Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Manfaat Tafsir Ilmi bagi Penguatan Pendidikan Keimanan

keimanan
Sumber: istockphoto

Keimanan itu sudah ada sejak manusia ini diciptakan, kemudian perlu terus untuk dibina melalui pendidikan dan lingkungan yang baik, agar keimanan itu tetap terjaga. Namun begitu, terkadang pendidikan keimanan yang dilakukan dengan cara yang sudah lazim seperti biasanya melalui ceramah-ceramah perlu mendapat penguatan-penguatan agar lebih membekas dan tertanam pada diri seorang muslim.

Dalam ajaran Islam diketahui bahwa ayat-ayat Allah itu terbagi menjadi dua yaitu ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah. Ayat-ayat qauliyah yaitu ayat-ayat yang diturunkan allah kepada Nabi Muhammad SAW yang kemudian dihimpun menjadi kitab yang bernama al-Qur’an. Sedangkan ayat-ayat kauniyah yaitu berupa tanda-tanda kebesaran Allah yang perlihatkan melalui hasil dari penciptaannya.

Kedua jenis ayat-ayat Allah tersebut terkadang saling menguatkan. Tidak jarang apa yang tertulis di dalam al-Qur’an terbukti sejalan dengan ayat-ayat kauniyah. Tentunya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa ayat-ayat Allah yang qauliyah ini sejalan dengan ayat-ayat kauniyah dikaji dan dipahami melalui suatu corak penafsiran dengan pendekatan sains dan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan tafsir ilmi.

Mengenal Tafsir Ilmi

Mukhlis Hanafi ketika memberikan pengantar buku series tafsir ilmi kementrian agama, mendefenisikan bahwa Tafsir ilmi adalah sebuah upaya memahami ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung isyarat ilmiah dari perspektif ilmu pengetahuan modern. Tafsir ilmi ini juga diartikan sebagai pemahaman teks al-Qur’an dengan menjadikan data-data ilmiah sebagai variabel penjelas dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an (Gusmian, 2013 : 247 ). 

Dari defenisi yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut dapat dipahami bahwa tafsir ilmi mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan corak tafsir yang lain yaitu pertama, tafsir ini hanya tedapat pada  ayat-ayat tertentu yaitu yang mengandung isyarat ilmiah. Kedua, didukung dengan adanya data-data ilmiah yang sejalan dengan ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Tafsir Al‐Jawahir: Mengurai Keajaiban Alam dalam Al-Qur'an (1)

Tafsir ilmi ini berlaku tidak pada semua ayat tetapi pada ayat-ayat tertentu maka untuk memahami digunakan metode maudhu’i atau tematik. Sehingga didapatkan pemahaman yang komprehensif dari al-Qur’an mengenai suatu tema tertentu.

Namun ada beberapa catatan penting mengenai tafsir ilmi ini yaitu pertama, Tidak menggunakan ayat-ayat yang mengandung isyarat ilmiah untuk menghukumi benar atau salahnya sebuah hasil penelitian ilmiah. Karena teori ilmu pengetahuan itu selalu berubah dengan seiring adanya data-data dan temuan baru. Kedua,  Tidak menggunakan penemuan-penemuan ilmiah yang masih bersifat teori dan atau masih bersifat hipotesis. Kalaupun digunakan teori penemuan ilmiah tersebut untuk mendukung hasil penafsiran maka dalam hal kebenaran yang mutlak benar itu adalah al-Qur’an nya sementara penafsiran itu sifatnya relatif.

Jadi, penting untuk digaris bawahi bahwa penafsiran yang bercorak ilmi ini sama dengan tafsir pada umumnya yaitu merupakan suatu upaya atau ijtihad. Oleh sebab itu sekali lagi yang perlu pahami adalah penafsiran itu sifatnya relatif, bisa jadi benar bisa jadi salah. Yang benar itu adalah al-Qur’an itu sendiri yang hanya Allah yang menurunkannya yang mengetahui tafsiran dan maksudnya.

Manfaat Tafsir Ilmi dalam Memperkuat Keimanan

Manfaat Tafsir ilmi ini bisa menjadi penguat bagi keimanan yang sudah ada dalam diri manusia dan menjadi pendukung dari pendidikan keimanan yang telah diajarkan. Mukhlis Hanafi mengungkapkan bahwa dulu ajaran Al-Qur’an (keimanan) diperkenalkan dengan pendekatan logika/filsafat, sudah saatnya pendekatan ilmiah menjadi alternatif,  karena ayat-ayat ilmiah juga dapat dijadikan petunjuk dalam melihat keagungan dan kekuasaan Allah.

Teknis pelaksanaannya dapat dilakukan pada pembelajaran yang berbasis sains terutama terkait tema yang disinggung oleh al-Qur’an. Guru yang akan mengajarkan sains terlebih dahulu sudah dibekali atau punya persiapan pengetahuan tentang tafsiran ayat yang terkait dengan tema atau materi pembelajaran yang akan diajarkannya.

Baca Juga  Tafsir Saintifik: Menelisik Fenomena Tidur Ashabul Kahfi

Contoh sederhananya misalnya pada pembelajaran biologi, guru yang akan mengajarkan materi tentang proses reproduksi sudah terlebih dahulu membaca tafsiran ayat-ayat al-Qur’an tentang penciptaan manusia, dengan begitu terlihat keserasian antara pelajaran biologi yang merupakan bagian dari sains dengan ayat-ayat al-Qur’an yang sudah dipahami dengan menggunakan tafsir ilmi,  sehingga dengan ini peserta didik akan bertaambah kaguman terhadap al-Qur’an dan meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT.

Hal yang sama juga dapat dilakukan terkait dengan tema lainnya yang terdapat dalam sains, disaat yang sama al-Qur’an juga membahas atau menyinggungnya. Misalnya tentang penciptaan alam semesta, tentang hujan, dan lain sebagainya.

Editor: An-Najmi Fikri R

Raja Muhammad Kadri
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu al-Quran Sumatera Barat