Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Keutuhan Jasad Fir’aun yang Tenggelam dan Hikmah Di Baliknya

fir'aun
Sumber: istockphoto.com

Kitab suci al-Qur’an memang benar adanya dengan segala firmanya. Sains modern pun agaknya banyak sekali membuktikan akan kemukjizatan al-Qur’an itu sendiri. Salah satu yang amat cukup mencengangkan adalah ditemukanya jasad Fir’aun oleh Loret pada tahun 1898. Yaitu di lembah raja-raja dalam keadaan terbalut. Hal ini merupakan kemukjizatan yang amat sangat luar biasa. Seperti halnya al-Qur’an dalam firmanya bahwa diketemukanya jasad seorang Fir’aun adalah sebagai pealajaran bagi manusia setelahnya. Seorang Prof. Dr. Maucire Bucaile mengungkapkan, bahwasanya kematian Raja Mesir ini terindikasi meninggal dikarenakan tenggelam dengan kondisi syok hebat sebelumnya.  

Kemukjizatan kitab suci al-Qur’an tersebut setidaknya terlukiskan dalam dua  ayat  dalam kitab suci  al-Qur’an. Yaitu surah Yunus ayat 90 dan 92, yang setidaknya menggambarkan dua hal kepada manusia. Pertama, Fir’aun mati secara mengenaskan dalam keadaan tenggelam, kedua, diselamatkanya jasad Fir’aun oleh Allah SWT, sebagai bentuk hikmah pelajaran kepada manusia sesudahnya.  (Maghfirah, 2018)h. 224. berikut ulasan ayat-ayat tersebut:

Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 90 Dan Kisah Karamnya Fir’aun

وَجَا وَزْنَا بِبَنِيْ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُوْدُهُ بَغْيًا وَّعَدْوًا حَتّى اِذَاَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ امَنتُ اَنَّهُ لآَاِلهَ اِلاَّ الَّذِيْ امَنْتُ بِهِ بَنُوْآاِسْرَآءِيْلَ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

‘’Dan kami seberangkan Bani Israil ke seberang laut, lalu Fir’aun dan laskarnya (tentaranya) mengikuti(mengejar) mereka karena kezaliman dan rasa permusuhanya. Ketika hampir ditelan oleh laut, Fir’aun berkata: ‘’saya beriman bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Tuhan yang diimani oleh Bani Israil dan aku ini adalah orang yang menyerahkan diri’’. QS. Yunus [10]: 90

Allah SWT Tuhan semesta alam berkeinginan untuk memberikan keselamatan kepada Bani Israil daripada aneka kebengisan Raja Mesir yang kejam. Tibalah hari itu, yang mana pada saat kelengahan menghampirinya, tibalah Bani Irail berikut Nabiyallah Musa dan Harun beranjak pergi ke bumi yang dijanjikan oleh Allah SWT. Tersiarnya berita mengenai kepergian Bani Israil pun sampai ke telinga Fir’aun, mendengar hal tersebut, Fir’aun memerintahkan kepada bala tentaranya untuk mengejar Bani Irail hingga ke tepi laut. (Ashiddieqy, 2000)h.1848

Baca Juga  Toleransi Beragama Sesama Muslim dan Non Muslim

Mendengar bala tentara Fir’aun beranjak mengejar mereka, segeralah mereka  mengabarkan informasi tersebut kepada Nabiyallah Musa. ‘’Wahai Musa’’, Fir’aun berada dibelajang kita bersama bala tentaranya. Sementara itu, kita dihadapkan dimuka laut, apakah yang mesti kita lakukan, wahai Musa?

Tibalah saat itu wahyu dari Allah SWT kepada Nabiyallah Musa. ‘’Wahai Musa, pukulkanlah tongkat mu itu ke air laut’’. Maka, terbelahlah laut tersebut sebesar gunung, lalu selanjutnya, menyeberanglah mereka melewati bongkahan air laut yang terbelah membentuk jalan, olehkarenanya selamatlah mereka atas inayat  serta penjagaan Allah SWT. Menyaksikan fenomena tersebut, lantas beranjaklah Fir’aun beserta bala tentaranya menyeberangi laut tersebut, alih-alih keselamatan yang didapat. Namun justru air laut kembali menyatu, lantas karamlah dan tenggelamlah ia beserta bala tentaranya sebelum menepi di tanah seberang.

Pada saat tertelan gelombang laut itulah, seorang Fir’aun berkata:’’aku beriman kepada Allah SWT. Sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang diimani oleh Bani Israil, dan sekarang aku patuh serta tunduk dibawah perintahnya, menjadi seorang Islam.’’. Dalam lontaran ucapan pernyataan keimanan dan keislamanya tersebut tutur Hasby, Fir’aun sangat ingin terbebas daripada belenggu kekaramanya dari air laut. (Ashiddieqy, 2000)h.1849

Hikmah Dibalik Karamnya Fir’aun

            فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ ايَةً وَاِنَّ كَثِيْرًامِّنَ النَّاسِ عَن ايتِنَا لَغفِلُوْنَ

‘’Pada hari itu kami mengangkat tubuhmu ke permukaan laut dan kami melemparkan ke tepi pantai supaya kamu menjadi perumpamaan (pelajaran) bagi orang-oarng dibelakang kamu. Sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lalai terhadap ayat-ayat kami’’. QS. Yunus [10]: 92

Allah SWT kala itu mencampakkan jasad Fir’aun ke tempat yang amat tinggi di tepi pantai, melalui perantara gelombang ombak. Hal tersebut sebagai wujud bukti kepada orang-orang yang meragukan kematian Raja Mesir tersebut, berikut hancurnya kekuasaanya di atas semua manusia. Berikut dijadikan juga sebagai ayat-ayat(tanda tanda) mahligai kekuasaan Allah SWT. Dan juga sebagai hikmah, berupa pelajaran bagi orang-orang setelahnya.

Baca Juga  Dinamika Fatwa Vaksin Covid-19: Lembaga Keagamaan, Independensi dan Pertarungan Politik

Dan sebagian ulama klasik(salaf) tutur Hasby, mengungkapakan, bahwa segelintir Bani Israil meragukan akan kematian Fir’aun. Oleh karenanya, Allah SWT menghempaskan serta mencampakkan  jasadnya yang sudah meninggal tersebut, ke tempat yang amat tinggi di tepi pantai. Sebagai wujud bukti akan  keraguan orang-orang mengenai kematian Fir’aun. Dan meneguhkan sosok Nabiyallah Musa dan Harun, dan sebaliknya, melemahkan kedudukan dan posisi Fir’aun dan kaumnya, yang dipandang amat sangat kuat serta berdaulat dan berkuasa atas seluruh komponen manusia kala itu.  Wallahua’lam.

Editor: An-Najmi