Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Jelajah Karya Sarjana Barat Pada Masa Keemasan Kajian Al-Qur’an

Penulis Al-Qur'an
Sumber: istockphoto.com

Seiring dengan kebangkitan islam pada Abad Pertengahan para sarjana barat berupaya mendalami Islam. Salah satu yang menjadi pintu masuk untuk memahami Islam adalah dengan memahami al-Qur’an. Dengan ini maka langkah pertama kali yang dilakukan oleh sarjana barat adalah melakukan penerjemahan teks al-Qur’an ke bahasa Latin dan Eropa yang dimulai sekitar abad ke 12 Masehi yang kemudian akan berkembang pada kajian al-Qur’an yang lain dengan diiringi munculnya gagasan-gagasan baru berupa metodologi sebagai langkah dalam penkajian al-Qur’an.

Dalam kajian studi al-Qur’an di barat dikenal dengan istilah Qur’anic Studies yang diklaim memiliki cakupan dan ruang studi lebih beragam yang salah satunya adalah kajian tafsir al-Qur’an. Seiring berjalannya waktu, kajian al-Qur’an dan tafsir semakin berkembang dan marak. Setiap tahun bahkan bulan terdapat karya tulis yang diterbitkan. Banyak dari sarjana barat non muslim yang menekuni kajian keislaman terkhusus kajian teks al-Qur’an yang kemudian berkembang pada aspek penafsiran dan berkolaborasi dengan sarjana muslim dalam mengkaji islam dan al-Qur’an.

Masa Keemasan Kajian Al-Qur’an

Sebagaimana telah disampaikan oleh Gabriel Said Reynold yang menggambarkan bahwa kajian al-Qur’an dan tafsir di barat telah mencapai “The Golden Age Of Qur’anic Studies” (Masa Keemasan Kajian Al-Qur’an). Dengan ini banyak bermunculan karya-karya agung dari sarjana barat pada kajian al-Qur’an dan tafsir. Berikut beberapa karya yang telah dipublikasi diantaranya adalah:

  • Bell’s Introduction to the Qur’an

Buku ini ditulis oleh W. Montgomery Watt dan diterbitkan oleh Universitas Press pada tahun 1970. Buku ini terdiri dari kurang lebih 258 halaman dan terdiri dari 11 bab. Pembahasan pertama dalam buku ini diawali dengan konteks sejarah yang mengulas kehidupan di arab, perjalanan kehidupan rasul Muhammad SAW yang kemudian dilanjut dengan pembahasan terkait dengan sejarah kodifikasi, kronologi dan doktrin-doktrin terhadap al-Qur’an juga pandangan para sarjana muslim dan barat.

  • Quranic Studies: Sources And Methods Of Scriptural Interpretation

Buku ini merupakan karya agung dari John Wansbrough dengan terjemah, kata pengantar dan catatan oleh Andrew Rippin. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977 di Oxford oleh penerbit Oxford University Press yang kemudian diterbitkan pula oleh penerbit Prometheus book di New York pada tahun 2004. Jumlah halaman dalam buku ini berkisar kurang lebih 309 halaman dengan pembahasan empat tema besar yang juga disertai oleh indeks (nama dan subjek, istilah teknis dan referensi al-Qur’an) juga anotasi dan glosarium oleh Andrew Rippin.

Baca Juga  Kontroversi Sarjana Revisionis: Al-Qur’an yang Meminjam Narasi Biblikal

Empat tema besar pembahasan itu di antaranya adalah “Revelation And Canon” yang berisi tentang wahyu, “Emblems Of Prophethood” yang berisi tentang kenabian, “Origin Of Classical Arabic” yang berkaitan dengan bahas arab klasik dan “Principal Of Exegesis” yang berisi lima metodologi yang digunakan untuk mengkaji al-quran.

Karya-Karya Sarjanawan Barat Terhadap Kajian Al-Qur’an

  • Approaches To The History Of The Interpretation Of The Quran

Karya ini merupakan kumpulan karya dari Andrew Rippin dengan beberapa kontribusi penulis lain yang menguraikan dalam setiap topic pembahasa diantaranya adalah Charles J. Adams, Mahmoud Ayub, Issa J. Boulatta, Andrian Brocket, Frederic M. Denny dan lainnya.  Karya ini diterbitkan pada tahun 1988 oleh penerbit Clarendon Press di Oxford dengan jumlah halaman sekitar 335 yang juga disertai dengan indeks kutipan al-quran. Di dalam buku ini mengurai 4 tema besar diantaranya adalah Formation And Development Of Tafsir (Pembentukan dan perkembangan tafsir), Genre Of Tafsir, Sectarian Dimension Of Interpretation (Dimensi tafsir sectarian) dan Modern Trend In Tafsir (Tren modern pada tafsir).

  • Encyclopedia Of The Qur’an (EQ)

Buku ini merupakan karya dari Jane Dammen McAuliffe yang terdiri dari 5 jilid yang diterbitkan sejak tahun 2001-2006 di Leiden, Brill. Perencanaan penulisan Ensiklopedia ini dimulai pada tahun 1993 yang bekerja sama dengan empat cendikiawan luar biasa yaitu Wadad Kaji, Claude Gilliot, William Gwilliaman, Andrew Rippin. Buku ini memuat kurang lebih 150 entri pada setiap jilidnya yang disusun menurut abjad dalam bentuk artikel dan esai diperpanjang dan ditulis oleh sarjana yang ahli dalam bidangnya. Pada setiap entrinya tercantum bibliografi yang memuat sumber-sumber primer dan sekunder.

Baca Juga  Perbedaan Umat Islam dan Orientalis dalam Mengkaji Al-Quran

Kepenulisan setiap entri telah ditentukan dengan fokus pada konsep, konten, tema, kepribadian dan topik-topik yang berkaitan dengan al-Qur’an dan ilmu al-Qur’an. Disamping itu, Ensiklopedia ini juga membahas terkait dengan teologis, hukum, sejarah, budaya dan topik sastra yang memiliki hubungan dengan al-Qur’an dan diambil dari warisan ilmiyah ilmuwan klasik dalam ilmu keislaman. Dalam reviewnya bahwa buku Ensiklopedia al-Qur’an ini dipuji sebagai buku komprehensif pertama karya referensi yang dikhususkan untuk studi akademis al-Qur’an yang muncul di barat.

Karya Lainnya yang Telah Terbit

  • Blackwell Companion To The Qur’an

Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa artikel yang telah disunting oleh Andrew Rippin, diantara penulis lain yang berkontribusi dalam buku ini meliputi Tamara Sonn, Christopher Buck, Abdullah Saed, Salwa M. S.El-Awa, Rosalind Ward Gwynne, Mustansir Mir, Navid Kermani dan lainnya. Buku ini berhasil diterbitkan pada tahun 2006 oleh penerbit Blackwell Publishing di USA. Tujuan Rippin menyunting buku ini adalah untuk menjadi pengantar tentang al-Qur’an bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan tentang teks juga memberi kesempatan bagi para sarjana untuk memperluasa pengetahuan kajian al-Qur’an.

Buku ini terdiri dari lima tema besar diantaranya adalah  “Orientation”, “Text”, “Content” yang seputar tentang tuhan, kenabian, “Interpretation” yang berkaitan dengan hermeneutika, sufisme, rumi, ta’wil syi’I, dan tema yang terakhir adalah “Application” seputar tentang theology, hukum dan lainnya yang juga disertai dengan bibiografi dan indeks tokoh, tempat dan topik.

  • The Qur’an in Its Historical Context

Buku ini ditulis oleh beberapa penulis diantaranya adalah Robert Hoyland, Claude Gilliot, Sidney Griffith dkk, yang telah diedit oleh  Gabriel Said Reynolds dan  diterbitkan oleh Routledge (London dan New York) pada tahun  2008. Awal mula buku ini dihasilkan karena diadakannya konferensi Pada bulan April 2005 dengan tema “Towards a New Reading of the Qur’an”  yang diketuai oleh Reynolds dengan bertempat di University of Notre Dame.

Baca Juga  Orientalis: Antara Semangat Keilmuan dan Kritik Terhadap Al-Quran

Reynold menyatakan bahwa konferensi ini diadakan untuk menkritisi kelompok revisionis atas dasar argumentasi dan teori mereka juga untuk menkaji al-Qur’an. Buku ini terdiri dari kurang lebih 296 halaman dengan terbagi menjadi 3 bagian. Pada bagian pertama membahas terkait dengan bukti linguistik dan sejarah yang dilanjut dengan bagian ke-2 yakni konteks agama dari timur yang kemudian pada bagian ke-3 berkaitan dengan kajian kritis al-Qur’an dan muslim pada tradisi penafsiran.

Editor: An-Najmi