Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Hikmah Peperangan Romawi-Persia dalam QS. Ar-Rum: 1-7

peperangan romawi-persia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi); peperangan berasal dari kata perang yaitu permusuhan antara dua negara baik bangsa, agama, suku, dan sebagainya. Peperangan bangsa romawi-persia, dalam peperangan pasti akan ada yang mengalami kekalahan dan juga kemenangan. Dalam peperangan ini, awalnya bangsa Persia mengalami kemenangan. Akan tetapi setelah itu bangsa Romawi bangkit dan bangsa Ronawi yang mengalami kemenanga.

Definisi Bangsa Romawi

Kata Romawi berasal dari nama kota yaitu Roma yang menjadi pusat republik Italia. Kota yang terletak di tepi sebelah barat dari sungai Tyber yang didirikan oleh Romulus pada tahun 753 sebelum Nabi Isa lahir. Bangsa romawi adalah campuran darah antara penduduk asli dengan suku kelana. Suku kelana mempunyai kelebihan militer yaitu suku Etruska dan suku Campania yang berhasil menguasai Latium, Toskana, dan Etruraria. Suku Campania berada disebelah selatan Latium, suku-suku bangsa mendirikan negara-negara kota seperti Yunani dan negara-negara kota; merupakan suatu perserikatan pertahanan termasuk Roma.

Sejarah peperangan bangsa Romawi-Persia, awal mula peperangan tersebut terjadi pada tanggal 05 januari 603 M yang berlangsung selama satu hari atau 24 jam. Peperangan Romawi-Persia ini dilatarbelakangi karena terbununya kaisar Romawi yaitu Maurice. Dan peperangan ini awalnya mengalami kekalahan dan setelah itu bangsa Romawi mengalami kemenangan.

Penafsiran Buya Hamka

الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ(5) وَعْدَ اللَّهِ لا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ(6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ(7)

Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

Buya Hamka menjelaskan bahwa pada peperangan ini bangsa Romawi mengalami kekalahan. Kerajaan Byzantium yang dipimpin oleh kaisar Romawi yang berada pada Romawi sebelah timur yang dekat dengan perjuangan Rasulullah Saw. Akan tetapi, pada surat ar-Rum ini seteah dijelaskan terkait kekalahan lalu dijelaskan terkait kemenangan مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ, bahwa dalam waktu beberapa tahun lagi bangsa Romawi akan mengalami kemenangan. Dalam permusuhan antara bangsa Romawi dan Persia ini terjadi selama 5 abad yang tidak terlepas dari ketentuan illahi; yang meginginkan bahwa manusia itu melakukan perjuangan. Dalam waktu beberapa tahun lagi فِي بِضْعِ سِنِينَ, dalam hal ini dijelaskan antara tiga sampai sembilan tahun.

Baca Juga  Bakri Syahid dan Ilmu Sangkan Paran dalam Tafsir Al-Huda
***

Setelah kemenangan bangsa Persia, orang-orang muslimin juga ikut berbahagia يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ, dan yakin bahwa kebenaran Rasul dan mukjizat itu benar adanya. Sebagimana dijelaskan bahwa pertolongan Allah itu ada. Sebagaimana bangsa-bangsa Persia yang sudah menganggap bahwa bangsa Romawi tidak akan bangkit lagi. Lalu juga dijelaskan بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ bahwa Allah mengehendaki apa yang dikehendaki bahwa baik bangsa Romawi dan Persia. Setelah dua lima tahun kedua bangsa tersebut runtuh dan dimulai kebangkitan bangsa Arab menyambut datangnya agama islam.

Dan terbukti bahwa janji Allah Swt ada. Allah menjelaskan bahwasannya Allah memberikan janjinya kepada siapa yang menaati petunjuknya. Akan tetapi banyak manusia yang tidak mengetahui  أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ yaitu dengan berfikiran yang pendek. Padahal Allah sudah menjelaskan يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ, fikiran mereka hanya sekedar makan dan minum. Atau sekadar kemegahan pada kulit, pada benda yang nilainya ada sekedar keinginan manusia kepadanya.

Hikmah Peperangan Romawi-Persia

Hikmah dari peperangan bangsa Romawi-Persia adalah bahwa janji Allah Swt dalam Al-Qur’an benar. Sesuai dengan apa yang ada bahwa kemenangan yang didapatkan oleh bangsa Persia. Masih dapat berubah dan tidak selamanya akan menang, dengan kemenangan selanjutnya didapatkan oleh bangsa Romawi. Serta dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan bahwa memikirkan untuk hari besok. Hari besok yang nyata mereka berfikir bukan akan seperti adanya kita seperti ini terus menerus tetapi dapat berubah sesuai dengan kehendak Allah Swt.