Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kiat Meneguhkan Hati dalam Al-Qur’an

meneguhkan hati
Sumber: https://ladybirdar.com

Hati dinamai qalbun (قلب) karena sifatnya yang bolak-balik. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu ‘Abbas di dalam tafsir Ibn Abu Hatim. Syaikh as-Sa’di dalam tasirnya mengatakan bahwa tidaklah hati dinamai qalbun selain karena betapa dahsyat sifat bolak baliknya. Seorang hamba benar-benar butuh Allah untuk mendapat karunia meneguhkan hati.

Betapa miris kita mendengar dari kisah-kisah terdahulu tentang seorang ahli ibadah yang bisa murtad. Sampai ke level ulama pun ada yang sampai murtad. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Hal ini mengisyaratkan kita butuh Allah setiap saat agar keimanan dapat meneguhkan hati.

Riwayat Tentang Hati

Dalam suatu riwayat dari Anas r.a. berkata: Rasulullah memperbanyak doa. “Yā muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.” wahai yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” maka aku bertanya: “Ya Rasulullah, kami beriman kepadamu dan apa yang engkau bawa, apakah engkau mengkhawatirkan kami?” Nabi menjawab: “Ya. Sesungguhnya hati di genggaman dua jari diantara jari jemari Allah. Dia-lah yang membolakbalik hati itu sekehendak-NYA.” (H.R. Ibnu Majah: 3834 dan dishahihkan oleh Albani).

Dalam riwayat lain, seorang tabi’in bernama Syahr bin Hausyab bertanya kepada Ummu Salamah tentang doa Rasulullah yang paling sering terdengar saat berada di sampingnya. Ummu Salamah menjawab: “Doa Rasulullah yang paling sering adalah: yā muqallibal qulūb tsabbit qalbī ‘alā dīnik” (Shahih Tirmidzi Lil-Albani: 3522).

Selevel Rasulullah saja yang maksum adalah yang paling sering berdoa untuk diteguhkan hati dan keimanannya. Karena sifat hati yang bisa berubah, betapa Rasulullah telah mewanti-wanti kita akan dahsyatnya hati.

Pentingnya ditetapkan hati

Allah Ta’ala berfirman:

قال لئن لم يهدنى ربى لأكونن من الضالين

Baca Juga  QS. An-Nisa: 79: Makna dan Sumber Baik dan Buruk?

Ia berkata, kalaulah tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, maka aku termasuk orang-orang yang sesat.” (Q.S. al-An’am ayat 77).

Menurut Ibnu Katsir, sesungguhnya seseorang hamba butuh Allah di setiap waktu dan keadaan agar selalu diberi keteguhan dalam petunjuk dan hidayah. (Tafsir Ibnu Katsir: 1/139). Bahkan dalam tafsir al-Baghawi dijelaskan bahwa para nabi tidak pernah alpa berdoa. Itulah mengapa nabi Ibrahim ‘alaihissalam berdoa dalam surah Ibrahim ayat 35 yang artinya: “jauhkanlah aku dan anakku dari menyembah berhala.”

Imam Ibnul Qayyim dalam I’lam al-Muwaqi’in sampai mengatakan bahwa seorang hamba tidak akan mampu berlepas diri dari meminta keteguhan kepada Allah sekejap pun, jika Allah sampai tidak meneguhkan hatinya, keimanannya bisa hilang dari hatinya. Sungguh Allah telah berfirman yang artinya, “kalaulah kami tidak meneguhkanmu, maka kamu condong kepada mereka meski hanya sedikit.” (QS. Al-Isra’ ayat 74). Itu artinya, tanpa hidayah dan kasih sayang Allah, sangat mungkin bagi kita untuk bisa tergelincir. Na’udzubillah.

Selain itu, terdapat sebuah hadis yang menunjukan betapa pentingnya untuk selalu meneguhkan hati dan iman. “Sesungguhnya iman bisa usang seperti halnya sebuah pakaian yang usang. Maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui iman di hati kalian” (HR. Thabrani dalam Mahma’ az-Zawaid: 1/57).

Cara-cara meneguhkan hati

1. Membaca kisah-kisah para nabi. Hal ini berdasarkan firman Allah swt dalam surah Hud ayat 120:

كذلك نقص عليك من أنباء الرسل ما نثبت به فؤادك

Dan kami ceritakan kisah-kisah rasul agar dengan kisah itu kami teguhkan hatimu.”

2. Senantiasa mengamalkan ilmu. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah an-Nisa ayat 66:

و لو أنهم فعلوا ما يوعظون به لكان خيرا لهم و أشد تثبيتا

Baca Juga  Perjalanan Bangsa Indonesia dan Tafsir Surah Al-Balad

“Dan sekiranya mereka melakukan apa yang diperintahkan, itulah yang lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka.”

3. Bersahabat dan bergaul di lingkungan orang-orang saleh

Cara ini bisa menjadi penyelamat saat keimananan melemah karena akan selalu ada yang mengingatkan apabila kita lalai. Sebab sahabat yang saleh akan senantiasa mengamalkan wa tawashaw bil haq wa tawa shaw bish-shabr.

4. Berdoa

Doa ini harus dilakukan seumur hidup dan jangan pernah ditinggalkan. Ibnu Rajab berkata: istikamah juga perlu berdoa kepada Allah. Rasulullah saja selalu banyak berdoa untuk keteguhan hatinya. (Rasail Ibnu Rajab: 1/339). Seorang rasul saja yang ma’sum selalu merutinkan doa. Apalagi kita yang banyak alpa dan dosa. Jangan pernah meninggalkan doa ketetapan hati sekejap pun. Dalam sekejap pula hati kita dapat berubah. Ada dua doa yang bisa diamalkan:

Pertama, berdasarkan surah Ali Imran ayat 8:

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

“Wahai tuhan kami janganlah kau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Sesungguhnya Engkau maha pemberi.”

Kedua, doa dalam hadis Rasulullah:

يا مقلب القلوب ثبت قلبى على دينك

“Wahai yang membolakbalikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu.”

Wallah a’lam.