Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Keistimewaan Al-Qur’an: dari Otentisitas Hingga Sastranya

Keistimewaan Al-Qur'an
Sumber: https://griyaalquran.id/

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam di seluruh dunia. Wahyu yang langsung berasal dari Allah SWT, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar dari mukjizat nabi-nabi sebelumnya. Kedudukannya pun yang sangat tinggi dan penting, yaitu sebagai sumber utama hukum Islam. Di dalamnya terdapat banyak sekali petunjuk dan perintah dari Allah SWT yang harus dijalankan oleh manusia di muka bumi ini. Banyak keistimewaan Al-Qur’an yang belum kita ketahui. Berikut keistimewaan Al-Qur’an.

Keistimewaan Al-Qur’an

  • Terjaga Keasliannya

Salah satu keistimewaan Al-Qur’an adalah selalu terpelihara dan terjaga keasliannya. Sejak diturunkannya Al-Qur’an sampai hari kiamat kelak, Al-Qur’an akan tetap terjaga keasliannya. Sebab, Allah SWT yang telah menjamin keaslian Al-Qur’an. Sebagaimana Allah SWT berfirman pada Surat Al-Hijr [15]: 9

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”

Tidak ada kitab didunia ini yang dapat dihafalkan dengan tuntas, kecuali Al-Qur’an. Karena Allah sudah menjamin keasliannya dan menakdirkan sebagian hambanya untuk menghafalkan kitab suci ini. Dengan cara banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang sudah menghafal kitab suci ini, sehingga dengan sendirinya mereka menjaga keaslian Al-Qur’an.

Jika ada perubahan atau kejanggalan mereka akan segera mengetahuinya. Bisa juga dijaga dengan cara pembacaan qira’ah bahkan lomba menulis kaligrafi (tulisan Arab/Al-Qur’an). Dengan cara tersebut Al-Qur’an akan tetap terjaga keasliannya. Keaslian Al-Qur’an tidak hanya diakui oleh umat Islam saja, tetapi non-Islam pun juga mengakuinya. Teks Al-Qur’an juga tidak pernah mengalami perubahan, padahal usianya lebih dari 14 abad.

  • Sebagai Pedoman Hidup

Al-Qur’an  adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah SWT dan pelengkap dari kitab-kitab sebelumnya, yang berlaku sampai akhir zaman. Oleh karena itu, Al-Qur’an menjadi pedoman atau tuntutan bagi seluruh umat manusia untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SAW berkata : “Manusia tidak akan tersesat dalam hidupnya jika berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadis”. Sebagaimana Allah SWT berfirman pada Surat Al-A’raf [7]:52

وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

“Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

***

Juga sebagaimana pada surat An-Nahl [16]: 89

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ ࣖ

“Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.”

Cara mengamalkan Al-Qur’an dengan cara belajar mengaji, kemudian memahami maknanya, menganalisis isinya dan yang terakhir diamalkan. Jadikan Al-Qur’an pedoman hidup dan tidak sama sekali berpedoman kepada selain Al-Qur’an.

  • Bahasa Al-Qur’an Tidak Dapat Ditiru
Baca Juga  Menyoroti Kitab Shafwatut Tafasir Karya Ash-Shabuni

Keistimewaan Al-Qur’an yang lain ialah menggunakan bahasa arab yang sangat tinggi, karena Al-Qur’an adalah firman Allah SWT. Bagaimana tidak, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya, Dzat yang menciptakan manusia dan alam semesta ini. Oleh karena itu, Al-Qur’an adalah kitab suci yang tidak akan bisa ditiru oleh manusia, bahkan jin sekalipun. Walau orang Arab sekalipun, bukan berarti orang Arab akan bisa meniru dan  mengerti isi Al-Qur’an.

Al-Qur’an juga mempunyai bahasa yang sangat indah. Banyak ahli syair yang masuk Islam hanya karena mengamati bahasa Al-Qur’an. Bahkan Umar bin Khattab yang dulunya sangat menentang Islam, hanya dengan membaca bacaan Al-Qur’an langsung masuk Islam.

  • Al-Qur’an Mudah Dihafal

Al-Qur’an adalah kitab suci yang mudah dihafalkan. Jutaan manusia telah menghafalkan Al-Qur’an, sejak diturunkannya sampai saat ini. Inilah bukti keistimewaan Al-Qur’an. Tidak ada buku ataupun kitab di dunia ini yang mudah dihafal, dibaca, bahkan dikaji selain Al-Qur’an. Banyak umat Islam, termasuk di zaman Rasulullah SAW, sudah menghafalkan Al-Qur’an dan seterusnya hingga saat ini. Dengan begitu Al-Qur’an akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman.

Inilah mukjizat Al-Qur’an dengan keindahan sastranya yang mampu merangkum keluasan makna dengan kalimat yang singkat dan lugas membuatnya mudah diucapkan, dipahami dan dihafalkan. Dengan pertolongan Allah SWT Al-Qur’an banyak digemari untuk dibaca dan dihafalkan. Kaum muslimin di seluruh dunia pasti pernah menghafalkan Al-Qur’an, baik keseluruhan maupun sebagian saja. Minimal surat Al-Fatihah.

***
  • Sumber Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetahuan. Dimana didalam Al-Qur’an tidak ada satu perkara yang terlewatkan sedikitpun, baik yang berhubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, alam, lingkungan, ilmu sosial, ilmu agama dan masih banyak lagi. Begitu pentingnya ilmu pengetahuan yang ada didalam Al-Qur’an. Ilmu pengetahuan juga merupakan salah satu isi pokok kandungan Al-Qur’an.

Baca Juga  Abdullah Saeed dan Tafsir Konstekstualnya

Surat yang pertama kali turun, yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1-5 yang menunjukkan dasar ilmu pengetahuan.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dari ayat tersebut, kita dianjurkan untuk belajar melalui baca-tulis, mengkaji ilmu dan meneliti lebih jauh tentang ilmu pengetahuan yang sudah Allah ajarkan dalam Al-Qur’an. Dan dengan membaca Al-Qur’an juga kita akan menemukan banyak sekali ilmu pengetahuan didalamnya.

Penyunting: Bukhari

Sayyidah Robi’ah Al-Adawiyah
Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya