Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kematian Kartunis Muhammad: Berkaca Melalui Surah Al-Hijr Ayat 95

Al-Hijr
Gambar: suara.com

Tersiarnya berita tewasnya seorang kartunis Swedia bernama Lars Vilks secara mengenaskan, dalam insiden kecelakaan mobil yang ditumpanginya. Hal itu memantik pertanyaan bagi netizen, siapakah sosok Lars Vilks yang menjadi buah bibir kaum muslim tersebut? Sosok Lars Vilks merupakan penggambar kartun Nabi Muhammad SAW yang terbit pada tahun 2007. Hal tersebut cukup memantik kemarahan ummat muslim, yang menganggap representasi visual Nabi Muhammad SAW adalah penghinaan agama.

Berkaca dari peristiwa tersebut, mengingatkan penulis terhadap lima tokoh Quraisy, yang mana mereka semua tewas dengan asbab-musabab yang remeh temeh. Mereka semua adalah orang yang suka memperolok-olok Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an secara sangat amat keji. Kelima nama tersebut sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili dan Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur karya Hasby Ash-Shidieqy yaitu: al-Walid ibnu Mughirah, al-Ash ibnu Wa’il, Adi ibn Qais, Aswad ibn Abdi Muththalib, dan Aswad ibn Abdu Yaghuts.  (Ashiddieqy, 2000, p. 2197)

Perihal dengan fenomena sosial di atas, mengingatkan semua lapisan masyarakat, khususnya ummat Islam sendiri, bahwasanya firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul Karim, yaitu dalam surah Al-Hijr ayat 95 benar adanya, dan akan selalu terulang dengan tokoh yang berbeda setiap zamanya, untuk lebih memberikan rem darurat kepada manusia, bahwasanya Nabi Muhammad SAW akan selalu dipelihara dari kejahatan orang-orang yang memperolok-oloknya.

Penafsiran Surah Al-Hijr Ayat 95

Dalam Al-Qur’anul Karim Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hijr ayat 95, sebagai berikut:

اِنَّا كَفَيْنكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَ

“Sesungguhnya kami telah memelihara kamu dari kejahatan orang yang memperolok-olok kamu.’’ QS. Al-Hijr [15]:95

Ayat ini adalah sebagai bentuk jaminan perlindungan Allah SWT, bagi Nabi Muhammad SAW terhadap orang-orang yang memperolok-olok serta mencemooh Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Mereka adalah orang-orang musyrik yang mempunyai pengaruh serta kekuatan. Kalangan mereka adalah orang yang penulis sebutkan diawal tadi, yaitu: al-Walid ibnu Mughirah, al-Ash ibnu Wa’il, Adi ibn Qais, Aswad ibn Abdi Muththalib, dan Aswad ibn Abdu Yaghuts.

Baca Juga  Seni Saling Memaafkan dalam Islam

Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah SAW ‘’aku diperintahkan untuk menjaga dan melindungimu dari mereka’’. Lalu malaikat Jibril menunjuk ke arah tumit al-Walid ibn Mughirah, yang terdapat sebatang anak panah yang menyangkut di bajunya. Namun karena sikap sombongnya, dia tidak mau mencabut panah tersebut, dan berakhir dengan kematian. Karena anak panah itu mengenai salah satu pembuluh darah yang ada dalam tumitnya.

Malaikat Jibril juga menunjuk ke arah telapak kaki seorang musyrik al-Ash ibnu Wa’il, dan karena duri yang masuk ke dalam telapak kakinya tersebut, al-Ash ibnu Wa’il pun mati. Malaikat Jibril juga menunjuk ke arah kedua bola mata Aswad ibn Abdi Muththalib, dan naas diapun menjadi buta. Lalu malaikat Jibril juga menunjuk ke arah hidung daripada Adi ibn Qais sehingga hidungnya mengeluarkan nanah dan akhirnya meninggal dunia, dan yang terakhir malaikat Jibril menunjuk ke arah Aswad ibn Abdu Yaghuts, yang sedang duduk di bawah pohon. Sehingga ia pun terserang penyakit, yang mengakibatkan ia membentur-benturkan kepalanya sendiri ke pohon semabari memukul-mukuli wajahnya sendiri dengan duri sampai mati. (az-Zuhaili, 2013, p. 335)

Asbabun Nuzul Surah Al-Hijr ayat 95

اِنَّا كَفَيْنكَ Al-Bazzar dan Thabrani meriwayatkan dari Anas ibn Malik, ia berkata, bahwasanya: ‘’suatu ketika rasullullah SAW melewati sejumlah orang di Makkah, lalu mereka menyindir serta menyinggung Rasulullah SAW, dengan sindiran, ‘’orang ini yang mengaku-ngaku bahwa dirinya adalah  seorang nabi, dan bahwa dirinya juga disertai malaikat Jibril’’. (az-Zuhaili, 2013, pp. 330-331)

Lantas lalu malaikat Jibril pun, mengisyaratkan dengan jarinya, sehingga ada semacam kuku yang jatuh di tubuh mereka, yang mengakibatkan borok serta bau busuk di tubuh penghina Nabi Muhammad SAW tersebut, bahkan tidak ada satupun orang yang bisa mendekati mereka, yaitu si penghina Nabi Muhammad SAW, sehingga atas dasar itulah turunya ayat ini, yaitu Surah Al-Hijr ayat 95, sebagai berikut: اِنَّا كَفَيْنكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَ . (az-Zuhaili, 2013, p. 331)

Baca Juga  Melihat Kesusastraan Arab Masa Pra Islam

Kesimpulan

Banyak hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Lars Vilks dan kelima orang Quraisy. Di antaranya bahwa bentuk penghinaan kepada agama apapun seyogyanya tidak dilakukan, apalagi terhadap utusan yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin), yaitu baginda Nabi Besar Muhammad SAW, karena Tuhan sendiri yang memberikan jaminan perlindungan atas utusanya melalui firmanya dalam surah Al-Hijr ayat 95. Wallahua’lam

Penyunting: M. Bukhari Muslim