Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Insecure Dalam Q.S. Al-Baqarah Ayat 38 dalam Tafsir Mafatih Al-Ghayb

Sumber: https://pin.it/631Cheb

Di zaman yang sekarang ini populer dengan permasalahan-permasalahan yang mengarah pada kecintaan terhadap dirinya sendiri; yang sangat mempermasalahkan bahwa dirinya tidak sebaik orang lain. Zaman ini populer dengan istilah insecure yaitu, rasa yang dimiliki karena merasa tidak memiliki hal yang menonjol pada dirinya yang dapat dibanggakan. Sehingga menimbulkan rasa ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap dirinya sendiri. Insecure dalam kamus KBBI di maknai dengan perasaan tidak aman, tidak kuat dan gelisah. Perasaan tidak aman yang mana seseorang individu merasa tidak percaya diri (inferiority), takut, cemas (anxiety) dan apapun itu yang di rasa tidak puas dan tidak yakin pada dirinya sendiri.

Makna Insecure

Secara bahasa, insecure berasal Khauf yang bermakna takut adalah masdar dari Khafa, Yakhafu, Khuwfan, Khifatan, Makhafatan. Yang dimaknai dalam Al-Qur’an sebagai ketakutan atau kekhawatiran. Yang pastinya akan terjadi sesuatu kejelekan yang menimpa. Lafadz khauf di sini bisa digunakan dalam urusan duniawiyah dan ukhrawiyah. Khauf dalam urusan duniawiyah adalah khauf terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan yang akan menimpa dirinya atau juga khauf kerena perbuatannya melanggar dan tidak sesuai dengan syariat, sedangkan khauf dalam urusan ukhrawiyah misalnya akan adanya bahaya atau siksaan dari Allah.

Dengan kata lain insecure bisa diartikan dengan ketakutan atau rasa cemas terhadap lingkungan sekitar. Atau lebih tepatnya pada generasi Z pada zaman sekarang ini sebagai akibat dari ketidakpuasan pada kondisi diri sendiri. Insecurity atau biasa dikatakan perasaan tidak aman. Pada setiap dirinya dipenuhi dengan rasa ketakutan yang terjadi karena rasa malu, bersalah, kekurangan. Atau bahkan tidak mampu maka cenderung hidupnya itu selalu muncul ketakutan. Yang menjadi masalah di sini seseorang akan menjadi takut untuk berinteraksi dengan orang lain padahal interaksi ini sangat penting untuk dilakukan.

Baca Juga  Dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif: Ulama’ Menurut Khaled Abou El Fadl

***

Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan yang mana seseorang merasa tidak aman. Mengibaratkan dunia sebagai hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Orang yang mengalami insecure umumnya merasa ditolak atau terisolasi, cemas, pesimis, tidak bahagia, berasa bersalah, tidak percaya diri dan seseorang berusaha mendapatkan kembali perasaan secure dengan berbagai cara.

Dari penjelasan di atas bahwa insecure adalah rasa yang muncul pada diri seseorang; yang begitu memikirkan pandangan orang lain dengan membanding-bandingkan kepada dirinya dan tidak menyadari kelebihan atau potensi yang ada pada dirinya. Maka mengakibatkan kesulitan dalam memahami dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Jika hal ini diteruskan secara terus menerus maka akan menjadi hal yang fatal karena akan mengganggu mental yang mungkin muncul antara lain insomnia, gangguan makan, cemas berlebihan, hingga depresi.

Insecure terhadap masa depan termasuk kepada kecemasan dalam tingkat kognitif, kecemasan menghadapi masa depan; dapat mengarah pada penurunan harapan individu terhadap hasil positif dari tindakannya, sehingga mengurangi keberhasilan. Seseorang yang mengalami kecemasan biasanya juga hanya menggantungkan hubungan sosial untuk membantu menjamin masa depannya.

Khauf Menurut Prespektif Tafsir Al-Qur’an

Dalam artikel ini akan membahas lafad khauf dalam Q.S. Al-Baqarah ayat  38:

قُلۡنَا ٱهۡبِطُواْ مِنۡهَا جَمِيعٗاۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ 

Kami berfirman, “Turunlah kamu semuanya dari surga itu!  Kemudian jika datang petunjuk Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Al-Baqarah: 38).

Menurut Ibnu Manzur, secara umum makna yang terkandung di dalam kata khauf adalah ketakutan, panik, dikhianati oleh rasa takut. Al-Laith berkata: ketakutan itu takut akan rasa takut, tetapi dalam ketakutan akan menjadi pembangunan sebuah karya yang berhasil.

Baca Juga  Analisis Semantik Makna Kafir dalam Surat Al-Kafirun

Dikatakan dalam Mu‟jam Mufradāt Alfāẓ al-Qur‟ān, al-Aṣfahānī bahwa khauf adalah ketakutan semua segala sesuatu hal yang sudah selidiki atau sudah di ketahui dengan jelas. Atau takut disebabkan lemahnya orang takut itu, meskipun yang ditakutinya itu hal-hal yang sepele. Terdapat lawan kata dari khauf adalah rasa aman. Makna khauf ini bisa di gunakan dalam urusan duniawiyah atau ukhrawiyah. Jadi dapat disimpulkan dari makna dasar khauf ini adalah jika mengetahui sesuatu yang buruk maka perasaan yang muncul akan terjadinya sesuatu kehilangan yang berharga.

***

Dalam Al-Qur’an makna khauf menggambarkan rasa takut dan khawatir tentang bahaya yang akan mengancam seperti manusia yang takut akan masa depan , takut menjadi miskin, dan lain-lain. Tafsir Mafa>ti>h al-Ghayb karya al-Rāzî memaknainya dengan“ Tidak ada rasa takut akan dunia yang mereka coba-coba” (al-Baqarah: 138). Karena semua telah disiapkan oleh Allah Yang Mahakuasa untuk para wali Nya karena kematian rasa takut melibatkan keselamatan.

Kematian membutuhkan akses ke semua kesenangan dan keinginan dan kurangnya rasa takut; karena tidak bersedih disajikan kematian dari apa yang tidak boleh diajukan pada permintaan harus dibuat. Hal ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah SWT tidak diikuti dengan rasa takut di dalam kubur; atau pada kebangkitan atau ketika menghadiri situasi atau di jalan Allah yang dikatakan oleh Mahakuasa “ mereka tidak terganggu oleh ketakutan dan pemahaman terbesar dari raja hari ini bahwa anda berjanji umtuk membangun para nabi”. (al-Anbiya: 103).

Editor: An-Najmi