Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Hadis tentang Siwak dan Manfaatnya bagi kesehatan

Siwak
Gambar: muslimah.or.id

Dalam Islam tidak hanya diajarkan tentang cara beribadah, namun dalam Islam mengajarkan semua aspek kehidupan. Dari akan tidur sampai saat bangun tidur, bahkan sesuatu yang dipandang remeh pun dalam Islam diajarkan, begitu pula dengan kebersihan. Kebersihan merupakan suatu yang sangat penting karena seseorang yang suka dengan suatu yang bersih maka hidupnya lebih sehat, bahkan tinggi rendahnya  keimanan seseorang pun bisa dilihat dari segi kebersihannya.

Kebersihan dalam Al-Quran

Jika seseorang itu imanya tinggi, maka orang tersebut terlihat lebih bersih, rapi dan orang yang kumuh dan jarang mandi, maka biasanya imanya lagi pada titik rendah. Perintah tentang kebersihan dalam Islam sangatlah banyak, hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan, dan salah satunya perintah kebersihan dalam al-Qur`an terdapat pada surat al-A‘laa ayat 14-15 yang berbunyi:

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri dan ia ingat nama Tuhannya lalu ia sembahyang.” (Al-A’laa [87]:14-15).

Perintah tentang kebersihan tidak hanya terdapat dalam al-Qur`an saja tetapi juga terdapat dalam hadis, salah satunya seperti hadith tentang bersiwak:

Telah mengabarkan kepada kami Humaid bin Mas’adah, dan Muhammad bin ‘Abdi al-A’la, dari Yazid dan dia Ibn Zurai’ berkata: “Telah menceritakan kepadaku ‘Abd al-Rahman bin Abi ‘Atiq berkata: telah menceritakan kepadaku ayahku berkata: “Aku mendengar Aishah, dari Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Siwak itu membersihkan mulut dan membuat Allah ridha.

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umat-Nya tentang kebersihan, seperti halnya yang terdapat pada hadis di atas. Bahkan disalah satu hadis tentang siwak Rasulullah SAW, akan mewajibkan kepada umatnya untuk bersiwak. Namun Rasulullah Saw, takut hal itu akan memberatkan umatnya sehingga Rasulullah hanya mensunnahkan. Di balik dari hal tersebut secara tidak langsung bahwa Rasulullah sangat menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan.

Baca Juga  Ketahui Resep Menghadapi Kegelisahan Hati Versi Al-Qur’an

Siwak Jangan Pakai Pohon Sembarangan

Dalam bersiwak sebaiknya tidak menggunakan pohon yang sembarangan. Bersiwak biasanya menggunakan pohon yang berasal dari pohon Arak. Nama ilmiahnya Salvadora Persica. Pohon ini tumbuh di banyak kawasan sekitar Makkah dan Madinah, serta di Yaman dan Afrika. Pohon Arak bentuknya pendek, diameter batangnya tak lebih dari satu kaki, ujung-ujung-nya meliuk-liuk, daunnya berkilauan, batangnya keriting dan warna-nya cokelat muda. Bagian yang digunakan untuk bersiwak adalah isi akarnya.

Untuk menggunakannya, bagian akar terlebih dahulu dikeringkaan lalu disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap. Sebelum dipakai, terlebih dahulu dipukul-pukul dengan alat yang tajam, setelah itu bisa dipakai. Jika terlalu kering, ia terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, lalu digunakan untuk menyikat gigi. Penggunaannya dengan cara sampai serabutnya melembut dan rontok. Apabila telah rontok maka penggunaannya dihentikan. Lalu bagian yang rontok ini dipotong dan bagian yang masih utuh digunakan lagi, demikian seterusnya.

Kandungan Kimiawi pada Siwak

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat untuk gigi maupun mulut, di antara kandungannya adalah:

  • Antibacterial acid yang berfungsi membunuh bakteri, mencegah infeksi, dan menghentikan pendarahan pada gusi. Penggunaan kayu siwak yang segar pertama kali akan terasa agak pedas dan sedikit membakar. Karena terdapat kandungan serupa mustard yang merupakan substansi antibacterial acid tersebut.
  • Kandungan kimiawi seperti klorida, potassium, sodium bikar- bonat, fluoride, silika, sulfur, vitamin C, trimetilamin, salvadorin, tannin, dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, yang berguna menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tidak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plak yang merupakan penyebab radang gusi dan penyebab utama tanggalnya gigi secara prematur.
  • Anti decay agent (zat anti pembusukan) dan antigermal system, yang bertindak seperti penicillin menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah terjadinya proses pembusukan. Siwak juga turut merangsang produksi saliva, di mana saliva sendiri merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
Baca Juga  Urgensi Mukhtalif Al-Hadis dan Musykil Al-Hadis Dalam Memahami Hadis

Berdasrkan riset ilmiah yang pada zaman modern ini dilakukan, membuktikan beberapa poin penting, di antaranya:

  • Ajaran Islam dan anjuran Rasulullah dalam menggunakan siwak amat sesuai dengan seruan para dokter gigi modern, yang sangat berguna untuk menghilangkan karang gigi sejak masih lunak, sebelum ia matang dan menempel keras pada jaringan rapuh.
  • Bersiwak setiap hari secara terus-menerus sebelum shalat, sebagaimana ajaran Rasulullah, dapat menjaga kesehatan mulut.
  • Siwak mengandung bahan silika yang mengeraskan lapisan email gigi. Siwak juga mengandung bahan fluoride sehingga dapat menguatkan gusi. Bahan tannin dan vitamin C yang dikandung siwak dapat menguatkan pembuluh darah gusi. Selain itu, siwak juga mengandung bahan pembersih mulut, terutama sulfur.
  • Riset membuktikan bahwa kebersihan mulut pengguna siwak bubuk mencapai tingkat kebersihan yang paling tinggi. Gigi pengguna siwak bubuk tidak mudah mengalami infeksi.

Kesimpulan

Dengan demikian, jelaslah bahwa siwak memiliki banyak khasiat untuk kesehatan gigi maupu mulut, bahkan melebihi alat-alat dan obat-obatan modern. Orang yang pertama mengajarkan penggunaan siwak adalah Nabi Muhammad, yang hidup di abad ke-7 Masehi. Sungguh benar sabda beliau, “Hendaknya kalian bersiwak, karena ia sumber kesehatan mulut dan sumber keridaan Tuhan.”

Penyunting: Bukhari