Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Kita telah memasuki era disrupsi. Era di mana seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan berkat keberadaan internet. Keberadaan internet telah membuat kita banjir akan informasi. Sejatinya ini adalah kabar yang menggembirakan. Namun yang disayangkan ialah kemudahan akses terhadap informasi tersebut tidak ditopang oleh tingkat literasi yang memadai dari masyarakat. Akibatnya kita cenderung tidak cerdas dalam menerima ...

Asumsi mengenai ‘bercanda dapat mengubah bad mood menjadi good mood, bisa mengurangi kadar stress, bahkan hingga mampu mempererat pertemanan di setiap pertemuan’ sudah barang umum yang mudah kita temui. Sehingga tidak heran, dengan asumsi tersebut, bercanda menjadi semua kewajaran di dalam pergaulan. Tentu asumsi ini benar. Namun sayangnya, terkadang kita menyadari juga bahwa bahan candaan, kata-kata yang dilontarkan nyaris menyakiti ...

Secara naluri manusia pasti mengharapkan kebahagiaan dalam hidup. Pantaslah doa setiap hari yang dipanjatkan berilah kebahagiaan di dunia terlebih di akhirat. Hanya saja, cara manusia untuk ingin bahagia kerap diisyaratkan dengan jabatan dan kekayaan. Dan itu cukup keliru. Kekayaan dan jabatan bukan jaminan manusia akan kebahagiaan. Tapi jaminan akan merasakan kesenangan itu pasti. Orang yang punya banyak harta, ia bisa ...

Berbicara tentang kebohongan, sebagai manusia pada umumnya tidak ada satu pun manusia yang tidak pernah melakukan sifat yang satu ini. Namun, perlu diperhatikan juga dalam konteks apakah kita berbohong. Manusia seringkali terjerumus dalam sifat yang satu ini, entah tujuannya untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang. Sifat bohong bisa datang kapan saja, dan dimana saja kala kita benar-benar mendesak untuk melakukannya. ...

Sujud menandakan dua hal; pertama ketundukan dan kepasrahan. Kedua, kesejajaran dan sama rata. Sebagai seorang hamba, sudah tentu kewajiban kita adalah mengabdi dan menyembah Sang Pencipta. Aktifitas kita sebagai manusia dalam keseharian kita tidak lain dihaturkan kepada Rabb. Orang sering lupa bahwa segala tindak tanduk kita tidak lain hanya untuk-Nya. Karena itulah, orang diingatkan oleh panggilan adzan. Orang yang menyambut ...

Islam sebagai agama pamungkas yang berkemajuan memiliki karekteristik yang unik dan tidak ada pada agama lain. Memiliki aspek yang universal, menjadikan Islam sebagai agama yang istimewa dibandingkan agama lain. Dalam ajaran samawi terdahulu memiliki tujuan untuk umat tertentu, sementara ajaran dalam Islam diturunkan untuk seluruh umat, semenjak Muhammad diangkat menjadi Nabi hingga nanti hari menjadi gelap gulita dengan hancurnya semesta ...

Bahasa Arab adalah bahasa yang “spesial” sehingga Allah SWT menjadikannya bahasa al-Quran sebagaimana yang tercantum dalam Surah Yusuf [12] ayat 2; إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ قُرۡءَ ٰ⁠ نًا عَرَبِیࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Quran berbahasa Arab, agar kamu mengerti.” Di antara keistimewaan bahasa Arab adalah keumuman makna katanya. Satu kata bisa memiliki lebih dari satu arti yang terhimpun dalam satu makna. Perbedaan ...

Menurut Locke et al (1991), kepemimpinan merupakan sebuah proses membujuk orang lain sebagai langkah menuju sebuah visi, misi, dan tujuan yang sama. Soehardi Sigit, dalam bukunya “Teori Kepemimpinan dalam Managemen” ia mengutip pendapat seorang tokoh yang bernama George R. Terry, bahwa “leadership is the relationship in which one person, the leader, influences the others to work together willingly on related ...

Kehadiran Nabi SAW di tengah ruang kehidupan manusia menjadi lentera yang memberi sinar pada setiap gelapnya titah laku manusia. Lentera itu berwujud dalam laku dan katanya sebagai sumber keteladanan umat manusia kapan dan di mana-pun meskipun ia sudah tiada. Pantaslah Ahmad Dahlan berpetuah ketika menyadari bahwa Nabi SAW sudah tiada, maka kewajiban kita adalah menghidupkan keteladanannya.  Itu sebabnya, keyword  utama ...

Suatu hari Pak Malik Fadjar mengajarkan satu tafsir Al-Qur’an yang terus saya ingat hingga sekarang dan secara berulang-ulang ilmu tersebut saya transfer ke orang lain. Itu adalah tafsir terkait ayat min atsaris sujūd (Al-Fath 48: 29). Bunyi lengkap ayat tersebut adalah sebagai berikut: مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗۤ اَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّا رِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ تَرٰٮهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ ...