Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kedekatan Ayah dan Anak dalam Al-Qur’an

Ayah
Sumber: kartunterbaikhd.blogspot.com

Ulum A. Saif dalam bukunya Saatnya Ayah Mengasuh (2020 :17) memapaparkan informasi dari Kementerian Sosial dan Yayasan yang bergerak di bidang pengasuhan dan keluarga, bahwa negara Indonesia menempati urutan ketiga setelah Amerika dan Australia yang termasuk  negara yang disebut sebagai fatherless Country (negeri tanpa ayah). Istilah fatherless Country atau negeri tanpa ayah diberikan bukan berarti ayahnya tiada, tetapi keterlibatan ayah dalam pegasuhannya yang tidak ada. Indikasi itu diambil dari jumlah waktu dan kedekatan yang digunakan oleh seorang ayah untuk berkomunikasi dengan anaknya.semakin sedikit jumlah waktunya, semakin kuat negeri itu disebut sebagai Fatherless Country. Dan hal ini akan berakibat buruk bagi anak-anak.

Dampak dari Tanpa Sentuhan Ayah

Menurut hasil penelitian yang dimuat oleh  Save M. Dagun dalam bukunya Peran Ayah Dalam Keluarga (1990 : 13), anak-anak yang kurang mendapat perhatian ayahnya cenderung memiliki kemampuan akademis menurun, aktivitas sosial terhambat, dan interaksi sosial terbatas bahkan bagi anak laki-laki,ciri maskulinnya bisa menjadi kabur atau tidak jelas.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda  yaitu sebagai berikut:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Artinya :Setiap anak dilahirkan berada dalam kondisi fitrah (Islam); maka orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR. Bukhari)

Hadis tersebut apabila dicermati dengan baik, menggunakan kata “Fa Abawaahu”  untuk menyebutkan pihak yang menyebabkan fitrah seorang anak menyimpang.  Abawaahu itu berasal dari kata “Abaa” yang berarti ayah. Jadi apabila dipahami secara leterlek artinya ayahlah yang harus bertanggung jawab apabila anaknya melakukan sesuatu yang menyimpang.

Kedekatan Ayah dan Anak dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an mempunyai perhatian yang besar terhadap keluarga, terutama hubungan ayah dan anak. Sehingga menurut Ulama Tafsir Al-Qur’an Indonesia Quraish Shihab (2014: 81), bahwa dalam al-Qur’an ditemukan belasan ayat yang menguraikan kedekatakan dan interaksi ayah dengan anaknya. Jumlah ayat yang menguraikan tentang kedekatan dan interaksi ayah dan anak tersebut  yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada ayat-ayat yang menguraikan interaksi antara ibu dengan anaknya dan jumlahnya adalah 14 berbanding 2.

Baca Juga  Kritik Ibnu Bajjah Terhadap Konsep Ma’rifah Al-Ghazali

Beberapa interaksi dan kedekatan anak dengan ayah dapat di temukan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 132 tentang Ibrahim dan anak-anaknya; Hud ayat 42-46 tentang Nuh dan anaknya; Ash-Shaffat ayat 102-107 Ismail dan ayahnya; Yusuf ayat 4-6, 12-14, 17-18, 63-67, 81-87 tentang Yusuf dan ayahnya; Luqman ayat 12-19 tentang Luqman dan Anaknya, Al-Qasas ayat 25-26 tentang kedekatan Syekh Madyan dengan anak perempuannya. 

Dari uraian di atas dipahami al-Qur’an memberikan tuntunan bahwa seharusnya ayah mempunyai kedekatan dengan anak-anaknya turut serta dalam mendidik sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa ayat di atas. Dan tidak ditemukan ayat yang menguraikan peran ibu dalam pendidikan anak dalam al-Qur’an (Quraish Shihab, 2000 : 86). alasannya, bukan karena al-Qur’an tidak menugaskan ibu untuk itu, tetapi peranan tersebut sudah menjadi fitrah dan tidak perlu disampaikan lagi.

Ayah memiliki sejumlah peran yang harus dilakukan yaitu sebagai pemimpin, sebagai imam, sebagai pencari nafkah, sebagai pengasuh, sebagai pelindung, sebagai sahabat dan sebagai pendidik. Bahkan ada beberapa peran ayah yang tidak bisa digantikan oleh ibu, diantaranya yaitu.Pertama, penanggung jawab pendidikan, dalam hal ini ayah merupakan penanggung jawab utama, karena dia adalah kepala keluarga.Kedua, supplier maskulinitas, maksudnya adalah ayah yang mengajarkan keberanian, tangguh dan suka tantangan.Ketiga, pembangun sistem berpikir, ayah memiliki kemampuan logika berpikir yang baik dibandingkan ibu (Rusfi, 2018 : 12).

Penutup

Demikianlah uraian singkat mengenai kedekatan ayah dan anak dalam al-Qur’an. diharapkan ini dapat menjadi contoh dan pelajaran bagi para ayah dan calon-calon ayah agar selalu memperhatikan, mendidik dan berinteraksi dengan anak-anaknya.

Hasil penelitian juga telah banyak menyebutkan bahwa peran serta ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak akan berpengaruh positif dalam kehidupan anaknya. Anak yang merasakan peran ayah dan ibunya seimbang, akan tumbuh menjadi anak yang bahagia, tangguh dan cerdas (Chomaria, 2019 : 41).

Baca Juga  Amanat Allah Untuk Manusia dalam QS. Al-Ahzab Ayat 72

Editor: An-Najmi Fikri R

Raja Muhammad Kadri
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu al-Quran Sumatera Barat