Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kapankah Sejarah Pembangunan Ka’bah Dimulai?

Ka’bah
Gambar: grid.id

Sebagai umat islam tentu tidak akan asing dengan istilah Ka’bah, bahkan semua umat muslim sangat mengharapkan untuk menapakkan jejak kesana. Secara definisi bahwa Ka’bah adalah salah satu keajaiban dunia yang berdiri di negeri Makkah. Tepatnya terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah.(al-Mu’jam at-Thullab,514).

Bangunan ini merupakan monumen suci bagi kaum muslimin dan dijadikan sebagai patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal-hal yang bersifat ibadah bagi umat islam seluruh dunia seperti shalat dll. Dalam The Encyclopedia Of Religion dijelaskan bahwa bangunan Ka’bah ini merupakan bangunan yang dibuat dari batu-batu (granit) Mekkah yang kemudian dibangun menjadi bangunan berbentuk kubus dengan tinggi kurang lebih 16 meter, panjang 13 meter dan lebar 11 meter.(The Encyclopedia Of Religion,225)

***

Dalam berbagai sumber telah dijelaskan beragam perbedaan tentang awal mula Ka’bah dibangun di muka bumi ini. Salah satu penulis buku sejarah mengemukakan bahwasanya Ka’bah dibangun pertama kali oleh malaikat yang berawal dari kejadian dimana berdasarkan riwayat Ali Bin Husain, ketika allah berfirman dalam Q.S al-Baqarah ayat 30 yaitu “Sesungguhnya allah akan menciptakan seorang khalifah di muka bumi ini”. 

Para malaikat tidak senang mendengar firman tersebut karena mereka dengan amat patuh sudah menyucikan dan mengagungkan segala titahnya, mereka telah melemparkan jin ke gunung-gunung, pulau-pulau setelah mereka berbuat kerusakan di muka bumi. Para malaikat mencemaskan apabila diciptakannya sang khalifah baru juga akan melakukan hal serupa atau lebih buruk. (The Lost Story Of Ka’bah: Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah, 2-3)

Sebagaimana para malaikat berkata : “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) dimuka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau” (Q.S al-Baqarah ayat 30). Mendengar jawaban para malaikat, Allah tidak berkenan, marah dan para malaikat sadar telah keliru juga sangat takut akhirnya demi memperoleh ampunan dan ridhonya, mereka berlindung dan bertawaf mengelilingi arsy sebanyak 3 atau 7 kali.

Baca Juga  Etika Memasuki Kamar Orang Tua Menurut Al-Qur'an

Dengan demikian allah ridha dan mengampuni mereka dan allah bertitah “Bangunkan untuk ku di bumi sebuah rumah yang akan kembali kepadanya segenap makhluk yang aku ciptakan, berthawaf kalian sebagaimana kalian thawaf mengelilingi arsy dan mohon ampunlah kalian sebagaimana aku mengampuni kalian”.

***

Lantaran titah tersebut para malaikat langsung membangun rumah suci yang berbentuk kubus di suatu tempat yang bernama Bakkah yang terletak persis di bawah Baitul Makmur (tempat ibadah yang berada di surga pada langit ke-7) dimana ketika sebuah batu jatuh dari sana, pasti akan menimpa bangunan tersebut. Kemudian allah memerintahkan para malaikat untuk tawaf mengelilingi bangunan tersebut sebagaimana tawafnya para malaikat yang ada di langit. Dengan ini dapat dikatakan bahwa para malaikat telah melakukan ibadah haji 2000 tahun sebelum nabi Adam diciptakan.(Sejarah Ka’bah; Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman, 19-20)

Dalam beberapa literatur sejarah, dijelaskan bahwa pembangunan Ka’bah telah dilakukan beberapa kali. Meskipun jumlahnya tidak dapat ditegaskan secara definitive, tetapi diantaranya terdapat ada yang mengatakan bahwa sebanyak 12 kali yakni yang telah dibangun oleh Nabi Adam, Syits Ibn Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, ‘Amaliqah, Jurhum, Qushai ibn Kilab, Quraisy, Abd Allah Ibn Zubair pada tahun 65 H, Al-Hajjaj Ibn Yusuf Al-Tsaqafi pada tahun 74 H, Sultan Murad al-Utsmani pada tahun 1040 H., dan terbaru dilakukan oleh Fahd Ibn ‘Abd Al-‘Aziz pada tahun 1417 H.(Historiografi Haji Menurut Al-Quran, 10)

Menurut sejarawan lain mengatakan bahwa Nabi Adam adalah orang pertama yang membangun Ka’bah. Pada saat itu allah memerintahkan malaikat jibril untuk menyampaikan wahyu pada Adam dan Hawa dengan menunjukan sebuah lokasi. Kemudian Jibril menyampaikan wahyu yang berbunyi “Dirikanlah untukku sebuah bangunan”. 

Baca Juga  Tafsir Tematik (10): Keragaman adalah Niscaya

Imam Mawardi menyatakan bahwa Nabi Adam membangun baitullah dengan dibantu oleh Malaikat Jibril dan setelah bangunan itu selesai dibangun, Allah memerintahkan Nabi Adam dan Hawa untuk melaksanakan thawaf dan Allah berfirman “Engkau adalah manusia pertama dan inilah bangunan yang pertama”. Dengan demikian bahwa Nabi Adam menjadi manusia pertama yang berhaji walaupun dengan manasik yang belum sesempurna sekarang.

***

Dengan terbangunnya baitullah, Nabi Adam melakukan shalat dan tawaf disana yang dilakukan secara terus menerus hingga suatu ketika Allah mendatangkan angin topan yang menyebabkan lenyapnya bangunan Ka’bah tersebut sehingga hanya menyisakan pondasi dasarnya. 

Dalam kitab al-Maarif, Ibnu Qutaibah menjelaskan bahwa sepeninggal Nabi Adam, yang memakmurkan dan membangun kembali baitullah adalah anak Nabi Adam yaitu Nabi Syits. Disebutkan bahwa beliau meninggikan fondasi ini dengan menggunakan tanah liat dan batu.(The Power Of Ka’bah: Mengungkap Keagungan Baitullah,58)

Seiring dengan berjalannya waktu, ketika telah tiba masa Nabi Nuh, beberapa referensi mengatakan bahwa bangunan ka’bah mengalami kehancuran akibat dilandanya banjir yang menimpa kaum Nabi Nuh yang tidak mengikuti ajaran-ajaran yang telah diajarkan oleh Nabi Nuh. 

Kemudian seiring bergantinya waktu, sampailah masa Nabi Ibrahim yang kemudian membangun  pondasi Ka’bah. Para sejarawan sepakat bahwa Ka’bah pada hakikatnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Hal ini dikarenakan Ka’bah yang ada sekarang identik dengan bangunan yang didirikan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. (Antara Mekkah & Madinah,34)

Didirikannya Ka’bah oleh Nabi Ibrahim berawal dari perintah Allah SWT. Yakni dalam firmannya yang kemudian beliau menceritakan akan perintah yang diberikan kepadanya kepada Nabi Ismail. Dengan ini Nabi Ismail bersedia membantu ayahnya dalam membangun Ka’bah dan akhirnya Nabi Ibrahim menunjuk ke arah suatu bukit tinggi di sekitarnya berdasarkan perintah yang diberikan oleh Allah dan kemudian keduanya menggali dan meninggikan pondasi-pondasi baitullah dengan nabi Ismail yang menggotong batu, sedangkan nabi Ibrahim yang membangun karena beliau sudah dalam keadaan lanjut usia.(Kisah-Kisah Dalam Al-Quran,271-272)

***

Setelah bangunan yang didirikan tinggi dan Ibrahim sudah tidak bisa menjangkau lagi. Nabi Ismail membawa batu sebagai cikal bakal maqam yang kemudian meletakkannya. Nabi Ibrahim pun berdiri diatas bongkahan bangku tersebut sambil meneruskan proses pembangunan di seluruh baitullah. Karena itulah batu tersebut dinamakan dengan maqam Ibrahim. Karena Nabi Ibrahim berdiri di atasnya saat membangun ka’bah.(Kisah-Kisah Dalam Al-Quran,272)

Sejarawan Al-Mas’udi mengatakan bahwa pada masa itu pembangunan Ka’bah setelah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dengan ukuran panjangnya 30 hasta, lebar 21 hasta dan tebal 7 hasta dengan keadaan Ka’bah tidak memiliki atap. Memiliki dua pintu di atas permukaan tanah dengan satu diantaranya terletak di dinding sebelah Timur (Tenggara). Lalu satunya lagi terletak di dinding Selatan (barat laut). Di dalam ka’bah disebutkan bahwa terdapat lubang yang sengaja digali untuk menjadi tempat penyimpanan.(Ka’bah: Rahasia Kiblat Dunia,94-96)

Penyunting: Bukhari

Baca Juga  Menguak Alasan Tidak Sakralnya Kabah Bagi Mun’im Sirry