Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Krisis Akhlak Derita Masyarakat Modern

Masyarakat modern
Sumber: Islampos.com

Modernisme selalu ditandai dengan kemajuan zaman (perkembangan di bidang teknologi dan lain sebagainya). Pun juga, modernisme memiliki dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, menawarkan kemudahan (positif) bagi umat manusia dalam pelbagai hal. Namun di sisi yang lain, kehadirannya memberikan dampak (negatif) pula bagi kehidupan manusia. Tak ayal, kehidupan masyarakat modern serba instan, tetapi krisis spiritualitas (nilai-nilai agama).

Di lain pihak, ada juga yang berpendapat bahwa ilmu pengetahun dan teknologi itu positif atau pun negatif bergantung kepada bagai mana cara orang mengelolanya. Menurut mereka ilmu pengetahuan dan teknologi harus terus dikembangkan demi kepentingan umat manusia. Dalam Islam, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu kegiatan di bidang dakwah, pengkajian Islam, media komunikasi Islam, dan aktifitas social kemasyarakatan lainnya.

Agar peranan ilmu pengetahuan dan teknologi itu bisa berdampak positif itu adalah kembali kepada sikap mental dan kepribadian umat itu sendiri.Yang kini menjadi persoalan adalah penggunaan teknologi masih lebih banyak dikendalikan dan dikuasai oleh orang-orang yang moralitasnya kurang dapat dipertanggung jawabkan. Adapun dampak negatif dari kemajuan teknologi pada masyarakat modern bisa kita lihat (rasakan) dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, maraknya kasus kekerasan, pelecehan seksual, hedonisme, masyarakat konsumtif, mengedepankan gaya hidup, dan lain sebagainya.

Dampak dari berbagai perubahan dirasa tidak semua menguntungkan.bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perilaku menyimpang yang muncul dalam masyarakat modern. Munculnya banyak perilaku menyimpang dalam masyarakat modern perlu diwaspadai agar tidak mengancam kehidupan masyarakat modern, sehingga terbentuk masyarakat kekotaan yang teratur, tertib dan nyaman, serta memberikan harapan kehidupan masa depan yang lebih baik.

Kehidupan Masyarakat Modern

Masyarakat modern identik dengan masyarakat perkaotaan karena gaya hidup yang masyarakat modern dengan masyarkat perkotaan sama. Dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, masyarakat modern lebih maju. Tetapi dari segi kebudayaan masyarakat modern tidak seperti masyarakat pedesaan yang lebih menjunjung tinggi nilai kebersamaan mereka. Perubahan teknologi selalu lebih cepat daripada perubahan budaya, karena perubahan budaya terutama merupakan perubahan mental, sedangkan perubahan teknologi tidak selalu memerlukan perubahan mental terlebih dahulu. Agar perubahan masyarakat dapat menjadi kemajuan masyarakat maka perubahan mental perlu mendukung perkembangan masyarakat.

Masyarakat harus dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi sebagai dampak dari modernisasi.Perubahan-perubahan yang sifatnya positif, harus diterima dengantangan terbuka. Sementara perubahan sosial budaya yangmerugikan nilai-nilai budaya masyarakat dan bangsa harusdiantisipasi. Upaya penanggulangan perubahan yang negatif bisadilakukan dengan pengembangan pendidikan moral dan agama.Keduanya dapat menuntun masyarakat untuk menunjukkaneksistensinya sebagai masyarakat yang mempunyai budayaadiluhung dan nilai-nilai agama yang dapat dijadikan patokan bagimasyarakat untuk bertingkah laku.

Baca Juga  Paulo Freire: Filsafat Pendidikan dan Peradaban Islam (2)

Ciri-Ciri Masyarakat Modern

Ciri masyarakat modern memiliki jiwa kemanusian dan nilai peradaban yang tinggi dalam pergaulan hidup bermasyarakat.Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), salah satu ciri masyarakat modern ialah memberi apresiasi atas peran individu atau kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga masyarakat modern lebih mampu menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan zaman serta bersifat terbuka. Setiap masyarakat mengalami modernisasi yang berbeda. Bisa tergantung lokasi dan pembauran dengan budaya asing serta bergantung pada tingkat kemajuan IPTEK.

Dari beberapa perubahan yang kita rasakan saat ini dapat disimpulkan bahwa kehidupan modern ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat cenderung individual, materialis, dan menurunnya minat terhadap agama.

Dalam pemahaman-pemahaman terakhir ini orang menunjuk tumbuhnya sains,teknik dan ekonomi kapitalistis sebagai ciri masyrakatmodern. Sebagai bentuk kesadaran, modernitas dicirikan oleh tiga hal, yaitu: subjektivitas, kritik dan kemajuan. Dengan subjektivitasdimaksudkan bahwa manusia menyadari dirinya sebagai subjectum, yaitu sebagai pusat realitasyang menjadi ukuran segala sesuatu. Di dalam filsafat kita mendengar pernyataan Descartes yang sangat termasyhur, cogitoergo sum ( saya berfikir maka saya ada ).

Pernyataan itu adalah formulasi padat kesadaranmasyarakat modern yang terus dipertahankan bahkan sampai abad ke-20 ini bahwa manusia ( individu) bisa mengetahui kenyataan dengan rasionya sendiri. Selanjutnya adalah kritik. Kritik sudah implisit dalam pengertian subjektivitasiti, sejauh dihadapakan dengan otoritas. Dengan kritik dimaksudkan bahwarasio tidak hanya menjadi sumber pengetahuan,melainkan juga menjadi kemampuan praktis untuk membebaskan individu dari wewenang tradisi atau untuk mengubah prasangka-prasangkayang menyesatkan.

Subjektivitas dan kritik pada gilirannya mengandaikan keyakinan akan kemajuan. Dengan kemajuan yang dimaksudkan diatasbahwa manusia menyadari waktu sebagai sumber langka yang tak terulangi. Waktu dialami sebabagai rangkaian peristiwa yang mengarah pada satu tujuan yang ditujuh oleh subjektivitas dan kritik itu.

Krisis Akhlak

Problematika yang dihadapi masyarakat modern dalam masalah akhlak adalah modernisasi yang semakin maju dan terpengaruh ke dalam sendi-sendi kehidupan. Budaya modern yang melanda kehidupan masyarakat juga terpengaruh kehidupan para pelajar, sehingga para pelajar ikut terpengaruh budaya modern yang merusak akhlak.Adanya kemerosotan akhlak yang terjadi pada masyarakat modern ini dapat dilihat dengan adanya kenakalan remaja. Kenakalan remaja menyebabkan rusaknya lingkungan masyarakat modern.

Baca Juga  Islam Dan Tradisi Lokal Dalam Perspektif Multikulturalisme

Perbuatan kejahatan, ataupun penyiksaan terhadap diri sendiri, seperti perampokan, narkoba, minuman keras yang semuanya itu adalah imbas dari modernisasi. Budaya modernisasi tersebut menyebabkan terhambatnya penanaman nilai- nilai religius ke dalam diri peserta didik, karena peserta didik yang sudah terpengaruh oleh suatu budaya akan berlaku sesuai dengan budaya yang diadopsinya tersebut.

Masyarakat modern meyakini bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu mengangkat derajat kehidupan baik dari segi ekonomi, sosial budaya dan politik. Padahal, dalam kenyataannya tidak semua persoalan-persoalan kehidupan masyarakat dapat diselesaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang diharapkan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu tidak terelakkan telah memberikan dua dampak bagi kehidupan manusia, yaitu dampak positif dan, pada sisi lain, juga menimbulkan dampak negatif.

Berikut ini ada beberapa contoh yang mungkin menjadi kekhawatiran dari sebagian kalangan akan dampak dari kemajuan teknologi itu. Seperti, menurut mereka bahwa dengan kemajuan teknologi bisa dinikmati oleh orang-orang yang berkompetesi saja, mereka juga menyakini berbahaya kalau berada ditangan orang yang mempunyai mental dan keyakinan agama yang lemah.

Sebenarnya yang paling krisis yaitu penyimpangan moral dalam aspek etika tersebut seperti, menurunnya kualitas moral bangsa yang dicirikan dengan membudayanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, berbagai konflik  yang merajalela (antar etnis, agama, politik, ormas dan lain-lain), meningkatnya kriminalitasdiperbagai kalangan, serta menurunnya etos kerja di berbagai instansi-instansi pemerintahan, merosotnya nilai-nilai keadilan, spiritual, kemanusiaan dan masih banyak lagi.

Dengan demikian, manusia mengalami degradasi moral yang dapat menjatuhkan harkat dan martabatnya. Masyarakat kehilangan identitas diri, mereka merasa bingung karena proses modernisasi yang disalahgunakan dapat menimbulkan ketidakberesan di segala bidang aspek kehidupan manusia, seperti aspek hukum, moral, norma, etika dan tata kehidupan lainnya.

Solusi Menghadapi Problematika Masyarakat Modern

Pertama, Internalisasi Akhlak

Dalam mengatasi problem diatas, nampaknya perbaikan akhlak melalui internalisasinilai-nilai akhlak menduduki solusi yang pertama. Implementasi merupakan suatu penerapan proses, ide, konsep, kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak, baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan maupun nilai dan sikap. Implementasi penanaman nilai religius yang diharapkan mampu membentuk kepribadianislamiyah. Pendidikan selain mencangkup proses trasfer dan transmisi ilmu pengetahuan juga merupakan proses yang sangat strategis dalam menananmkan nilai dalam rangka membentuk pribadi islamiyah.

Baca Juga  Hari Natal dan Persaudaraan Antara Umat Islam dan Kristen

Suatu masyarakat yang memiliki akhlak yang baik tentunya akan berupaya melakukan hal-hal yang mendatangkan maslahat atau kebaikan untuk diri dan masyarakatnya. Mereka akan bekerja dan berjuang untuk mewujudkan secara nyata kemakmuran masyarakatnya.Bagi orang yang berakhlak merasa berkewajiban untuk membangun masyarakatnya dan belum merasa tenang dan bahagia bila masyarakatnya belum mencapai kemakmuran, sebagimana  digambarkan dalam QS. Ibrahim ayat 24:

 اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا 

“Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik (TQS. Ibrahim: 24)

Maksudnya orang yang berakhlak bagaikan pohon rindang yang buahnya senantiasa memberi manfaat kepada manusia, lantaran orang-orang yang berakhlak itu tidak pernah berkata kecuali yang baik dan tidak pernah berbuat kecuali yang baik pula.  Karena pendidikan akhlak itu sendiri tidak mengajarkan perbuatan-perbuatan jahat sekecil apapun. Perilaku yang mengandung akhlak buruk akan selalu menjadi pengganggu di dalam masyarakat dantentunya akan menjadi upaya pada masyarakat itu sendiri untuk memberantasnya. Ajaran Islam memiliki ajaran yang sempurna dan didalamnya mengandung ajaran akhlak yang mulia yang menjadi rujukan kaum muslim.

Kedua, Nilai-Nilai Taswuf

Tasawuf berperan melepaskan kesengsaraan dan kehampaan spiritual untuk memperoleh keteguhan dalam mencari Tuhan. Karena inti ajaran tasawuf adalah bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga seseorang merasa di hadirat-Nya dan terlepas dari kegundahan, kesedihan, dan kegalauan. Adapun ajaran tasawuf yang paling mendasar yang dapat dijadikan sebuah solusi dalam mengatasi problematika kehidupan masyarakatmodernyaitu dengan mengadakan instropeksi diri atau dalam bahasa tasawuf dikenal dengan muhasabah terhadap diri sendiri.

Dalam pandangan tasawuf, penyelesaian dan perbaikan di atas tidak dapat tercapai secara optimal jika hanya berorientasi untuk mencari kehidupan lahir, karena kehidupan lahir hanya merupakan gambaran atau akibat dari kehidupan manusia yang digerakkan oleh tiga kekuatan pokok yang ada pada diri manusia, yaitu: akal, syahwat, dan nafsu amarah.

Ajaran tasawuf perlu di aplikasikan dalam seluruh aspek kehidupan manusia modern, aspek ekonomi, sosisl, politik, kebudayaan, dan lain sebagainya. Dengan menerapkan ajaran tasawuf secara proporsional dan menerapkan prinsip-prinsip moral Islam, maka akan terwujud kapribadian manusia utama yang mampu menjadi warga masyarakat dan bangsa yang baik dan bermanfaat.

Penyunting: M. Bukhari Muslim

Moh Sunan
Lahir di Sumenep 07 November 2000. Pengurus PC IPNU Kangean sekaligus mahasiswa STIKA Al-Hidayah Arjasa Kangean dan tinggal di Ponpes Al-Hidayah sebagai santri aktif.