Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Keutamaan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan

ibadah
Sumber: freepik.com

Umat islam selayaknya memahami keutamaan atau fadhilah dari setiap ibadah yang Allah Swt perintahkan. Menurut para ulama pemahaman terhadap keutamaan dalam melaksanakan setiap amal saleh akan menjadi penyemangat sekaligus akan mendorong kepada peningkatan ketakwaan seseorang. Rahmadhan diartikan sebagai bulan ke-9 pada kalender hijriah dalam sejarah Islam. Ramadhan adalah bulan yang disucikan oleh umat Islam karena pada bulan ini al- Qur’an diturunkan.

Pada bulan Ramadhan, umat Islam tidak diperbolehkan untuk makan dan minum mulai dari terbit sampai tenggelamnya matahari. Larangan makan dan minum (shaum, dalam bahasa Indonesia disebut puasa) merupakan salah satu rukun Islam bersama-sama dengan berhaji dan shalat. Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat.


Ramadhan Bulan di Turunkannya Al-qur’an

Ramadhan merupakan syahrul Qur’an (bulan Al-Quran). Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan suci Ramadhan. Allah Swt berfirman yang artinya : Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).(QS. Al-Baqarah: 185).

Di ayat lain Allah Swt berfirman yang artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar (QS. Al-Qadar: 1). Dan banyak ayat lainnya yang menerangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan suci Ramadhan. Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan Nama sahrul quran (bulan al-quran)

Bulan Penuh Keberkahan

Bulan ini disebut juga dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini adalah berdasarkan pada dalil hadist Nabi Rasulullah SAW yang artinya : Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

Baca Juga  Orang yang Gagal dalam Berpuasa di Bulan Ramadhan

Dan di dalam bulan penuh kemuliaan dan keberkahan ini maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Puasa ditinjau dari aspek ekonomi, maka Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Bagi fakir miskin, Ramadhan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan ini seorang muslim disunnah untuk berinfaq dan bersedekah di bulan ramadhan kepada mereka. Bahkan diwajibkan membayar zakat fitrah untuk mereka.

Malam Lailatul Qodar

Kemuliaan bulan Ramadhan salah satunya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadhan yaitu malam lailatul qodar. Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Al-Qur’anul Karim manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan malam lailatul qodar.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.(QS.AlQadr:1-3).

Keutamaan malam lailatul qadar dapat dilihat dalam firman Allah SWT dalam beberapa ayat di Al-quran, di antaranya yaitu:

Merupakan malam diturunkannya Alquran, sebagaimana terdapat dalam surat Alqadr ayat 1, Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran pada malam qadar. Malam ini disebut lebih baik daripada seribu bulan. Allah SWT berfirman: malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.(Al-Qadr: 3).

Maksud lebih baik di sini menyiratkan keutamaan besar yang dimiliki malam qadar, yakni nilai ibadahnya lebih baik dibanding seribu bulan ibadah di malam lain. Malaikat turun membawa ketentraman dan keberkahan pada malam ini. Allah berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 4: pada malam itu, turunlah para malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya, (mengatur segala urusan).

Baca Juga  Bulan Pengabulan Doa

Bulan Pengampunan Dosa

Allah Ta’ala menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa selama kita menjauhi dosa besar. Nabi saw bersabda yang artinya: “Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi“.

Melalui berbagai aktifitas ibadah di bulan Ramadhan Allah Swt menghapuskan dosa kita. Di antaranya adalah puasa Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya : “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu“.

Begitu pula dengan melakukan shalat malam (tarawih, witir dan tahajud) pada bulan Ramadhan dapat menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya : “Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Manusia berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan dan berlomba-lomba besedekah di bulan ramdhan karena pahala yang di dapat di bulan ramadhan berlipat ganda, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pintu Surga di Buka Pintu Neraka di Tutup

Keberkahan kemuliaan di dalam bulan Ramadhan adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat. Dengan demikian, Allah Ta’ala telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang mereka perbuat pada bulan Ramadhan. Maka dari itu umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan pahala dan pengguguran dosa.

Mengingat berbagai keutamaan Ramadhan tersebut di atas, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meraihnya dengan melakukan berbagai ibadah dan amal shalih. Semoga Ramadhan tahun ini akan lebih baik dalam hal amalan ibadah daripada tahun-tahun sebelumnya menambah pelajaran dan menambah ilmu.

Baca Juga  Perang Uhud, Kelengahan Yang Berakhir Dengan Kekalahan

Aamiin…aamiin.

Editor: An-Najmi Fikri R

Nurul Hindayani
Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu