi dan kelompok.

Baca Juga  Membaca Al-Qur'an Layaknya Taman Bunga

Seharusnya menurut Marx harus ada pemerataan terhadap masyarakat. Saat ini sangat terlihat jelas. Eksploitasi sumber daya alam berlebihan dan sebagainya. Para founding father kita jauh sebelum perkembangan zaman teknologi sudah mencoba mewanti-wanti agar sistem kapitalisme ini jangan merebak di tengah masyarakat.  

Editor: An-Najmi Fikri R

Asman
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta