Tanwir.ID Kanal Tafsir Mencerahkan

Bulan Pengabulan Doa

Ramadhan dan pandemi
Sumber: freepik.com

Doa merupakan ibadah elite yang sangat berimplikasi pada kehidupan setiap Insan. Doa adalah karunia terindah yang diberikan oleh Allah kepada setiap hamba-Nya. Doa pun merupakan mata pelajaran yang secara apik diajarkan oleh-Nya.

Allah SWT berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. al Baqarah: 186)

Ketahuilah, doa merupakan titik temu terdekat antara seorang hamba dengan Tuannya, yakni Allah SWT. Doa adalah kunci dari pintu-pintu kebaikan setiap hamba. Imam Syafi’i pun pernah menuturkan di dalam syairnya, “Apakah engkau meremehkan doa? Engkau tidak tahu apa yang dilakukan oleh doa. Dua tangan yang menengadah pada Allah pada suatu malam tidak akan pernah kembali tanpa sesuatu yang kosong. Doa itu memiliki tujuan, dan setiap tujuan pasti menemukan akhirnya.”

Keistimewaan Doa di Bulan Ramadhan

Sungguh, pada bulan Ramadhan ini Allah telah memberikan beragam keistimewaan. Di antaranya ialah jaminan dikabulkannya doa. Jaminan tersebut melekat pada beberapa kesempatan khusus, yakni:

Pertama, saat berbuka puasa. Keutamaan ini dapat diperoleh pada momen khusus ibadah puasa Ramadhan ataupun ibadah puasa selainnya. Allah senantiasa menganugerahkan pengabulan doa pada siapa saja yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh suka cita untuk mengharapkan ridha dari-Nya.

Dari Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh orang yang berpuasa mempunyai doa yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa.” (HR Ibnu Majah)

Kedua, di sepertiga malam terakhir. Yakni, ketika waktu sahur. Pada sepertiga malam terakhir Allah senantiasa menurunkan keberkahan untuk setiap hamba-Nya.

Baca Juga  Keringanan yang Diberikan Kepada Orang yang Berpuasa

Abu Hurairah RA ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia setiap malam setelah berlalu sepertiga malam yang awal, lalu Allah berfirman; ‘Aku adalah Raja (dua kali), maka barangsiapa berdoa kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya, barangsiapa memohon kepada-Ku niscaya Aku akan memberinya, dan barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.” (HR. Ahmad)

Ketiga, pada malam lailatul qadar. Malam yang penuh dengan kemuliaan. Kehadirannya selalu dirindukan setiap Mukmin. Di malam ini, setiap amal kebaikan dilipat-gandakan, dan doa-doa dikabulkan.

Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan; Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan, Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. al Qadr: 3-5)

Sungguh, doa adalah inti dari ibadah. Doa merupakan senjata bagi setiap Mukmin. Doa menjadi sesuatu yang paling utama dalam pandangan-Nya. Dari Abu Hurairah RA ia mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia bagi Allah dari sebuah doa.” (HR Ahmad)

Ibarat panah yang melesat indah tepat pada sasaran. Doa adalah sumber kekuatan. Jalan elite untuk menggapai kebahagiaan. Tanpanya, ibadah pun terasa hambar dan kurang berkesan. Lewat doa, keberkahan Ramadhan dari-Nya didapatkan.

Wallahu a’lam.

Editor: An-Najmi Fikri R

Muhamad Yoga Firdaus
Mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Sunan Gunung Djati Bandung