Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

M. Alfatih Suryadilaga (1974-2021): Sang Guru Sufistik dan Ahli Hadis, Kini Telah Tiada

Alfatih Suryadilaga

Dunia akademik kembali berduka. Salah satu guru dan dosen terbaik kami dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang dikenal sangat produktif dalam melahirkan karya, baik dalam bentuk buku, jurnal hingga artikel-artikel di media online, Dr. M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag., kini telah tiada. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hermina pada hari Selasa 2 Februari 2021 sekitar pukul 23.37 WIB.  Beliau wafat di usia yang masih relatif muda, 47 tahun. 

Pak Fatih, begitulah kami sebagai mahasiswa memanggilnya. Teman-teman koleganya di fakultas sering memanggil beliau dengan sebutkan “Syaikh”. Beliau dikenal sebagai penghafal al-Qur’an dan hadis. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang santun, bersahaja, sufistik dan sangat penyabar.

Selama kurang lebih lima belas tahun saya menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga di bawah bimbingan beliau, juga sekaligus sebagai tim teaching dalam mengajar, saya belum pernah melihat dan mendengar beliau marah. Beliau sangat penyabar. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang tulus, ikhlas, mudah membantu sesama dan tidak pernah menyakiti orang. Saya bersaksi bahwa Pak Fatih adalah orang yang baik. Selamat jalan Syaikh, semoga husnul khatimah. Aamiin…

Mengenang “Syaikh” M Alfatih Suryadilaga

Nama lengkap beliau adalah Muhammad Alfatih Suryadilaga. Beliau dilahirkan di Lamongan pada tanggal 26 Januari 1974. Beliau menempuh pendidikan S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya (1996), S2 di IAIN Alauddin Makassar (1998) dan S3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2009). Beliau menjadi dosen dalam ilmu hadis di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga sejak tahun 1998. Dengan demikian, kurang lebih 23 tahun lamanya beliau mengabdikan dirinya pada dunia ilmu di kampus yang kami cintai. Jabatan terakhir beliau adalah Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia.

Baca Juga  Apa Alasan Kita Menolak Hermeneutika?

Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi kami yang masih sangat haus dengan bimbingan dan ilmu. Kepergian beliau juga cukup meninggalkan duka mendalam bagi segenap sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga, khusunya Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang sebelumnya juga telah kehilangan guru besar dalam bidang hadis, Prof Suryadi (wafat 3 Agustus 2019) dan Doktor dalam bidang Tasawuf yaitu Dr Syaifan Nur (wafat 29 Juni 2020).

Tokoh Produktif Melahirkan Karya

Pak Fatih adalah dosen yang sangat produktif dalam melahirkan karya tulis. Beberapa buku dalam bidang al-Qur’an dan Hadis yang telah beliau tulis diantaranya adalah Konsep Ilmu dalam Kitab Hadis (2009); Aplikasi Penelitian Hadis dari Teks ke Konteks (2009); Metodologi Living Hadis (2009); Ulumul Hadis (2010); Metodologi Syarah Hadis (2012); Pengantar Studi Qur’an dan Hadis (2014); dan lain-lainnya.

Beliau juga sangat produktif dalam melakukan penelitian dalam bidang hadis yang telah dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah, baik jurnal nasional maupun internasional. Salah satu artikelnya adalah yang diterbitkan di jurnal internasional Studia Islamika yang berjudul “Mafhum al-Shalawat ‘Inda Majmu’at Joged Salawat Mataram: Dirasah fi al-Hadith al-Hayy” (2014). Artikel yang ditulis di media online lebih dari 100 judul.    

Beliau juga telah memberikan amanah kepada saya untuk segera menyelesaikan buku yang berjudul Pengantar Studi Islam Kontemporer. Buku ini pada awalnya merupakan gagasan beliau. Beberapa draft telah berhasil beliau tulis namun belum tuntas. Sehingga pada 19 November 2020 beliau menghubungi saya melalui WA untuk dapat segera menyelesaikan buku tersebut karena sudah ditunggu penerbit. Insya Allah, amanah tersebut segera saya tunaikan. Semoga bisa menjadi amal jariah untuk beliau yang tidak akan pernah putus pahalanya. Aamiin

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 6: Apa Sebab Orang Menjadi Kafir?

Akhir kata, Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun… Selamat jalan Dr. KH. M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag. Selamat jalan menuju keabadian. Ragamu memang telah tiada meninggalkan dunia. Namun ilmu-ilmumu yang telah Engkau tuangkan dalam karya-karyamu akan abadi, akan terus dikenang sepanjang zaman dan akan terus mengalir pahalanya sebagai bekal engkau menghadap Ilahi Rabbi. Semoga kami sebagai murid, santri dan mahasiswamu dapat mengamalkan ilmu yang telah engkau ajarakan kepada kami. Dan semoga kami juga dapat meneruskan perjuanganmu dalam mengajarkan dan mengamalkan hadis nabi.

Editor: Ananul Nahari Hayunah