Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Ketika Sinyal Iman Melemah

Iman
Gambar: steemit.com

Al imanu yazid wa yankus (iman itu bertambah dan berkurang). Ungkapan tersebut mencerminkan keadaan iman manusia, ia bisa bertambah bisa juga berkurang. Jika koneksi hubungan manusia dengan Allah berkurang, maka akan banyak dampak buruk bagi kehidupan manusia itu sendiri. Menurut Ibnu Abbas, jika koneksi manusia dengan Allah sedang memburuk atau terputus-putus maka dampak buruk bagi manusia itu di antaranya:

Pertama, hidupnya akan banyak masalah dan susah seperti dijelaskan dalam QS. Toha: 124:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Memperbaiki Hubungan dengan Allah

Maka seorang manusia hendaknya memperbaiki hubungannya dengan Allah. Jika hubungannya terjalin dengan baik, maka Allah akan memberikan hadiah berupa:

  • Cahaya yang terpancar pada wajahnya. Siapapun yang melihatnya akan teduh pandangannya dan wajahnya terlihat bercahaya.
  • Allah akan berikan cahaya pada hatinya, maka ia tidak akan sakit hati, tidak akan kecewa, tidak akan gelisah atau menderita, karena Allah senantiasa membimbingnya.
  • Rezekinya akan dideraskan oleh Allah. Tidak hanya materi, namun juga immateri. Contohnya seperti keluarga yang sakinah, keuangannya lancar, semua anaknya sholeh sholehah, dan lain-lain.
  • Setiap permasalahannya diberi solusi. Apapun masalah yang dihadapinya Allah akan bimbing dalam menyelesaikannya.
  • Allah akan tanamkan rasa cinta padanya. Terlebih cintanya kepada Allah swt.

Namun jika hubungannya dengan Allah tidak baik, maka Allah tidak akan memberi cahaya kepadanya. Hatinya gelap, rezekinya sempit, badannya rikih, dan Allah tanamkan pada orang lain rasa benci kepadanya. Naudzubillah..

Kedua, do’a sulit terkabul

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah 17-19: Telinga Mereka Ditutup

Bagaimana do’a akan terkabul, jika makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak halal. Maka manusia hendaknya senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Halal dzat nya dan halal pula cara mendapatkannya.

Ketiga, hidup tidak akan bahagia dan kurang sabar dalam menghadapi masalah, hijrah yang  ia lakukan akan terasa melelahkan, tidak Lillah, maka dosapun kembali banyak ia lakukan. Sebagaimana dalam QS. Al-ankabut: 2

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”

Keempat, tidak akan merasakan nikmatnya ibadah, seperti  qiyamullail, baca quran, berpuasa dan lain-lain.

Solusi Menguatkan Koneksi ke Allah

Disamping itu, terdapat 5 solusi untuk menguatkan koneksi kepada Allah, di antaranya:

  • Dzikrullah. Seperti dijelaskan dalam Ar-ro’du: 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Dan juga memperbanyak membaca doa “Allohumma ainnii ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika”.

  • Senantiasa melingkar dengan orang-orang shaleh atau shalihah, dan jangan pernah lepaskan, dijelaskan dalam QS. Al-kahfi: 28:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Cara Menjaga Iman

  • Jangan melakukan perbuatan maksiat. Karena maksiat akan melemahkan iman dan menghambat dalam berbuat kebaikan. Selain itu, maksiat pun juga dapat menggelisahkan kehidupan pelakunya.
  • Senantiasa mengikat iman, dan selalu berada dalam lingkungan yang baik. Seperti berada dalam majelis-majelis ilmu agama.
  • Senantiasa hidup dengan Al-Qur’an. Dalam arti semangat dalam membacanya, menghafalkan ayat-ayatnya, mentadaburi semua kandungan maknanya, dan mengamalkannya pada orang lain.
Baca Juga  Pembukukan Al-Quran Pada Masa Usman Bin Affan

Semoga dengan mengetahui sedikit pengetahuan mengenai hablumminAllah, dapat menambah tingkat keimanan kepada Allah dan menjadi booster ketika iman melemah. Wallahu a’lam Bish Showab.

Penyunting: M. Bukhari Muslim

Nadea Siti Sa’adah.
Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Gunung Djati Bandung