Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Ibnu Rusyd: Figur Tokoh Filsafat Islam Kelahiran Spanyol

rusyd
Sumber: https://today.salamweb.com/

Nama Ibnu Rusyd sudah tidak asing lagi dikalangan para akademisi. Bermodalkan ilmu filsafat saja, beliau berhasil menemukan cara pengobatan yang benar,selain itu ilmu filsafat yang menghantarkan keputusannya menjadi bijaksana selama menjadi hakim. Kemudian beliau pula lah yang menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang benar, dengan ilmu filsafat orang akan semakin meyakini kebenaran Islam.

Biografi Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd lahir di Cordoba, Spanyol, pada tahun 520 H (1126 M) dengan nama lengkap Abu al Walid Muhammad ibn Ahmaad ibn Muhammad ibn ahmad ibn Rusyd. Saat itu Cordoba masih dalam genggaman Islam yang di bawah kekuasaan Murabithun dan sebagai kota yang paling menonjol dan terkenal dalam hal keilmuannya di Andalusia, yang sekarang kita kenal dengan Spanyol. (Hemdi, 2019, hlm 3.)

Bangsa eropa sering memanggilnya dengan sebutan Averroes, bukan hanya disegani oleh umat Islam saja, melainkan bangsa eropa pun menghormati beliau. Ibnu Rusyd berasal dari keluarga yang dihormati. Memang dalam keluarganya memiliki tradisi keilmuan yang sangat mengakar. Maka wajar ayah dan kakeknya pun pernah menjadi kepala pengadilan di Andalusia dan berbagai posisi penting lainnya.

Perjalanan Filsafat Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd sejak masih belia, ia sudah mempelajari berbagai macam disiplin ilmu, seperti  ilmu fiqih yang diajarkan oleh ayahnya melalui kitab Muwattha karya Imam Malik. Ilmu Kedokteran yang diajarkan oleh Abu Jafar Jarim at-Tajail, kebetulan beliau merupakan seorang ahli filsafat. Bahkan alasan mengapa Ibnu Rusyd cepat memahami berbagai jenis ilmu karna beliau menguasai filsafat.

Ibnu Rusyd menjelaskan ilmu filsafat sesuai dengan Islam. Menurut beliau filsafat itu merupakan ilmu tentang cara berpikir yang benar sedangkan di dalam ajaran Islam pun mengajarkan kebenaran yang sejati. Jadi, dalam tujuan sama-sama mengajarkan kebenaran yang sejati.

Baca Juga  Pandangan Islam Terhadap Vaksin Covid-19: Apakah Halal?

Di samping itu juga kalau kita melihat bagaimana tarikh para ahli filsafat mereka bisa menguasai metode tertinggi dalam Ilmu pengetahuan itu tidak terlepas dari cara berpikir yang benar. Dalam hal ini, filsafat sebagai Ilmu yang memakai akal, ditambah al-Qur’an juga membimbing umat Islam menggunakan akal. Dengan Istilah ulul albab, al-Qur’an menggambarkan orang-orang yang berakal.

Dianalogikan seperti manusia yang memikirkan betapa luar biasanya kejadian-kejadian yang ada di alam semesta. Seperti terciptanya alam semesta beserta semua yang didalam maupun disekelilingnya, semua ciptaan Allah itu diketahui melalui perantara Akal. Sehingga rasa tunduk dan ingin menghamba itu juga bagian dari hasil akal yang melihat segala bentuk fenomena maupun objek yang terjadi di alam semesta ini.

Bahkan seorang ilmuwan perancis yang bernama Ernest Renan sangat mengagumi pemikiran dari Ibnu Rusyd. Tidak tanggung-tanggung beliau pun menulis buku yang berjudul Avverroes et l’Averroisme, Menurutnya, cara berfilsafat Ibnu Rusyd telah merubah Eropa sehingga mereka menjadi terbiasa untuk berpikir secara sehat. (Iqbal, 2011)

Ini malah sangat terbalik dengan kejadian yang menimpa pemikiran umat Islam saat ini, di mana lebih cenderung menganggap ajaran Islam sebagai kumpulan dogma dan menolak penggunaan akal dalam beragama. Bahkan sampai saat ini pun ada yang membuat suatu kelompok yang dinamakan dengan kelompok Qur’ani, jadi apa yang dikatakan al-Qur’an itu yang mereka cerna secara mentah-mentah tanpa ada penyaringan terlebih dahulu. Bahkan kelompok ini juga menolak mentah-mentah ajaran dari Nabi Saw yang terangkum di dalam hadis.

Selain itu ada juga yang terlalu tekstualis dalam memahami suatu ajaran sehingga cenderung berpikir sempit dan tidak terbuka dalam segala aspek. Di mana cara berfikir kuno tersebut membuat umat Islam semakin mundur yang dulunya sebagai kiblat ilmu pengetahuan. Namun sayangnya saat ini semua ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh dunia Islam malah dinikmati oleh peradaban barat. Dan barat lah sebagai kiblat sekaligus poros yang mengelola Ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Benarkah Tidur dalam Islam Itu Bisa Mendapatkan Pahala?

Akhir hayat Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd sangat berpengaruh d idunia Islam maupun di dunia barat. Ajaran-ajarannya membuat bangsa eropa pun menghormatinya, bahkan ada jenis tanaman yang diambil dari nama Averroes, yaitu tanaman Averrhoa sejenis tanaman yang kita kenal dengan belimbing.

Selain itu nama beliau juga diabadikan pada salah satu kawah di bulan. Di antara benda langit ada asteroid 8318 Averroes. Beliau meninggal dunia pada 10 Desember 1198 M. Ia dimakamkan di Maroko, kemudian dipindahkan ke Cardoba.

Editor: An-Najmi Fikri R