Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kehebatan Kitab Al-Qur’an

al-quran
Sumber: freepik.com

Al-Qur’an merupakan kitab umat Islam yang mana kehebatannya tidak ada yang menandingi. Al-Qur’an juga menjadi pegangan hidup dan menjadi rujukan dalam segala hal, ini membuktikan bahwa al-Qur’an adalah firman Allah SWT.  Kalau kita ingin menjadi generasi yang hebat, siapapun diri kita ketika ingin organisasinya hebat, lembaganya hebat, sekolahnya hebat, pemerintahannya hebat, tidak ada yang lain selain Al-quran yang dijadikan rujukan,” kata motivator spiritual, Prof Kana Suryadilaga, dalam webinar pada Sabtu (7/11). 

Perhatikan perkataan Khalid bin Walid “Sungguh jihad telah menyibukkan kami dari belajar al-Qur’an.”[HR. Ibnu Abi Syaibah 6/151]. Di riwayat yang lain, jihad telah menyibukkan mereka dari membaca Al-Quran.Sungguh benar akan datang zaman di mana manusia benar-benar meninggalkan Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman, “Berkatalah Rasul: “Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan / ditinggalkan”.(QS. Al Furqan: 30)

Oleh karena itu penulis mengajak teman-teman semua mari kita renungan hubungan kita dengan al-Qur’an. Apakah kita merasa al-Qur’an itu adalah beban yang menyusahkan hidup kita? Apakah kita merasa al-Qur’an itu adalah kesusahan sehingga kita berat mempelajarinya? Jika memang dua hal itu yang sekarang kamu rasakan, artinya orang tersebut belum paham makna al-Qur’an sebenarnya. Dalam surat Al-Baqarah, Allah berfirman: “Kami tidak turunkan al-Qur’an untuk menyusahkan engkau, untuk membebani engkau“. Tetapi al-Qur’an adalah rahmah, anugerah dari Allah dan hadiah dari Allah. Berkut ini saya sedikit memaparkan kehebatan al-Qur’an

Hebatnya Al-Qur’an

Kehebatan pertama, pengukir peradaban kehidupan. al-Qur’an mampu mengalahkan peradaban kehidupan yang lain. Masyarakat jahiliyah jauh dari peradaban maju seperti saat ini. Tetapi setelah Nabi Muhammad datang, dengan berpegang pada Al-quran, Nabi Muhammad mengubah zaman jahiliyah tersebut. 

Baca Juga  Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 47-48: Kemuliaan Bani Israil

Kedua, menjadi manusia yang paling baik dan utama di mata Allah. “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur`an dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari). Dari hadis tersebut tampak bahwa, orang yang paling baik bukanlah orang yang pangkat,gelar dan jabtannya hebat atau follower banyak. Namun orang yang paling baik adalah mereka yang mau meluangkan waktunya belajar membaca dan memahami al-Qur`an. Bagi yang sudah bisa membaca maka ajarkanlah. Begitu mulianya membaca dan mempelajari al-Qur’an sampai-sampai Nabi saw bersabda: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Ketiga, membaca satu huruf bernilai sepuluh kebaikan. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Quran, maka ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alim satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi). Keempat, al-Qur’an menjadi syafaat pada hari kiamat Rasulullah bersabda: “Bacalah al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”. (HR. Muslim)

Kehebatan Lain dari Al-Qur’an

Kelima, bagi yang masih terbata-bata membaca Al-Qur’an tetap dapat pahala. Rasulullah bersabda:“Orang yang membaca Al-Quran dan ia benar dalam membacanya, maka ia akan bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata karena kesusahan maka ia mendapatkan dua pahala”. (HR. Muttafaqun Alaih).

Keenam, mendapatkan rahmat, ketenangan batin dan namanya viral di langit. “Tidak semata-mata berkumpul satu kaum di rumah Allah yang dibacakan di dalamnya kitabullah dan difahami maknanya, kecuali malaikat turun, akan diberikan rahmat, diberikan ketenangan batin dan nama-nama orang itu disebut-sebut oleh penduduk langit. (HR. Muslim)

Kehebatan ketujuh, mengalakan sihir. al-Qur’an mampu mengalahkan sihir. Iblis dan setan senantiasa ingin menggelincirkan umat manusia, agar menjadi pengikutnya. Ketika setan sudah bersemayam dalam diri manusia, maka perilakunya dapat melebihi setan. Iblis walaupun hafal Alquran, tetapi dia sombong sehingga diusir dari surga. Sihir-sihir yang dibuat setan mampu dikalahkan kehebatan Alquran. Sihir-sihir itu, Rasulullah mengusirnya dengan cara ruqyah.

Baca Juga  Kedudukan Wanita Sebelum Islam

Al-Qur’an Meraih Kelembutan Hati yang Keras

Terkadang kita bingung kemana untuk mencari ketenangan hidup karena mungkin banyak masalah yang kita hadapi, sehingga menuntut kita agar berpikir keras mecari jalan keluarnya. Maka sala satu solusi mengatasi permasalahan itu selain ngobrol sama Allah adalah hendaknya seorang muslim berusaha membaca Al-Quran.

Semakin banyak ayat-ayat al Qur’an yang kau lantunkan, maka semakin besar ketenangan dan kebahagian yang kau raih. Berusahalah membacanya walaupun hanya beberapa ayat dalam sehari, karena kita terlalu banyak melakukan maksiat setiap hari. Maksiat membuat hati keras dan Al-Quran lah obatnya. Membaca Al-Quran membuat hati menjadi lembut dan mudah menerimah hidayah serta mudah melakukan ibadah dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia.

Sahabat Umar bin Khattab adalah orang yang sangat membenci Nabi Muhammad SAW. Bahkan Umar hendak membunuh Nabi Muhammad  namun di tengah perjalanan dia bertemu dengan Nuaim bin Abdullah.  Nuaim mengatakan bahwa adik Umar, Fatimah binti Khattab telah menyatakan masuk Islam. Umar semakin marah dan segera ke rumah adiknya.  Sesampainya di rumah Fatimah, Umar mendengarkan Fatimah sedang membaca surat Thaha ayat 1-8. Umar mulai bergetar hatinya hingga akhirnya meluluhkan kerasnya hati itu dan membuat Umar memeluk Islam. 

Gunung yang keras saja akan hancur apabila Al-Quran turun padanya, apalagi hati yang keras. Tentu hati yang keras akan menjadi lembut dengan Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman, “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” (QS. Al Hasyr: 21)

Al-Qur’an diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw beliau pun menjadi mahkluk paling utama. Al-Qur’an di turunkan kepada umat Nabi Muhammad Saw, mereka pun menjadi umat terbaik.Al-Qur’an di turukan pada bulan Ramadhan, ia pun menjadi bulan yang paling istimewa. Al-Qur’an di turunkan pada malam Lailatul Qadar, ia pun menjadi malam yang lebih baik dari seribu bulan .Maka bagaimana kiranya jika Al-Qur’an di turunkan ke hati mu ?

Baca Juga  Warisan Para Nabi Dalam Al-Quran (2): Berpesan Pada Umat

Editor: An-Najmi Fikri R