Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kajian Kosa Kata Al-Qur’an: Adakah Iri Hati Yang Baik?

iri hati
Sumber: https://news.harvard.edu/

Hati merupakan sarana vital dalam menerima suatu kebenaran. Seseorang yang tidak bisa mengendalikan hatinya dalam kebaikan, maka akan jatuh dalam kekufuran. Dalam menjalankan kehidupannya tentunya manusia tidak akan terlepas dari yang namanya interaksi dengan sesamanya. Dalam hal itu tentunya ada beberapa golongan manusia yang berbeda-beda, mulai dari yang kaya dan miskin, pintar dan bodoh, hitam dan putih dan lain sebagainya.

Hal tersebut menimbulkan rasa keingginan apa yang diperoleh orang lain akan tetapi dia tidak memilikinya, atau yang disebut dengan iri hati. Iri hati adalah sifat tidak senang atas rezeki atau nikmat yang didapat orang lain dan cenderung untuk menyainginya. Dalam keadaanya iri selalu disandingkan dengan dengki, karena memang dengki adalah bagian dari iri. Dengki adalah menaruh perasaan marah, benci, tidak suka, kaena iri yang amat sangan kepada keberuntungan orang lain.

Pengertian Iri Hati

Iri hati adalah perasaan tidak senang, menginginkan kepunyaan orang lain dalam hal kelebihan, kesuksesan dan harta. Pada hakikatnya, iri hati adalah sikap tidak senang ketika orang lain mendapatkan sesuatu atau berhasil mengapai keingginannya. Ketidaksenangan ini kemudian memicu keinginan agar keberhasilan yang dicapai seseorang itu menjadi penderitaan atau kegagalan.Orang seperti ini biasanya bisa melakukan apa saja, bahkan menghalalkan segala cara agar keberhasilan seseorang itu menjadi penderitaan, termasuk cara-cara yang tidak dirihohi oleh Allah. seperti membunuh, memfitnah, mencelakai, mengunjing dan lainnya.

Macam-Macam Iri Hati

Iri dibagi menjadi dua macam, yaitu ada yang sifatnya positif, dan juga ada iri yang negatif, atau iri yang merusak. Berikut penjelasannya:

1. Iri negatif

Iri negatif sebagai iri yang mendorong individu untuk melakukan perbuatan yang jelek dan tercela. Pada umumnya, iri negatif merusak individu lain yang diirikan, dan memendam ketidaksukaan atau permusuhan dalam perasaannya. Iri yang negatif akan membuat orang memusuhi kita.

Baca Juga  Ziauddin Sardar dan Penafsirannya Terhadap Al-Qur'an

2. Iri positif

Iri hati jenis ini adalah ketika prestasi kita membuat orang juga inggin berprestasi seperti kita. Biasanya, cenderug digunakan sebagai motivasi yang digunakan untuk meraih apa yang orang lain raih tanpa merugikan orang lain. Iri yang jelek biasanya disebut dengan dengki.

Penafsiran Kosa Kata

Lafal hasad pada umumnya dimaknai dengan dengki, atau perasaan iri terhadap orang dan cenderung bersifat jelek atau tecelah. Di dalam kamus Lisa>n Al-Arabi, kata hasad bermakna menginginkan lenyapnya nikmat dalam keadaan dengki kepadamu. Sementara dalam kajian Tafsir Ath-Thabari, lafal حسد yang ada pada surat Al-Baqaraah {2}:109. Sebagai berikut:

وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِكُمْ كُفَّا رًا ۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ ۚ فَا عْفُوْا وَا صْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali. Karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

1. KataHasad

Abu Jafar berkata: yang dimaksud firman Allah: حسدا من عندانفسهم bahwa banyak dari orang-orang ahli kitab berharap terhadap orang mukmin. Sebagaimana yang Allah beritakan tentang mereka bahwa mereka berhaap atas orang-orang mukmin untuk murtad dari keimanan menuju kekafiran. Karena rasa iri dan dengki yang timbul dari diri mereka dan kesombongan mereka kepada orang-orang mukmin. Disini kata حسد menjadi fatha karena sebagai Masdar dari kalimat: وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِكُمْ كُفَّا رًا . Karena artinya: yakni ahli kitab hasad kepada kalian dari apa yang Allah berikan kepada kalian berupa taufik dan memberikan petunjuk kepada agamamu dan iman dengan Rasulmu, dan Allah mengkhususkan kepada kalian dengan mengutus seorang Rasul dari golongan kalian sendiri sebagai rahmat dan kasih sayang Allah kepada kalian, dan tidak menjadikannya dari mereka, sehingga kalian menjadi pengikut mereka.

Baca Juga  Memahami Demokrasi dalam Prespektif Al-Qur'an

Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada lafal حسد yang ada pada surat Al-Baqarah ayat : 109, adalah sifat iri yang dimiliki oleh orang kafir terhadap orang mukmin atas kelebihan yang diberikan Allah kepada mereka.

2. Lafal Tamannaw

Lafal tamannaw dalam dalam kamus al-Ma’ani artinya: ingin, menginginkan, berharap, mendambahkan, dan berangan-angan. Menurut Abu Bakar تمنى artinnya: segala sesuatu yang aku menetapkannya dan menyukainnya supaya datang kepadaku dai harapan dan itu adalah ketetapan. Sementara dalam kajian Tafsir At-Thabari lafal تمنى yang ada pada surat an-Nisa’ {4}:32. Sebagai berikut:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَا لِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Abu Ja’far berkata: bahwa ayat ini diturunkan kepada wanita-wanita yang menginginkan kedudukan kaum laki-laki. Mereka berharap mendapatkan apa yang diperoleh oleh kaum laki-laki tersebut. Oleh karena itu, Allah melarang hambanya untuk berandai-andai tentang suatu yang batil. Serta memerintahkan mereka agar meminta karunia darinya. Karena berandai-andai dapat menimbulkan sifat iri, dengki, dan terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak benar.

Kesimpulan

Dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lafal تمنى kembali kepada perempun-perempuan. Artinya, pada saat itu para perempuan iri kepada kaum lelaki yang berperang dan mendapatkan harta rampasan yang utuh. Sedangkan yang perempuan hanya dapat separuh. Ayat ini turun untuk memperingatkan pada perempuan agar tidak merasa iri kepada yang diberikan kepada lelaki, karena sifat iri akan menuntun pada kesesatan.

Baca Juga  Pengaruh Syukur Terhadap Kesehatan Mental dalam Al-Qur'an