Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Jalan Istiqomah

Jalan Istiqamah
Sumber: Pixabay.com

Dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda; “Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga.” (HR Ahmad)

Istiqomah (KBBI: istikamah) sebagai jalan ideal untuk meraih kasih sayang dari Sang Ilahi. Dengan istiqomah, jaminan-Nya yang menawan tentang segala kenikmatan di dunia dan di keabadian kelak. Keistiqomahan sebagai kunci emas menjalani kehidupan yang bernilai dan bermakna.

Ibarat pisau yang selalu terasah hingga menjadi tajam. Istiqomah sebagai formula asah, mendidik diri untuk senantiasa memupuk pribadi yang berkualitas dalam menjalani kehidupan. Hakikat istiqomah ialah kokoh dalam menjalankan segala hal yang menjadi wujud keimanan dan ketakwaan semata-mata hanya untuk meraih ridha dari-Nya. Melaksanakan sepenuhnya segala apa apa yang diperintahkan-Nya, dan menjauhi sepenuhnya segala apa apa yang dilarang-Nya.

Keistiqomahan menyapa siapa saja yang mengukuhkan pendiriannya dalam memurnikan ketauhidan terhadap Dzat Yang Maha Kuasa. Meluruskan segala niat dan aktivitasnya semata-mata untuk menggapai ridha-Nya. Bersedia menggenapkan segala kekuatan dan mengkhususkan setiap pengabdian karena-Nya.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan; ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (QS Fussilat: 30)

Memilih Jalan Istiqomah

Sungguh, amat beruntung ia yang memilih jalan istiqomah dalam memantaskan segala pengorbanannya sebagai hamba yang terbaik di hadapan-Nya. Istiqomah menjadi gerbang utama menuju kemuliaan yang sesungguhnya. Setiap manusia memiliki hak untuk memilih mana yang dianggapnya benar. Namun, ia yang cerdas adalah yang memilih jalan istiqomah sebagai jembatan utama meraih nilai sempurna dari-Nya.

Baca Juga  Berlarilah Menuju Tuhan

Ketahuilah, bahwa istiqomah adalah jalan istimewa yang melahirkan beragam dimensi kebaikan. Istiqomah menyapa setiap Mukmin sejati dalam meraih apresiasi tertinggi dari-Nya. Lewat  kebersahajaan menyelimuti diri dengan mutiara indah yang bernama istiqomah. Kenikmatan surga sebagai balasan nyata bagi siapa saja yang Ia kehendaki.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqomah (teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal kebajikan), maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Ahqaf: 13-14)

Istiqomah adalah harta berharga yang mesti dijaga. Ia bagaikan cahaya, penerang di balik gelap gulita. Perantara istimewa, pelipur lara. Lewat Istiqomah, kita kokohkan setiap pengabdian. Dengan istiqomah, dari-Nya kita memperoleh kekuatan, karena-Nya kita mendapatkan kemuliaan. Wallahu a’lam.

Editor: Ananul Nahari